Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 101


__ADS_3

Keanu terbangun saat menyadari Cinta tidak ada disampingnya. Pria itu lekas menyingkap selimutnya dan kemudian memakai pakaiannya. Matanya mengitari seluruh sudut kamarnya, hingga sampai membuka pintu kamar mandi karena mengira Cinta ada di sana. Setelah tahu kalau Cinta tidak ada, buru-buru Keanu keluar dari kamarnya.


Di sana Keanu melihat Cinta sedang berada di dapur, dan sedang menenggak minumannya. Pria itu berjalan dengan cepat akan menyusul Cinta, tetapi tatapan matanya sangat awas memperhatikan Cinta yang sedang minum. Jujur, Keanu takut Cinta akan diam-diam meminum pil KB lagi.


"Dek!" sapa Keanu tiba-tiba.


Cinta otomatis terjingkat kaget. Kedua kalinya wanita itu memuncratkan minumannya saking kagetnya.


"Mas, ngagetin aja!" sungut Cinta, sambil mengusap bersih sisa air yang menetes di dagunya.


"Kenapa kaget, emang kamu lagi ngapain?" curiga Keanu.


"Kamu pikir lagi apa? Ya minum lah!" kesal Cinta.


"Kirain lagi minum obat lagi," celetuk Keanu, memang sudah niat.


Cinta tercengang sesaat. Tetapi wanita itu kemudian lekas mengalihkan pandangannya ke arah lain, sambil meletakkan botol minumannya itu ke tempat semula.


Sebenarnya Cinta merasa bingung mendengar pernyataan suaminya itu. Minum obat? Apa selama ini Keanu sudah tahu tentang rahasianya itu? Jika iya, kenapa tidak protes atau marah?


"Mas kok bangun?" tanya Cinta mengalihkan topik.


"Nggak nyenyak, nggak ada kamu," jawab Keanu. Entah kenapa setelah berkomitmen tidak akan membiarkan Cinta untuk bisa minum pil KB lagi, membuatnya sering cemas kalau tiba-tiba Cinta tidak ada disampingnya.


"Aku barusan haus," kata Cinta.


Keanu lebih mendekat kepada Cinta. Tatapan matanya begitu dalam, seakan tepat menghunus pada netra Cinta.


"Cuma minum kan?" kata Keanu, yang otomatis membuat Cinta gelagapan karena tatapannya yang seperti sedang menyelidiki sesuatu darinya.


Kemudian Cinta mengangguk kecil. Lantas Keanu tersenyum tipis. Dalam hati sebenarnya Keanu merasa kecewa, karena keinginannya untuk Cinta jujur meski tidak ditanya sepertinya mustahil.


"Aku takut kamu minum obat lagi," kata Keanu, mengulang kalimat yang sama seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Obat apa?" Cinta bertanya, tepatnya pura-pura tidak paham.


"Aku pernah lihat kamu minum obat. Tiap kali aku mau nanya lupa terus. Kamu nggak lagi menyembunyikan sesuatu dari aku kan, Dek?"


Cinta kentara gugup. Lirikan matanya mengisyaratkan jika ia sedang bingung untuk menyangkalnya. Lalu Keanu meraih kedua tangan Cinta, dan kemudian menggenggamnya menjadi satu.


"Tolong jujur, Dek. Kamu nggak lagi sakit? Kenapa harus minum obat?"


Sebenarnya bisa saja Keanu langsung mencercanya tanpa harus drama pura-pura tidak tahu begini. Akan tetapi demi tidak menimbulkan kekisruhan lagi dalam rumah tangganya yang baru dirasa nyaman, tentram, dan bahagia, maka Keanu memilih jalan tetap bersabar. Tetapi bukan dalam artian pasrah. Karena dari sini Keanu akan selalu menempeli Cinta kemanapun dan di mana pun agar istrinya itu tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengkonsumsi pil itu lagi.


"Aku baik-baik saja, Mas. Aku sehat, nggak sakit," jawab Cinta pada akhirnya.


Keanu tersenyum mendengarnya. Lalu tiba-tiba saja Keanu memeluk Cinta dengan erat. Mengendus nakal pada area ceruk leher istrinya itu.


"Mas," kata Cinta menegur Keanu agar menghentikan aksinya yang terasa geli bagi Cinta.


"Aku cinta kamu, Dek. Aku nggak mau kehilangan kamu, ditinggalin kamu. Makanya kamu jangan minum obat lagi ya, biar aku nggak parnoan," kata Keanu yang kemudian ia melerai pelukannya.


Cinta memilih diam saja. Tiba-tiba muncul rasa berdosa yang luar biasa karena selama ini telah membohongi suaminya yang begitu tulus mencintainya.


"Mas!" pekik Cinta karena kaget.


"Sssttt.... Jangan rame, entar ibu denger," kata Keanu memperingatkan, karena waktu memang sudah menunjukkan lewat dari pukul sepuluh malam.


Pria itu membawa Cinta masuk ke kamarnya. Satu kecupan hangat bertandang di kening Cinta, saat wanita itu sudah kembali berbaring di kasur bagiannya.


"Good night, Mas. Semoga mimpi indah," kata Cinta sambil menatap suaminya yang masih anteng duduk di sebelahnya.


"Mimpi gendong bayi, anak kita," celetuk Keanu tiba-tiba.


Cinta langsung mengerutkan keningnya. Kenapa dari tadi yang keluar dari mulut Keanu seperti sebuah sindiran buatnya. Karena memang seseorang yang pernah diam-diam melakukan kesalahan, akan mudah baper dengan omongan yang mungkin tidak bermaksud menyindir nya.


Tiba-tiba Keanu mencium bibir Cinta. Hingga sampai ciuman ketiga, Cinta mendorong paksa bahu Keanu.

__ADS_1


"Apa, Dek?"


"Kamu aneh!"


"Aneh apa? Cium istri sendiri masa dibilang aneh."


"Sudahlah. Ayo cepat tidur, Mas," ajak Cinta sudah kehabisan kata-kata lagi.


"Belum ngantuk," kata Keanu yang kemudian merangkak naik ke kasur, dan sengaja mengungkung diri di atas tubuh Cinta.


Cinta menatap was-was. "Masa mau minta jatah lagi?" batin Cinta curiga.


"Dek," kata Keanu kemudian.


"Aku nggak mau cuma mimpi gendong bayi. Aku maunya jadi kenyataan. Dan kamu bisa segera hamil. Mengandung buah cinta kita."


"Trus?"


"Ya kita harus rajin buat, biar cepet jadi," kata Keanu, yang setelahnya langsung menyerang Cinta, yang berujung pada permainan penyatuan raga ronde kedua.


Jangan tanya bagaimana Cinta, karena kali ini serangan suaminya itu membuatnya tidak bisa menolak. Pria itu kembali ke mode awal, yang selalu memperlakukannya dengan lembut dan memuaskan, tiap kali sedang melakukan aktifitas bercinta.


*


Tak terasa sudah seminggu lamanya Cinta dan Keanu berada di Yogyakarta. Dan saat ini sudah tiba waktunya mereka pulang ke Jakarta. Cinta tentu merasa sangat berat hati untuk berpisah dengan ibunya. Jika bukan karena dua hari lagi kuliahnya mulai masuk lagi, sudah pasti Cinta akan merengek untuk sedikit lebih lama di sini.


Sedangkan ibu Ratih selama itu masih tetap berada di Jakarta. Sejak Shelyn benar-benar membutuhkan penanganan khusus soal mentalnya yang sedikit terganggu pasca meninggalnya kedua orang tuanya itu, maka atas dasar kemanusiaan ibu Ratih terpaksa ikut wara-wiri demi memastikan Shelyn agar secepatnya pulih. Walau sebenarnya ibu Ratih selalu dongkol saat Shelyn sering meracau nama Keanu, tetapi melihat kondisinya yang seperti itu tentulah tidak tega sendiri.


"Sudah, kamu jangan khawatirkan ibu. Ibu di sini ada temennya kok," kata ibu Rahayu saat Cinta berpamitan pulang tetapi masih cemas untuk meninggalkannya.


Seorang ART yang bekerja di sana, akan menjadi teman berbincang ibu Rahayu selama dirinya masih dalam masa iddah.


"Iya, Dek. Lagian kata mama, mama akan ke sini paling nggak dua hari lagi." Keanu ikut berbicara.

__ADS_1


Walau berat hati akhirnya Cinta dan Keanu pergi juga. Hari ini mereka memilih naik pesawat menuju Jakarta.


*


__ADS_2