Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 39


__ADS_3

Setelah Cinta selesai dari kegiatan mandinya, gadis itu segera merias diri dengan bedak tipis karena masih harus membantu ibu Ratih memasak. Memang ibu mertuanya itu tidak meminta Cinta ikut membantu, tetapi sebagai menantu yang tinggal bersama mertua rasanya tidak nyaman saja jika hanya terkesan diam.


Sedangkan Keanu sendiri masih betah berselonjor kaki di kasurnya. Padahal Cinta sudah dari tadi selesai dari kamar mandinya. Membuat gadis itu seketika kepikiran, menduga suaminya sedang tidak baik-baik saja mengingat kondisi wajahnya yang masih kentara lebam nya.


"Mas," sapa Cinta mendekat sambil duduk di tepi ranjang dekat Keanu.


"Apa masih pusing?" tanyanya perhatian sekali.


Keanu hanya menatap pada istrinya yang sudah segar dengan rambutnya yang tergerai sedikit basah.


"Mas," sapa Cinta lagi karena suaminya itu seperti sedang melamun.


"E.. e... tadi kamu ngomong apa?" tanya Keanu, ketahuan kalau sedang tidak fokus.


"Hmm.... Pagi-pagi sudah melamun. Mau aku buatkan susu hangat?" tanya Cinta karena suaminya itu seakan wajib minum itu setiap pagi.


"Kopi hitam saja," jawab Keanu singkat, lalu segera beranjak turun dari kasurnya.


"Eh, kok tumben? Biasanya doyan susu kata mama." Cinta terus mengekor di belakang suaminya yang akan beranjak ke kamar mandi.


"Lagi pingin aja," sahutnya singkat lagi.


"Kamu mau ngapain ikutin aku?" tanyanya karena Cinta masih betah tak beranjak dari depan kamar mandi.


"Jaga-jaga aja takut kamu tiba-tiba pusing, trus oleng, ka--"


"Sudah! Sudah! Yang ada aku jadi pusing dengar omelan kamu," sergah Keanu padahal gadis itu masih belum selesai bicaranya.


"Siapa yang ngomel? Nggak tahu ya bedanya di perhatikan sama peduli?" ucap Cinta dengan wajahnya yang bertekuk cemberut.


Tetapi pria itu tak mau mendengar bahasan apa-apa lagi. Lalu pria itu menutup pintu kamar mandinya.


"Mas, baju gantinya aku siapkan ya?" teriak Cinta dari luar kamar mandi.


Meski tiada sahutan apapun dari suaminya itu, gadis itu tetap menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Setelah itu baru Cinta keluar dari kamarnya untuk segera membantu ibu Ratih yang mungkin kewalahan sendiri di dapur karena mbok Nah lagi pulang kampung.


Tetapi siapa sangka di dapur itu rupanya ibu Ratih tidak sendiri, melainkan ada mbok Nah yang juga membantunya pagi itu. Kedatangan mbok Nah kembali tentu karena ibu Ratih yang menyuruhnya datang.


"Mbok Nah," sapa Cinta kepada asisten rumah itu dengan ekspresi kagetnya.


"Selamat pagi non Cinta. Baru bangun ya..." Mbok Nah menyapa Cinta sambil menggoreng daging ayam.


"Kapan mbok Nah datang, kok aku nggak tahu kalau mbok Nah datang?" Gadis itu mendekat sambil menyiapkan cangkir untuk menyeduh kopi hitam permintaan Keanu.


"Hampir subuh tadi, Ta," sahut ibu Ratih yang saat itu sedang merajang sayur bayam.

__ADS_1


"Kamu buat itu untuk Keanu?" tanya ibu Ratih lagi.


Cinta mengangguk.


"Tumben? Perasaan bangunnya sampai kesiangan, masa masih ngantuk," ucap ibu Ratih yang merasa heran karena biasanya kalau pagi Keanu jarang meminum kopi, tetapi selalu susu hangat yang di mintanya setiap pagi.


"Mas Keanu sendiri yang minta buatkan kopi," sahut Cinta.


"Pasti kurang di kelon tuh sama kamu, makanya dia masih kurang tidurnya," seloroh ibu Ratih menggoda anak menantunya itu.


Cinta hanya nyengir saja. Pasti karena kejadian tadi pagi makanya ibu Ratih sengaja menggodanya.


"Ee... Mama, aku antar ini dulu ke kamar," pamit Cinta, lebih baik pergi dulu dari pada nanti ibu Ratih akan semakin jauh menggodanya.


"Tunggu, Sayang," cegah ibu Ratih.


Gadis itu berhenti, dan melihat ibu Ratih mendekat dengan senyum aneh di wajahnya.


"Kamu beneran lagi dapet?" tanya ibu Ratih di luar dugaan Cinta mama mertuanya itu akan bertanya hal itu.


Meski merasa kikuk, tetapi kemudian Cinta menganggukkan kepalanya.


"Biasanya berapa lama kalau dapet?"


"Sayang, udah hampir bersih belum?" Ibu Ratih bertanya lagi lebih detail.


"Emangnya kenapa, Ma?" Akhirnya gadis itu menanyakan kecurigaannya.


"Mm... Mama ada kejutan sama kamu," jawab ibu Ratih sangat ambigu bagi Cinta.


"Kejutan?"


Ibu Ratih hanya tersenyum tipis. Tetapi kemudian wanita itu menyuruh Cinta lekas mengantar kopi itu tanpa mau menjawab pertanyaan Cinta sebelumnya.


Gadis itu beranjak ke kamarnya lagi. Sepintas ia kepikiran dengan perkataan ibu Ratih yang cukup mencurigakan. Kejutan apa ya?


Saat Cinta masuk ke kamarnya lagi, ia melihat Keanu sedang duduk di depan kaca sambil mengobati lebam di wajahnya dengan salep dari dokter.


Cinta segera meletakkan kopi yang di bawanya itu ke atas nakas. Dan langsung mengambil salep itu dari tangan Keanu.


"Sini aku bantu," ucapnya terkesan pemaksaan, tetapi pria itu diam saja tanpa ada penolakan darinya.


"Masih terasa nyeri nggak kalau aku tekan begini?"


"Haduh!" pekik pria itu saat Cinta dengan sengaja menekan kecil bekas lebam yang ada di pelipis matanya.

__ADS_1


"Udah tahu memar gini masih di tekan, kurang kerjaan?" umpat Keanu kesal sekali.


"Iya, maaf deh..."


Lalu...


Cup.


Sebuah kecupan manis gadis itu mendarat di bekas memar yang ia tekan barusan. Persetan akan di marahi atau apalah, yang terpenting Cinta berhasil membuat suaminya itu terperangah pagi ini.


"Sudah aku obatin, nanti cepat sembuh itu," ucap Cinta sambil mengusap lembut pada bekas ciumannya itu.


"Kurang ya, Mas?" tanya Cinta dengan seringai nya begitu melihat suaminya terbengong di tempat.


"Kamu di diemin makin ngelunjak. Mau aku perkosa!" pekik pria itu sambil mendorong bahu Cinta yang mana gadis itu akan mencoba menciumnya lagi.


"Beraninya ngomong gitu pas aku lagi dapet aja," balas Cinta tidak takut dengan ancamannya karena itu tidak akan mungkin di lakukan Keanu. Mustahil!


"Kamu!" Kedua tangan Keanu mengepal erat. Pagi-pagi sudah di bikin gemas dan kesal oleh Cinta. Ia tidak tahu saja kalau pria itu bisa nekat beneran.


Lalu pria itu memilih beranjak dan akan keluar dari kamarnya.


"Gitu aja songong. Baru kena cium udah marah. Dasar kayak bocil!" umpat Cinta dengan jelas.


Keanu menoleh sejenak pada Cinta yang berubah lebih berani bicara dari pada sebelumnya.


"Masih ingat nggak waktu kamu curi first kiss aku dulu? Rekaman CCTV nya aku masih punya loh," ujar gadis itu. Entah apa tujuannya mengingatkan memori lama yang pernah terjadi pada mereka dahulu.


Siapa yang lupa dengan kejadian itu. Bahkan sampai detik ini pria itu sangat ingat tanpa di ingatkan. Sungguh kejadian yang membagongkan bagi Keanu. Sebab saat itu ia sedang di bawah pengaruh minuman keras.


Dalam sesaat keduanya saling melempar tatapan mata. Cinta yang menatapnya dengan penuh cinta, berbeda dengan Keanu yang menatapnya dengan entah.


Tok tok tok


"Keanu, Cinta," sapa ibu Ratih sambil mengetuk pintu kamar itu.


"Iya, Ma," jawab Cinta sambil lalu membukakan pintunya.


"Ayo cepat sarapan," ajak ibu Ratih kepada mereka.


Keanu dan Cinta sama-sama mengangguk.


Tiba-tiba Cinta mengaitkan tangannya pada lengan Keanu, mengajaknya jalan beriringan. Tak di sangka rupanya pria itu mau dan menurut saja. Apa ini karena ada ibu Ratih? Kenapa rasanya tiba-tiba sesak saat menyadari rupanya pria itu sedang berlagak mereka baik-baik saja di depan mamanya.


*

__ADS_1


__ADS_2