
Cinta tidak menyangka jika Keanu benar-benar dengan ucapannya. Pria itu membawa Cinta keluar sekedar mencari penjual nasi goreng sesuai permintaan Cinta. Biasanya penjual nasi goreng pinggir jalan jam segini masih banyak di jumpai, tetapi sepertinya malam ini banyak yang tidak jual. Hingga jarak dari rumah mereka cukup jauh, barulah mereka menemukan penjual nasi goreng itu.
"Beli di situ aja, Mas," tunjuk Cinta pada penjual nasi goreng yang kebetulan sepi pembeli.
Keanu segera menepikan mobilnya dia bahu jalan tanpa banyak bicara. Lalu pria itu lebih dulu keluar dari mobilnya, di susul kemudian Cinta yang juga ikut keluar.
"Dua bungkus ya, Pak," ucap Keanu pada bapak penjual nasi goreng itu.
"Nggak makan di sini, Mas," intrupsi Cinta karena awalnya mereka berencana makan di luar tetapi suaminya itu malah meminta pesanannya di bungkus.
Sejenak Keanu melihat Cinta yang memang hanya mengenakan kaos pendek dan celana sebatas lututnya.
"Makan di rumah saja. Ini sudah malam, cuacanya tambah dingin," jawabnya yang Cinta langsung paham dengan alasan suaminya itu.
"Kalau aku kedinginan kan tinggal peluk kamu, Mas," balas Cinta sengaja sedikit menggoda.
Keanu melirik aneh.
"Pak, nggak jadi di bungkus, makan di sini saja," seru Keanu pada bapak itu.
"Siap, Mas. Di tunggu sebentar, silahkan duduk," jawab bapak itu.
Lantas Cinta dan Keanu duduk di kursi plastik yang memang di sediakan oleh bapak itu.
"Katanya makan di rumah, kok berubah pikiran lagi?" seloroh Cinta merasa aneh, cuma di goda sedikit pria itu langsung berubah pikiran lagi.
Tetapi Keanu memilih diam tak merespon balik pertanyaan Cinta.
Tak lama kemudian nasi goreng itu selesai di buat. Setelah berdoa sebelum makan, barulah mereka menikmati menu nasi goreng itu dengan lahap, tanpa ada yang bersuara satu pun hingga makanan di piring mereka sama-sama habis.
__ADS_1
Setelah melakukan pembayaran mereka berdua kembali masuk ke mobilnya. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih lima menit malam itu. Membuat mereka memilih segera pulang mengingat besok masih akan di hadapkan dengan seabrek kegiatan mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah, Keanu langsung masuk ke kamarnya. Tetapi Cinta masih belok dulu ke dapur untuk mengambil minum karena masih agak haus sehabis makan nasi goreng itu. Tetapi di dapur itu Cinta bertemu dengan ibu Ratih yang kebetulan juga sedang mengambil air minum.
"Cinta, belum tidur? Mama kira kamu sama Keanu sudah pada tidur tadi," sapa ibu Ratih.
"Belum, Ma. Ini barusan habis makan di luar. Mama kok belum tidur?" Cinta balik tanya.
"Belum mengantuk," sahut ibu Ratih lalu memilih duduk di ruang makan.
Cinta mengikuti ibu Ratih, dan kemudian ikut duduk menemaninya.
"Loh, kamu kok malah nemenin mama? Sudah sana pergi tidur," seru ibu Ratih.
"Aku belum mengantuk juga, Ma," balas Cinta sedikit berbohong, karena sebenarnya agak ngantuk tetapi tidak enak diri jika mengacuhkan ibu Ratih yang Cinta rasa ibu mertuanya itu butuh teman mengobrol.
"Mama bagaimana pusingnya, udah mendingan?" tanya Cinta merasa khawatir takut orang yang menjadi ibu keduanya di sini ada apa-apa.
Sejenak ibu Ratih memperhatikan penampilan Cinta malam ini.
"Kamu kalau tidur biasa pake pakaian begini?" tanya ibu Ratih to the point.
Cinta mencermati tampilannya. "Nggak sih, Ma. Emang ada apa, Ma?" tanya Cinta polos sekali, tidak pernah peka dengan tujuan di balik pertanyaan ibu Ratih.
"Eh, tadi siang Keanu bawa sesuatu nggak ke kamar? Mm... Semacam kotak paket gitu,"
"Kotak paket?" Cinta berpikir sejenak.
"Apa jangan-jangan itu mama yang pesan?" tanya Cinta langsung menuduh begitu paham dengan maksud ucapan ibu Ratih.
__ADS_1
"Iya. Itu hadiah dari mama, khusus buat kamu pake," aku ibu Ratih.
Cinta melongo di tempat. Ia paham apa tujuan ibu Ratih memberinya lingerie itu agar bisa menyenangkan Keanu tentunya. Tetapi yang membuatnya tak habis pikir, kenapa sampai segitunya ibu mertuanya itu memberi hadiah baju haram seperti itu. Di lain malu, juga membuat Cinta terkesan tak pandai melayani suami. Apalagi setelah menelaah ucapan ibu Ratih yang bertanya tentang pakaian Cinta saat mau tidur barusan.
"Sayang, kamu pake pemberian mama itu, tapi tunggu kamu bersih dulu, hem?" ujar ibu Ratih sedikit berbisik, tetapi tatapan matanya mengerling menggoda.
Cinta mengangguk kikuk, walau sejujurnya ia tidak akan pernah mau memakai baju itu. Biar saja, ibu Ratih tidak akan tahu juga dirinya memakai lingerie itu atau tidak saat tidur nanti.
"Ee... Mama, aku balik kamar dulu," pamit Cinta demi menghindari obrolan yang akan menjurus ke suatu hal yang belum pernah ia lakukan. Karena roman-romannya ibu Ratih akan membahas hal itu kalau tetap di temani mengobrol.
"Jangan lupa loh, Ta," seru ibu Ratih mengingatkan.
Cinta mengangguk sekali lagi. Lalu segera pergi menuju kamarnya. Sedangkan ibu Ratih mulai tersenyum-senyum sendiri setelah tiba-tiba akal bulus nya kembali melintas di benaknya.
Gadis itu membuka handle pintu kamarnya cukup pelan. Mengintip sebentar untuk memastikan suaminya itu sudah tidur atau tidak. Tetapi setelah melihat kondisi ranjangnya kosong, membuat Cinta penasaran ke manakah suaminya itu.
Cinta perlahan masuk ke kamarnya. Matanya mengedar ke seluruh ruang kamar mencari keberadaan Keanu yang rupanya sedang berdiri seorang diri di teras balkon. Merasa di untungkan dengan keadaan, Cinta memilih segera tidur saja. Karena tiba-tiba mendadak resah setelah mengingat Keanu ada perubahan sikap kepadanya tadi.
Biasanya gadis itu akan menawari Keanu minuman kesukaan menjelang tidurnya, seperti membuatkannya susu hangat. Tetapi malam ini gadis itu sengaja tidak membuatkannya demi menghindari perlakuan Keanu yang sulit di tebak. Tadi saja sudah berhasil membuatnya sport jantung karena ciuman itu, jangan sampai malam ini akan sport jantung lagi.
Pria itu sebenarnya tahu kalau Cinta sudah kembali ke kamar dan langsung naik kasur untuk tidur. Entah itu pura-pura tidur atau bagaimana, yang pasti Keanu merasa jika ada yang berubah dari perlakuan Cinta yang biasanya memperlakukannya dengan lembut dan sabar. Di saat dirinya berusaha belajar dengan menerima keberadaannya, malah Cinta yang terkesan datar dan mungkin sudah bosan untuk mencari perhatiannya lagi.
Keanu menghentak nafasnya dengan kasar, sebelum kemudian beranjak menuju kasur menyusul Cinta yang telah tidur lebih dulu.
Pria itu segera membaringkan diri di kasur bagiannya. Sekilas menatap wajah Cinta yang kebetulan tidur miring berhadapan dengannya. Tetapi baru beberapa detik saja Keanu memandangi wajah ayu itu, Cinta keburu merubah posisinya memunggungi Keanu.
Sebenarnya Cinta tidak benar-benar nyenyak. Ia pun merasa jika suaminya itu sedari tadi diam-diam menatapnya. Membuat perasaan Cinta kembali tak karuan. Tiba-tiba teringat dengan umpatan yang sering ia ucapkan pada Keanu perihal hanya berani saat dirinya sedang mens saja. Ah, sungguh Cinta sangat menyesal pernah mengatakan itu. Karena baru tersadar jika lelaki mana pun bisa saja tertantang dengan ucapannya itu yang terkesan meremehkan keberanian Keanu.
Deg.
__ADS_1
Degup jantung itu seakan berhenti berdetak saat tiba-tiba Keanu melingkarkan tangannya, menghimpit tubuh ramping Cinta dengan pelukannya yang menghangatkan tetapi berhasil membuat gadis itu sport jantung lagi.
*