
Kumandang adzan subuh terdengar sayup-sayup dari toa masjid yang tak jauh dari rumah Cinta. Rasanya baru beberapa menit saja Cinta terlelap dalam tidurnya, setelah semalaman gadis itu menangis seorang diri. Sedangkan pria yang berstatus suaminya itu terkesan dingin meski tahu jika Cinta terluka karenanya.
Tanpa gairah gadis itu melangkah malas menuju kamar mandi untuk sekedar mengambil wudhu. Setelah selesai dari sana, Cinta langsung mengenakan kain sholatnya tanpa berminat membangunkan suaminya yang ia kira masih tidur. Sajadah sudah ia gelar menghadap kiblat, baru setelah itu ia melihat suaminya membuka mata dan lantas duduk memandanginya ditepi ranjang.
Sesaat netra itu beradu pandang. Ada rasa entah yang mereka rasa, sama-sama terbungkam dengan mulut terkunci rapat. Pria itu bisa melihat jelas kantung mata Cinta yang sembab sebab menangis semalaman.
Sebenarnya Keanu sendiri tidak menyangka karena ucapannya itu bisa melukai perasaan istrinya. Ia pun juga sama dengan Cinta. Tidak nyenyak tidur setelah membuat istrinya itu menangis karenanya. Apalah daya nyatanya memang begitu. Bukankah lebih baik jujur diawal, dari pada nanti akan menyakiti dibelakang.
Cinta memalingkan mukanya lebih dulu dari tatapannya. Wajahnya tertunduk menghadap sajadah, sembari beristighfar sebanyak-banyaknya dalam hati. Ia sadar akan perbuatannya itu salah. Telah mendiami suaminya dan memasang wajah ketus terhadapnya, bukanlah ciri istri sholihah seperti yang sering ibunya pesankan padanya.
Sebagai seorang istri tentu harus patuh dan tunduk terhadap suami. Karena suamilah imamnya yang akan menanggung semua beban dan nafkah dirinya. Bukankah setelah menjadi istri surga itu ada pada suami?
"Mas," sapa Cinta, memberanikan diri menyapanya, saat Keanu beranjak berdiri dari tempatnya.
Keanu menoleh. Ia kira istrinya itu akan mendiaminya dan tak mau bicara lagi padanya.
"Jangan lama-lama ya. Aku ingin sholat subuh berjamaah sama Mas," serunya begitu lembut.
Aah, terbuat dari apa hati Cinta? Pria itu hanya tertegun ditempat, mendapati istrinya tetap sabar walau sudah tahu isi hatinya yang terang-terangan mengaku tak menyukainya semalam.
"Mas Keanu," Cinta menyapanya lagi. Karena suaminya itu hanya terbengong menatapnya.
Lantas Keanu hanya mengangguk kecil. Tak ada alasan menolak diajak kebaikan kan? Pria itu pun segera menuju kamar mandi. Mengambil air wudhu, lalu setelah selesai segera menempati sajadah yang sudah digelar oleh istrinya.
Tanpa mengulur waktu, Keanu memimpin sholat subuh itu dengan khusyuk. Inilah pengalaman pertamanya menjadi imam sholat setelah resmi menjadi seorang suami.
Saat dua rokaat itu selesai dilaksanakan, mereka berdua masih saling diam. Hingga kemudian Cinta menyentuh pundak suaminya agar menoleh kepadanya. Gadis itu segera mengulurkan tangannya saat Keanu menoleh, dengan sedikit kikuk Keanu membalas uluran tangannya.
Cinta lantas mencium punggung tangan suaminya cukup lama. Seperti menghirup wangi tangan itu, hingga enggan melepasnya.
"Maafkan aku, Mas," ujarnya sendu.
__ADS_1
Perlahan Cinta mengangkat wajahnya, tetapi masih menggenggam tangan suaminya cukup erat.
"Tolong bimbing aku untuk menjadi istri yang baik buat Mas. Soal semalam aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi lagi. Apapun yang bisa membuat Mas tak senang, aku akan coba menghindarinya." Cinta mengatakannya dengan hati yang sudah ikhlas. Ikhlas walau tiada sambutan rasa cinta dari suaminya itu padanya.
Keanu hanya bergeming saat mendengarnya. Sebenarnya sudut terkecil hatinya sedikit tersentil saat mendengar permintaan maaf istrinya itu. Jelas-jelas ia yang berbuat salah semalam. Seharusnya ia yang meminta maaf dulu. Tetapi memang hatinya terlalu angkuh untuk mengatakannya.
Perlahan Keanu menarik tangannya dari genggaman tangan Cinta. Ada rasa mencelos saat Keanu berpaling muka menghadap kiblat lagi. Tetapi perlahan memudar setelah melihat Keanu menengadahkan tangannya seraya menggumamkan doa kebaikan yang belum ia pinta pada Sang kuasa.
Cinta ikut menegadahkan kedua tangannya dengan khusyuk. Bibirnya menggumamkan lafadz amin ditiap doa yang dipanjatkan suaminya itu. Setelah lantunan doa itu selesai, Keanu segera beranjak untuk kembali duduk ditepi ranjang. Merasa jenuh harus melakukan kegiatan apa setelah ini. Untuk keluar dari kamar rasanya sangat malas, enggan bertemu seseorang yang sudah menjadi kakak iparnya sekarang.
Cinta melipat kain sholatnya sedikit cepat. Setelah ini biasanya seorang istri akan membuatkan minuman hangat untuk suaminya. Karena biasanya ibunya dan juga kakak iparnya begitu tiap pagi.
Gadis itu sebenarnya ingin menyapa Keanu lagi, tetapi urung setelah mendapati suaminya itu sangat fokus berbalas chat yang entah dengan siapa.
Maka Cinta pun memilih keluar dari kamarnya. Beruntungnya ia menjumpai ibu mertuanya sedang berada di dapur, saat gadis itu juga akan ke sana.
"Mama," sapanya ramah.
Cinta mengangguk kecil. Apa sebaiknya ia tanya kepada ibu Ratih saja tentang minuman kesukaan Keanu?
"Ma," sapanya lagi.
"Iya, Sayang. Ada apa?"
"Mas Keanu biasanya suka minum apa ya kalau pagi begini?"
Ratih tersenyum simpul. Bersyukur sekali rasanya memiliki menantu yang bisa menyayangi dan memperhatikan anak semata wayangnya itu.
"Susu hangat. Keanu suka minuman itu. Sedari kecil sampai sekarang dia sangat suka. Tetapi kalau malam biasanya Keanu suka minum kopi hitam yang sedikit pahit. Walau nggak tiap malam sih," jelas Ratih.
"Kopi hitam?"
__ADS_1
Ratih mengangguk mantap.
"Bukannya malah bikin sulit tidur, Ma. Kok malah minum kopi hitam malam-malam?"
"Agak aneh memang. Tetapi Keanu bilang, kalau pingin cepat nyenyak dia harus minum kopi dulu, buat penyemangat membuai mimpi katanya." Ratih sedikit terkekeh saat mengatakannya.
Cinta ikut terkekeh kecil. Rasanya sedikit lega setelah ia tahu minuman kesukaan suaminya itu. Setelah ini ia juga akan bertanya kepada ibu Ratih soal makanan kesukaannya juga. Secepatnya gadis itu membuatkan susu hangat, lalu setelahnya kembali ke kamar untuk menemui Keanu yang masih betah di sana.
Gadis itu tertegun sejenak setelah melihat suaminya selesai mandi dan sedang mengganti pakaiannya lebih rapi.
"Mau kemana, Mas?" tanyanya penasaran, sambil meletakkan susu hangat itu diatas nakas.
Keanu hanya melirik kecil padanya. Tatapannya juga tertuju pada segelas susu hangat kesukaannya sudah tersaji didepan mata.
"Jam tujuh kita kembali ke Jakarta." serunya masih begitu dingin kepada Cinta.
"Sepagi ini, Mas?" Tentu Cinta sedikit kaget, karena ia masih belum berkemas untuk ia bawa ke rumah suaminya itu.
Keanu tak menyahut lagi. Ia tetap fokus merapihkan diri didepan cermin, tanpa minat menatap pada istrinya.
"Ini susu hangatnya, Mas," ujar Cinta, dengan menyodorkan segelas suhangat itu kepada Keanu.
"Diminum dulu selagi hangat. Setelah ini aku mau berkemas, barang apa yang mau aku bawa," terangnya, masih memegang suhangat itu ditangannya.
Keanu mengambilnya. Ia tidak heran dari mana gadis itu tahu minuman kesukaannya tiap pagi. Ia yakin pasti tadi Cinta bertanya dulu pada mamanya.
"Bawa seperlunya saja. Yang penting-penting saja." Keanu mulai menanggapi obrolan Cinta.
Cinta mengangguk patuh. Secepatnya ia mengambil koper kecil untuk ia isi beberapa lembar pakaian miliknya. Sedikit menyesali karena pagi ini ia tidak bisa nimbrung masak bareng untuk sarapan. Padahal ia sangat ingin menyuguhkan masakan buatannya untuk suami tercinta, walau nyatanya tidak begitu pandai memasak.
Mungkin setelah ia tinggal seatap dan hanya berdua dengannya nanti, Cinta akan memaksimalkan diri melayaninya. Semoga saja sesuai ekspektasinya. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah mereka hanya tinggal berdua nanti.
__ADS_1
*