
Lebih dari setengah hari Cinta baru saja selesai mendapatkan perawatan khusus di salon kecantikan yang di datangi bersama ibu mertuanya itu. Wajah gadis itu terlihat lebih berseri, di tambah lagi dengan aroma tubuhnya yang wangi, membuat ibu Ratih senyum-senyum sendiri melihat hasilnya.
Sedangkan ibu Ratih di salon itu hanya bertugas menjadi pengantar. Cinta kira ibu mertuanya itu akan ikut memanjakan diri, rupanya sekedar jadi penonton Cinta saja. Sungguh membuat gadis itu seketika curiga, ada apa kok tumben-tumbenan dirinya di paksa nyalon hari ini.
"Perfect!" decak nya kagum kepada Cinta.
"Besok-besok ke sini lagi. Gimana, badan terasa enteng kan, di lulurin kayak tadi?"
Cinta hanya tersenyum simpul saat di tanya bagaimana menurutnya. Rasanya memang menenangkan, tetapi perasaan Cinta terlanjur curiga dengan gelagat ibu Ratih yang tak seperti biasanya.
Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung pulang, karena hari juga sudah menjelang sore.
"Mm... Lingerie yang mama kasih itu apa masih ada?" tanya ibu Ratih sedikit berbisik saat mereka sudah sampai di rumah kembali.
Cinta menghentikan langkah kakinya.
"Lingerie?" tanyanya semakin di buat was-was.
"Waktu itu mama serahkan ke Keanu. Masa belum di kasih ke kamu?"
__ADS_1
Cinta jadi teringat dengan yang di maksud ibu Ratih itu.
"Ah, iya, mana mungkin Keanu kasihkan, pas itu kalau nggak salah kamu kan lagi halangan," ujar ibu Ratih lagi.
"Ya ampun... Apa maksudnya mama bahas ini? Apa jangan-jangan mama nyuruh aku pakai baju kurang bahan itu? Oh, tidak!" batin Cinta mulai bermonolog resah.
"Ee... Ma, aku ke kamar dulu ya?" pamit Cinta demi menghindari omongan ibu mertuanya yang bisa jadi bertambah jadi.
Segera Cinta masuk ke kamar mandi begitu ia sudah masuk ke kamarnya. Tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat membuatnya tidak betah jika tidak segera mengguyur nya dengan air dingin. Cukup lama gadis itu berada dalam kamar mandi, hingga hampir maghrib menjelang barulah Cinta menyelesaikan mandinya karena harus segera menunaikan kewajiban ibadahnya setelah ini.
Tiga rakaat itu Cinta tunaikan seorang diri. Tak lupa gadis itu selalu memungkasi ibadahnya dengan berdoa kebaikan demi keutuhan rumah tangga yang ia jalani. Keberkahan hidup, juga selalu berada dalam lindungan Tuhan, gadis itu panjatkan dalam do'anya dengan khusyuk.
Hingga sampai gadis itu sudah melepas kain sholatnya itu, barulah ia memiliki waktu sejenak untuk melihat ponselnya yang semenjak datang tadi ia abaikan. Karena selepas ini Cinta akan selalu pergi ke dapur membantu mbok Nah dan ibu Ratih untuk menyiapkan hidangan makan malam.
Rupanya sebuah foto Keanu sedang duduk berdua bersama Shelyn di sebuah restoran yang masih asing bagi Cinta. Entah siapa pengirim foto itu, dan apa motifnya Cinta tidak begitu paham. Hanya satu yang dapat Cinta simpulkan, tujuan orang itu mengirim foto itu mungkin agar ia tahu bagaimana tingkah suaminya di luaran sana.
Sepintas dari foto itu tidak ada kemesraan yang di tampilkan antara Keanu dan Shelyn, hanya terkesan seperti mengobrol santai sesama teman ataupun kerabat. Tetapi yang membuat lubuk hati Cinta kembali berdenyut ngilu, karena suaminya itu tidak jujur kepadanya. Sudah tahu kalau Shelyn menyukainya, tetapi mengapa Keanu terkesan biasa saja, seperti tak ada gerakan ingin menghindari atau setidaknya tidak bertemu lagi dengannya.
Jika memang ini karma dirinya karena pernah tidak jujur saat keluar bersama Reno, mengapa rasanya sakit begini? Apakah kemarin Keanu juga merasa hal yang sama seperti yang di rasa Cinta sekarang? Tetapi sepertinya tidak mungkin. Karena Cinta tahu Keanu tidak mencintainya, jadi tidak mungkin Keanu akan sakit hati menurut Cinta. Atau apakah ini memang di sengaja oleh Keanu untuk membalasnya?
__ADS_1
Hingga pada acara makan malam itu selesai, wajah Cinta terlihat murung. Ibu Ratih menduga masamnya wajah menantunya itu karena menunggu Keanu yang tak kunjung pulang. Padahal sudah jelas bukan karena itu. Tetapi ibu Ratih tidak mungkin tahu karena Cinta memilih memendamnya saja.
"Keanu itu kebiasaan deh, kalau lagi ketemu sama teman bisnis dia hapenya jarang on," gerutu ibu Ratih saat berulang-ulang mencoba menelpon Keanu tetapi selalu tidak aktif.
Cinta memilih diam, tidak menimpali apapun walau sedari tadi ibu Ratih mengomel tentang Keanu. Lebih tepatnya gadis itu gelisah sendiri. Takut suaminya itu tidak pulang dan berbuat hal yang di luar dugaan bersama Shelyn.
"Astaghfirullah," lirih batin Cinta mengucap kalimat itu. Berulang-ulang gadis itu mencoba menepis pikiran negatifnya, tetapi yang namanya melihat suami ketahuan keluar bersama wanita lain, siapa yang tidak akan resah coba?
"Sayang, kamu tidur dulu sana. Tidak usah tunggu Keanu. Mama juga sudah mau tidur," titah ibu Ratih kepada Cinta. Jujur wanita itu sangat kasihan kepada Cinta. Tetapi lihat saja setelah ini apa yang akan di lakukan setelah Keanu pulang.
Cinta memilih menurut tanpa banyak protes. Hatinya yang di rundung gelisah membuatnya malas bicara, dan akan lebih baik menunggu Keanu di kamarnya saja.
Lalu gadis itu segera beranjak menuju kamarnya. Tak lupa ia bebersih wajahnya sejenak, sebelum mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang biasa ia pakai.
Gadis itu mulai membuka lemari pakaiannya, tetapi tak segera mengambil pakaian yang akan di ambilnya. Masih diam merenung, menatap kosong pada susunan lipatan baju yang tertata rapih. Hingga kedua matanya tersita pada sebuah kotak yang seperti sengaja di sembunyikan. Gadis itu mengambilnya, karena merasa ia tidak pernah menyimpan kotak itu sebelumnya.
Perlahan tangannya membuka kotak itu, dan isinya adalah lingerie yang dulu pernah ia lihat. Sejenak gadis itu berpikir siapa yang meletakkannya di sini. Apakah Keanu? Karena kalau ibu Ratih yang meletakkannya di sini itu tidak mungkin.
Buru-buru Cinta menyimpan kembali kotak berisi pakaian penggoda iman itu. Sungguh tidak bisa membayangkan jika ia harus mengenakannya. Memang ia pernah membaca dalam sebuah buku keagamaan, jika menyenangkan suami itu pahalanya besar. Dan lagi selama pernikahan ini terjalin, Cinta dan Keanu memang masih belum berhubungan badan. Apakah ia harus mencoba memakainya malam ini?
__ADS_1
Sekali lagi Cinta mengambil kotak itu lagi, membukanya lagi, tetapi tetap tidak membuat Cinta nekat untuk mencoba memakainya. Di saat tengah memandangi lingerie itu, Keanu masuk ke kamarnya. Membuat gadis itu terkesiap, merasa malu, karena ketahuan sedang memegang lingerie itu di depan Keanu.
*