
Ara sudah di tidurkan pada brankar bersiap akan dibawa masuk dalam ruang pemeriksaan. Wanita itu masih tetap meringis, menahan rasa sakit di perutnya. Kandungannya masih tujuh bulan, tetapi ia tidak menyangka akan mengalami kontraksi secepat ini.
Sedangkan Keanu yang begitu panik terus mengikuti ke mana Ara dibawa oleh suster yang membawanya. Hingga sampai Ara sudah masuk ke ruang pemeriksaan itu, Keanu terdiam di ambang pintu, bingung.
"Mari, Pak, Anda boleh menemani istri anda disampingnya," ucap salah satu suster kepada Keanu.
Keanu terkesiap di tempat. Istri?
"Tidak, Suster. Saya menunggu di luar. Saya akan telpon keluarganya," balas Keanu yang kemudian langsung menjauh dari ruangan itu.
Suster yang menyapa Keanu itu hanya bisa melongo. Karena sebelumnya menduga Keanu adalah suami Ara. Setelah itu suster tersebut menutup pintu ruangan itu.
Keanu terlihat mondar-mandir di lorong rumah sakit. Ia masih kebingungan mau menghubungi siapa soal Ara. Hubungannya yang masih terbilang dingin dengan Zayn membuatnya enggan. Untuk memberitahu Cinta, ia tak ingin membuat istrinya itu kaget dan takut menimbulkan yang tidak-tidak dengan kandungannya yang masih riskan.
Tidak disangka keberadaan Keanu di rumah sakit itu, ada seseorang yang sedari tadi tersenyum devil melihatnya.
.
.
.
Zayn sudah pulang ke rumahnya. Pria itu langsung disambut oleh Inah yang membukakan pintu.
"Ara mana, Bi?" tanyanya, karena biasanya Ara lah yang selalu menyambut kedatangannya.
"Belum pulang, mas Zayn. Tapi di dalam ada mbak Cinta. Di kamar Ziyyan," jelas Inah.
Zayn langsung beranjak ke kamar Ziyyan. Senyum langsung sumringah mendengar adiknya datang berkunjung ke rumahnya. Semenjak Cinta menikah, Zayn belum sempat bermain ke rumah Ara lantaran selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Pintu kamar Ziyyan dibuka cukup pelan. Bermaksud ingin mengagetkan Cinta atau pun Ziyyan, tetapi gagal setelah melihat Cinta dan Ziyyan sama-sama terlelap dengan posisi saling berpelukan.
Zayn berjalan mendekati mereka. Senyum manisnya terus terukir di bibirnya. Ditatapnya Cinta dan Ziyyan yang sudah sangat pulas. Melihat Cinta yang tidur tidak menggunakan selimut, Zayn bermaksud akan mengambilkan selimut untuk Cinta. Tetapi baru ia akan melangkah, hape Cinta yang berada di atas nakas berbunyi, sehingga Cinta terbangun dari tidurnya.
"Abang," sapa Cinta dengan girang, saat melihat Zayn berdiri disampingya. Tetapi kemudian Cinta membungkam mulutnya sendiri, karena tak sengaja bersuara nyaring disebelah Ziyyan, beruntungnya bocah itu tidak terbangun.
__ADS_1
Segera Cinta turun dari kasurnya. Lalu berhambur memeluk tubuh Zayn. Zayn pun membalas pelukan itu cukup lama.
"Baru saja abang mau ambilkan selimut, biar tidurnya hangat dan nggak kebangun sampai besok," seloroh Zayn berharap Cinta bermalam di rumahnya.
Mereka berdua melepas pelukannya. Lalu berjalan keluar dari kamar Ziyyan.
"Aku nunggu mas Keanu jemput, nggak tahunya ikut ketiduran pas ngelonin Ziyyan," jelas Cinta saat mereka sudah berada di luar kamar.
"Dia nggak ikut?" tanya Zayn, tanpa mau menyebut nama Keanu.
Cinta menggeleng kepala.
"Tadi pulang ngampus aku langsung ke sini. Mas Keanu sibuk di resto," jelasnya. Saat ini mereka sudah sama-sama duduk di ruang keluarga.
"Aku sudah ngabarin abang loh, pasti belum dibaca ya?" kata Cinta lagi.
Tanpa banyak bicara Zayn langsung mengambil hapenya. Ia teringat jika dari tadi sore mensilent hapenya, karena sedang memimpin meeting penting mendadak di kantornya. Dan Cinta juga sama-sama sibuk dengan hapenya. Berniat akan menghubungi Keanu lagi, tetapi dibuat penasaran dengan adanya pesan masuk dari nomor asing.
Maka Cinta pun membuka pesan itu. Matanya langsung membulat lebar, cukup kaget dengan foto yang dikirim oleh orang itu kepadanya.
"Ada apa, Ta?" tanya Zayn penasaran. Pria itu berpindah duduk tepat disamping Cinta. Karena Cinta yang tercengang dengan sesuatu di hapenya, tentu Zayn terpancing untuk melihatnya juga.
Zayn memicingkan matanya saat melihat foto itu. Sangat jelas kalau itu adalah foto Keanu di rumah sakit, yang sedang berjalan mengantar seseorang yang sedang di dorong dengan brankar. Tetapi Cinta dan Zayn sama-sama tidak tahu orang yang diantar Keanu itu siapa, karena wajah orang yang berada di brankar itu terhalang oleh suster di sebelahnya.
Baru Cinta akan mengetik pesan menanyakan perihal foto itu, rupanya orang itu lebih dulu mengirim berderet-deret pesan kalimat yang sangat menohok di hati Cinta maupun Zayn.
[Kamu tahu Keanu menemani siapa di rumah sakit? ]
[Mantan pacar yang akan melahirkan]
[Miris sekali kamu, Ta]
[Mencintai Keanu yang masih belum bisa melupakan mantannya]
Hape Cinta langsung dirampas oleh Zayn. Pria itu paham maksud pesan itu. Dan Cinta hanya termenung, tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Pikirannya mendadak kacau. Apakah orang yang mengiriminya foto itu adalah Reno dengan menggunakan nomor lain? Karena hanya dialah yang dulu pernah mengatakan kepada Cinta jika Keanu memiliki mantan pacar yang katanya sampai sekarang sulit dilupakan oleh Keanu. Rasanya ingin tidak percaya soal itu, tetapi kini bukti foto itu ada dan nyata.
__ADS_1
Zayn mengepalkan tangannya, berusaha menekan amarahnya seorang diri. Melihat adik tersayang yang tersakiti seperti itu, kakak mana yang tidak ikut sakit hati?
Perlahan Zayn merengkuh tubuh Cinta, membawanya masuk ke dalam pelukannya. Di sana, Cinta sudah menumpahkan tangisannya. Sakit sekali rasanya.
"Tenang, Cinta. Abang tidak akan membiarkan siapa pun yang berani menyakiti kamu. Termasuk Dia!" tekan Zayn pada kalimat terakhirnya.
"Sebenarnya aku sudah mendengar ini lama, Bang. Ada yang bilang kepadaku, kalau mas Keanu masih mencintai mantan pacarnya. Aku berusaha mengabaikan karena menurutku itu hanya masa lalu mas Keanu. Aku tidak mau percaya itu. Tapi setelah melihat ini, hatiku sakit, Bang. Sakit..." Cinta mengatakannya dengan berderai air mata.
Zayn terdiam. Tetapi tidak dengan pikirannya yang mulai berkecamuk, bergemuruh merasakan sakit hatinya melihat kelakuan Keanu yang seperti itu. Tangannya terulur mengusap kepala Cinta. Berusaha menegarkannya dengan masalah yang menimpanya.
Telpon rumah itu tiba-tiba berbunyi. Inah langsung sigap untuk menjawabnya. Melihat kemunculan Inah, Cinta langsung mengusap bersih air matanya, takut menimbulkan kecurigaan kepada Inah melihatnya menangis seperti ini.
Inah mendekat menyapa Zayn. Memberitahunya kalau telpon itu untuk Zayn, yang kabarnya dari rumah sakit.
"Baik. Iya, saya akan segera ke sana," ucap Zayn yang kemudian langsung menutup telponnya.
Tatapan pria itu langsung berubah dingin. Entah kabar apa yang ia terima dari telpon itu, Cinta tidak tahu itu.
"Kamu tetap di sini, Ta. Abang harus keluar. Ingat! Malam ini kamu jangan pulang. Dia tidak mungkin jemput kamu. Tidurlah sama Ziyyan," ucap Zayn.
Setelah itu Zayn langsung beranjak, melangkah lebar keluar rumah. Tanpa menghiraukan raut Cinta yang kebingungan. Abangnya itu tiba-tiba misterius sekali. Sulit ditebak apa yang terjadi padanya.
"Bi Inah," Cinta menyapa Inah yang lewat di sampingnya.
"Tadi telpon dari rumah sakit kan?"
Inah mengangguk.
"Siapa yang sakit?" Cinta kepo sekali.
"Neng Ara, Mbak," jelas Inah yang kemudian langsung pergi dari hadapan Cinta.
"Kak Ara sakit?"
*
__ADS_1