Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 66


__ADS_3

Suara alarm yang berasal dari ponsel Keanu memekik nyaring. Keanu terbangun. Pria itu mengulurkan tangannya untuk meraih ponsel miliknya yang ia letakkan di atas nakas di sampingnya. Lalu segera mematikan alarm itu saat itu juga. Di tatap nya Cinta yang masih terlelap damai dalam pelukannya. Sekali lagi pria itu mencium kening Cinta, tetapi tak membuat wanita itu terusik dari tidurnya.


Merasa kasihan untuk membangunkannya, lalu Keanu membiarkannya dulu. Pria itu beranjak dari kasurnya yang kemudian segera melesat ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri dari hadas besar. Biarlah Cinta tidur dulu, karena Keanu akan membangunkannya nanti selesai dirinya mandi.


Beberapa saat kemudian, hingga Keanu selesai mandi istrinya itu masih terlelap nyenyak. Merasa kasihan akhirnya Keanu menunaikan ibadah subuhnya seorang diri saja. Pria itu kembali mendekati Cinta di saat doa sebagai penutup ibadahnya usai di panjatkan.


Tangan Keanu membelai lembut pada kepala Cinta. Tetapi tetap tak membuat Cinta terbangun. Sepertinya Cinta benar-benar kelelahan, hingga di usik bagaimana pun wanita itu tetap terlelap.


Keanu beranjak lagi. Pria itu memutuskan untuk keluar kamar dulu berencana untuk membuatkan Cinta minuman hangat. Setelah itu Keanu akan membangunkan Cinta lagi.


Saat pria itu berada di dapur, di sana ia bertemu mamanya yang juga akan mengambil minum.


Sekilas wanita itu melirik kecil kepada Keanu yang terlihat sangat segar dengan rambutnya yang masih basah dengan wajah yang begitu sumringah. Membuat ibu Ratih senyum-senyum sendiri, mengira apa yang menjadi tujuannya semalam telah berhasil. Memang benar berhasil. Cuma itu semua terjadi bukan karena efek obat, melainkan karena mau sama mau.


"Selamat pagi anak mama," sapa ibu Ratih dengan senyum lebarnya.


Keanu menoleh sambil tersenyum juga. "Pagi, Ma," balasnya.


"Kok bikin dua?" tanya ibu Ratih melihat Keanu meracik susu hangat kesukaannya ke dalam dua gelas.


"Iya, yang satu buat Cinta, Ma," jawab Keanu santai.


Ibu Ratih tersenyum lagi. Karena baru pertama kali ini Keanu peduli dengan Cinta. Sungguh pemandangan yang menyejukkan hati ibu Ratih melihatnya. Apa yang menjadi keinginannya rupanya terkabulkan sekarang. Anak dan menantunya dapat hidup bahagia layaknya pasangan suami istri yang lain.


"Sekarang Cinta di mana?" Ibu Ratih bertanya lagi.


"Ada di kamar," sahut Keanu. Lalu pria itu meletakkan dua gelas susu hangat itu dalam nampan.


"Ma, aku ke kamar ya," pamitnya yang tidak menunggu jawaban dari mamanya langsung pergi begitu saja.


Ibu Ratih hanya bisa tersenyum lega melihatnya. Sepertinya setelah ini ia harus memberi banyak waktu Keanu dan Cinta berdua saja, agar mereka bisa tambah rukun dan mesra. Mungkin lebih baik kembali tinggal bersama besannya saja itu lebih baik menurut ibu Ratih.


Senyampang ingat maka ibu Ratih segera menelpon besannya, ibu Rahayu. Saat telponnya itu di jawab, di sana ibu Ratih mengabari jika nanti atau besok ia akan datang lagi ke Yogyakarta, kota asal Cinta. Pernyataan ibu Ratih itu di sambut bahagia oleh ibu Rahayu, sebab dirinya akan memiliki teman mengobrol lagi setelah selama ini hanya tinggal bersama ART yang di bayar oleh Zayn.


Saat ini Keanu sudah berada dalam kamarnya lagi. Ia melihat Cinta sudah terbangun, cuma masih belum beranjak dari pembaringannya. Rasanya tubuhnya terasa remuk, ngilu di mana-mana. Lebih ngilu lagi pada area inti miliknya. Membuatnya agak takut untuk berjalan.

__ADS_1


"Sudah bangun, ini aku buatkan susu," sapa Keanu yang kemudian meletakkan nampan yang di bawanya ke atas nakas.


Cinta mengangguk sambil tersenyum kecil. Lalu wanita itu beranjak duduk, sebelumnya melilitkan selimut itu sebagai penutup tubuhnya yang polos. Bibirnya sedikit meringis saat wanita itu berusaha duduk tadi. Ini hanya di buat bergerak sedikit, bagaimana nanti jika dibuat berjalan. Ah, nasib pecah perawan gini amat.


Lalu Keanu menyerahkan segelas susu hangat itu kepada Cinta. Wanita itu meraihnya dan kemudian langsung meminumnya sedikit demi sedikit. Keanu pun melakukan hal yang sama. Menikmati hangat nya minuman mengandung tinggi kalori itu dengan nyaman.


"Terimakasih, Mas," ucap Cinta setelah merasa cukup meminumnya.


Keanu segera mengambil gelas dari Cinta dan pria itu meletakkannya di atas nakas lagi.


Sekilas Cinta melirik jam di dinding kamarnya, rupanya ia bangun sudah lewat dari waktu subuh. Membuatnya bereaksi kaget karena belum menunaikan kewajiban dua rokaat nya yang sebenarnya tidak telat-telat amat.


"Astaghfirullah! Mas, aku belum subuhan," panik Cinta sambil mulai menurunkan kakinya dari kasur.


"Tadi aku sudah bangunin, tapi kamunya nyenyak banget," seru Keanu.


"Ya Allah..." sesal Cinta.


Bersamaan saat Cinta akan melangkahkan kakinya, mulutnya meringis mengaduh. Sungguh nyeri sekali, seperti ada yang tertinggal di inti miliknya saat ini.


"Aku bantu jalannya. Masih sakit ya?" ucap Keanu sambil kemudian membawa Cinta menuju kamar mandi.


Cinta tak menyahut. Rasanya terlalu malu untuk mengatakan jika miliknya itu benar-benar-- Ah, sulit di jelaskan. Tangan wanita itu mengalung pada leher Keanu, sengaja menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya itu.


Hingga kemudian Keanu menurunkan tubuh Cinta dengan pelan saat sudah berada dalam kamar mandi.


"Mau aku bantuin nggak?" tanya Keanu, berasa ambigu bagi Cinta.


"Apanya?"


"Mau aku mandiin," ucapnya santai sekali.


Cinta hanya melirik jengah, tetapi senyum kecilnya kemudian mengembang di bibirnya.


"Nggak perlu. Makasih," tolak Cinta sambil mendorong dada Keanu agar segera keluar dari sana.

__ADS_1


"Kok main dorong-dorong sih?" Keanu menahan tangan Cinta.


"Kamu keluar, aku mau mandi," ucap Cinta.


"Ya tinggal mandi aja," balas Keanu, sepertinya sengaja sekali pagi-pagi sudah menggoda Cinta.


"Ikh, jangan ngadi-ngadi deh!" kesal Cinta bercampur malu.


"Ngadi-ngadi apaan? Iih... Kamu mikirnya mesum nih pasti." Keanu sengaja menunjuk hidung Cinta dengan jari telunjuknya.


Cinta tak menyahut lagi. Bibirnya terlihat manyun, tetapi membuat Keanu bertambah gemas melihatnya.


"Cup... Cup... Jangan ngambek deh, iya aku keluar. Tapi--"


Cinta melirik was-was pada Keanu.


Tangan pria itu memegangi pundak Cinta. Dan kemudian dengan cepat mencuri ciuman itu di bibir Cinta.


"Morning kiss, Istriku, adek sayang," ucap Keanu setelah berhasil melummat bibir Cinta.


Cinta hanya manyun di buatnya. Sejujurnya dalam hati wanita itu sangatlah senang dan bahagia. Pria itu benar-benar telah berubah dari sebelumnya.


Dan kemudian Keanu beranjak dari tempatnya, di ikuti Cinta yang melangkah pelan mengikutinya dari belakangnya.


Sesaat Keanu menoleh lagi, dan melihat Cinta bersiap menutup pintu kamar mandinya, dan...


Ceklek.


"Loh, kok di kunci sih, Dek?" Keanu menggedor pintu kamar mandinya.


"Kamu meresahkan, Mas!" sahut Cinta dari dalam sana.


Keanu hanya bisa terkekeh sendiri mendengarnya.


*

__ADS_1


__ADS_2