Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 139


__ADS_3

Acara aqiqah Azzam dan Azura berjalan dengan lancar. Semua tamu undangan perlahan mulai pulang dari rumah Keanu. Sedang Azzam dan Azura terlihat begitu tenang, seperti mengerti dengan situasi yang memang khusus diadakan buat mereka.


Semua orang masih terlihat sibuk membersihkan rumah usai acara, terkecuali Cinta dan Ara karena memiliki baby. Reno sebagai orang baru di rumah itu tak kalah antusias ikut membereskan juga. Sama halnya dengan Hana.


"Wah, calon mantuku ternyata rajin juga," celetuk ibu Ratih sengaja menggoda Hana yang saat itu sedang membantu mbok Nah di dapur.


"Calon mantu apaan, Bu bos? Istri kedua bos Keanu?" Hana tertawa ngakak setelah mengatakannya. Ia mengira ibu Ratih sedang mengajaknya bercanda.


Ibu Ratih ikut tertawa. Sungguh, sosok periang seperti Hana akan mampu melengkapi sisi Reno yang banyak diamnya menurut ibu Ratih. Ibu Ratih sangat ingin Reno mendapatkan pasangan hidup yang bisa membahagiakannya. Dan mungkin Hana lah orangnya.


"Hana," ibu Ratih memanggil Hana dengan serius.


Gadis itu mendekat tanpa curiga apa-apa. Hingga sampai ibu Ratih mengajaknya masuk ke kamarnya, Hana terlihat menurut tanpa banyak tanya.


"Duduk sini, Na. Aku pingin cerita sama kamu," kata ibu Ratih tanpa canggung.


Lalu keduanya sama-sama duduk di sofa bad dalam kamar itu.


"Duh, kok aku jadi tegang ya, Bu bos," ucap Hana sungguh-sungguh, karena baru kali ini ibu Ratih mengajaknya berdua di kamar. Jika bukan untuk membicarakan hal serius, tidak mungkin ibu Ratih mengajaknya berbicara intern seperti ini. Karena Hana sadar diri, dirinya di sini adalah orang luar. Sekedar bestie nya Cinta saja.


"Santai saja, Na, aku cuma mau berbagi cerita saja soal Reno," kata ibu Ratih dengan sangat santai.


"Reno? Memang ada apa sama dia?" batin Hana mulai penasaran.


Sejenak gadis itu berpikir, apa iya orang rumah yang lain tidak ada yang bisa diajak bicara, sehingga ibu Ratih memintanya menjadi pendengar ceritanya? Pasti ini ada apa-apanya. Batin Hana mendadak was-was.


"Kamu kenal Reno?" tanya ibu Ratih mulai basa-basi.


Hana mengangguk ragu, tetapi kemudian menggeleng kepala.


Ibu Ratih menyorotnya heran. Jadi bingung sendiri dengan reaksi Hana barusan.


"Aku tidak begitu kenal, Bu bos. Yang aku tahu kak Reno temannya bos Keanu," jelas Hana kemudian.


"Apa iya antara kalian tidak pernah saling mengobrol?"


"Pernah sih. Ini sebenarnya ada apa ya, Bu bos? Kok aku berasa kayak lagi di interogasi?" Hana mulai memberanikan diri bertanya.


"Santai saja, Na." Lagi-lagi ibu Ratih meminta Hana untuk tetap santai. Senyum kecilnya tersungging, membuat perasaan Hana seketika was-was.


"Mm... Apakah kamu sudah punya pacar, Na?" tanya ibu Ratih lebih intern lagi kepada Hana.


Hana menggelengkan kepala, karena memang ia sedang tidak memiliki kekasih.

__ADS_1


"Apakah kamu sedang menyukai seseorang?" Ibu Ratih bertanya lagi. Dan jawaban Hana sama, tetap menggeleng kepala yang artinya tidak sedang menyukai pria manapun.


Ibu Ratih menghela nafas lega melihat jawaban Hana. Lalu ibu Ratih dengan gamblangnya menceritakan siapa Reno sebenarnya kepada Hana. Membuat Hana seketika melongo tak percaya setelah tahu cerita yang sebenarnya.


"Bu bos baik sekali mau menerima kak Reno menjadi bagian keluarga Bu bos. Kalau orang lain, aku tidak jamin ada wanita yang mau menganggap anak madunya seperti anak kandung sendiri," seru Hana setelah ibu Ratih usai menceritakan ceritanya.


Ibu Ratih hanya tersenyum simpul menanggapi celotehan Hana.


"Makanya karena Reno sudah aku anggap seperti anakku sendiri, aku ingin dia nanti memiliki istri yang baik juga. Yaaa... contohnya seperti kamu," ucap Ibu Ratih sengaja menyentuh tangan Hana saat mengatakannya.


"Apa?" Hana memekik tak percaya. Ia tidak mungkin salah dengar kan?


"Hana, aku mau jujur. Tapi kamu jangan tersinggung ya?"


"Katakan saja, Bu bos," kata Hana mendadak bertambah gelisah.


"Aku ingin kamu sama Reno ta'arufan. Saling mengenal. Karena aku ingin menjodohkan kamu dengan Reno," jelas ibu Ratih.


Hana melongo, masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ah, Bu bos ngelawak nih," celetuk Hana, tetap menganggap ibu Ratih sekedar bercanda.


Sampai di sini Hana tak habis pikir, ibu Ratih melihat dirinya dari sisi mananya coba? Cantik, tidak begitu. Kaya, biasa saja, malah sama dengan strata Cinta. Ah, ini pasti prank!


"Hana, aku serius. Apa perlu aku panggil Reno ke sini? Biar kalian bisa ngobrol sebentar. Dia sudah tahu loh tentang ini," ungkap ibu Ratih.


Ibu Ratih diam-diam meminta Reno datang ke kamarnya melalui pesan singkat yang ia kirim ke hape Reno. Dan tak lama kemudian terdengar ketukan dari pintu kamar itu.


"Masuk saja, Reno," ibu Ratih menyuruh Reno masuk ke kamarnya.


Hana menoleh kepada Reno yang berjalan mendekatinya. Sialnya degup jantung gadis itu mendadak berdenyut aneh melihat kedatangan Reno.


"Sumpah! Kenapa aku baru sadar kalau kak Reno ganteng parah," batin Hana bermonolog.


"Duduk sini, Reno."


Suara ibu Ratih membuyarkan keterpesonaan Hana kepada Reno.


Reno duduk berhadapan dengan Hana. Pria itu nampak tenang, tidak seperti Hana yang bertambah gelisah setelah tahu kalau mereka akan dijodohkan.


"Ibu sudah bantu bicarakan. Selanjutnya itu terserah keputusan kalian. Cuma usul ibu lebih baik coba istikharah. Ibu tidak akan memaksamu, atau memaksa Hana jika memang kalian tidak berkenan. Aku sudah bertanya sama Hana, dia tidak memiliki pacar atau sedang menyukai lelaki lain. Intinya kalian masih sama-sama single. Jadi-- Ibu kembalikan keputusan ini sama kalian," ucap ibu Ratih.


"Aku mau coba istikharah dulu, Bu," sahut Reno kemudian. Dari ini sudah bisa diartikan jika Reno tidak keberatan mencoba mengenali Hana lebih dalam. Yaa... meski sebelumnya Hana terkesan tidak menyukainya saat berurusan dengan Cinta dulu. Tetapi setidaknya Reno ingin menjadi anak penurut. Sebagaimana Keanu yang juga patuh saat dijodohkan dengan Cinta.

__ADS_1


"Mm... Bu bos, aku-- pamit pulang. Ini sudah mau petang," pamit Hana. Lebih baik segera pulang, daripada berlama-lama di sini jantungnya akan tidak aman.


"Tidak sholat dulu, Na. Lima menit lagi sudah maghrib loh," cegah ibu Ratih.


"Aku lagi dapet, Bu bos."


"Tunggu sebentar, jangan terburu pulang. Biar Reno antar kamu pulang ya?"


Hana langsung menatap kepada Reno. Tak disangka pria itu malah menganggukkan kepalanya.


"Tunggu sebentar, Na, aku mau sholat dulu," kata Reno.


Lalu Hana dan Reno keluar dari kamar ibu Ratih. Sedang ibu Ratih tetap berada di kamar sekalian sholat maghrib di sana. Di luar kamar ibu Ratih, Reno meminta bertukar nomor hape dengan Hana. Dan Hana langsung memberinya tanpa banyak bicara lagi.


Saat Reno kembali ke kamarnya, Cinta mendekati Hana sambil senyum-senyum menggoda Hana.


"Rupanya Tuhan menginginkan kita tetap bersama, Na. Dari bestie akan jadi ipar." Cinta mengatakannya dengan penuh riang.


"Curang! Kalau sudah tahu kenapa nggak ngomong ke aku? Dari tadi aku sport jantung denger Bu bos bilang ini," protes Hana kepada Cinta.


"Aku juga tahunya tadi siang. Itu sebenarnya usulan mas Keanu. Dan nggak tahunya mama malah seriusin hal ini. Btw, diterima saja ya saudara ipar?" Cinta memainkan satu alisnya menggoda Hana.


"Emang kamu nggak keberatan gitu? Dia itu pernah menyukai kamu. Kenapa kamu sangat santai begini?"


Cinta terkekeh mendengarnya. Apakah pertanyaan itu tidak terbalik? Sepertinya Hana yang keberatan karena Reno pernah menyukai dirinya.


"Ih, nih orang malah ketawa," sewot Hana.


"Dengar ya, Na. Urusan kak Reno itu secuil jika dibandingkan dengan aku. Aku pernah cerita kan siapa mantan pacar mas Keanu. Kakak ipar, kak Ara, friend!" Lalu Cinta semakin cekakakan.


"Tapi aku bisa menerimanya, karena itu cuma masalalu. Bukankah setiap orang pasti pernah memiliki masalalu? Apalagi antara aku dan kak Reno tidak pernah ada ikatan apa-apa. Bukan mantan pacar pula. Jadi untuk apa aku harus keberatan tidak mendukungmu dijodohkan dengan kak Reno?"


Hana terbengong saja mendengarnya. Pikirannya mendadak buntu dihadapkan dengan hal yang mengejutkan seperti ini.


Lalu terlihat Reno datang mendekati mereka.


"Ayo, Na," ajak Reno, mempersilahkan Hana berjalan lebih dulu di depannya.


"Ehem! Ciyee... Ciyee..."


*


Hai Hai Hai readersku semua... 🤗

__ADS_1


Othor punya karya baru lagi nih, tolong mampir baca semua ygy... Semoga kalian suka dengan cerita baru othor. Dukungan dari kalian adalah semangat othor untuk selalu berkarya.



__ADS_2