Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 109


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istriku, Dok?" tanya Keanu sangat cemas.


"Istri kamu tidak apa-apa, hanya imun tubuhnya sedang lemah saja. Setelah ini saya buatkan resep obat. Tolong sambil dijaga supaya bisa minum rutin, biar bisa kuat," jelas dokter tersebut, tetapi masih ambigu bagi Keanu.


Meski tidak begitu paham dengan makna dibalik penjelasan dokter itu, intinya Keanu sudah sangat lega mendengar Cinta tidak apa-apa. Lalu dokter itu pergi, dan kemudian Keanu membalik badan berencana akan menemui Cinta. Di tempat tadi, Keanu sudah tidak melihat keberadaan Reno. Jangan-jangan?


Buru-buru Keanu berlari kecil untuk segera masuk ke ruangan Cinta. Dan benar saja, didalam ruangan itu Keanu keduluan Reno yang datang lebih dulu melihat kondisi Cinta.


"Kamu!" geram Keanu melihat keberadaan Reno yang seperti orang tak tahu diri lagi, terus nempeli istri orang.


"Mas," Cinta menyentuh tangan Keanu, mengusapnya lembut, agar suaminya itu bisa mengontrol emosinya, tidak bikin gaduh di area rumah sakit.


"Sayang, gimana? Apa yang kamu rasakan sekarang? Masih pusing nggak? Mananya yang nggak nyaman?" Keanu bertanya bertubi-tubi, saking cemasnya kepada Cinta.


Cinta tersenyum kecil menatap Keanu.


"Aku sudah tidak apa-apa, Mas. Kata dokter apa tadi? Nggak ada yang serius kan?" Cinta bertanya begitu untuk mengetahui apakah dokter itu memberitahu soal kehamilan yang masih diragukan Cinta itu kepada Keanu.


"Iya, kata dokter kamu harus banyak istirahat, nggak boleh capek-capek," jawab Keanu.


"Kamu hamil, Ta?" Tetiba Reno bertanya begitu, karena bisa jadi keterangan dokter itu adalah karena Cinta sedang hamil muda.


"Iya," sahut Cinta dengan mantap.


"Aku mengandung buah cintaku dengan mas Keanu. Apakah kamu masih mengharapkan aku, yang jelas-jelas di rahimku sekarang sudah tumbuh benih cinta aku dan mas Keanu?"


Sengaja Cinta berkata begitu demi membuat Reno menyerah kepadanya. Siapa tahu setelah ini Reno akan mundur teratur dan tidak lagi mendekatinya. Sedangkan Keanu yang mendengar perkataan Cinta itu, hanya bisa tercengang di tempat. Rasanya masih mimpi mendengar kabar bahagia itu.


Reno tersenyum pias mendengarnya. Entahlah, ia harus bahagia atau bagaimana. Sudut hati terdalamnya merasakan ada yang perih. Beginikah nasib mencintai milik orang?


"Sayang, itu benar yang kamu bilang? Kamu hamil?" Keanu bertanya sambil mendekatkan wajahnya, bertatapan dengan lekat kepada Cinta.


Cinta hanya tersenyum tipis menanggapinya. Melihat itu, seketika Keanu menghujani wajah Cinta dengan ciumannya. Itupun dilakukan didepan Reno.


Serasa tidak dianggap keberadaannya, akhirnya Reno memilih keluar dari ruangan itu. Dengan perasaan yang sulit untuk diartikan.


"Mas," sapa Cinta setelah menyadari Reno tidak ada lagi di ruangan itu.


"Hmm," Keanu menyahut sambil lalu terus mengelus lembut kepala Cinta.


"Sebenarnya aku masih tidak yakin, apakah aku hamil atau tidak," ucap Cinta, yang seketika membuat Keanu menghentikan usapannya.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Kamu tahu kan, saat ini aku lagi haid. Masa iya dokter tadi bilang aku hamil. Nggak masuk akal kan, Mas?"


Keanu bergeming saja, karena ia juga tidak paham urusan seperti itu.


"Kalau begitu kita ke dokter kandungan aja, Dek. USG, biar nyata hasilnya," kata Keanu memberi solusi.


Cinta menggeleng tak setuju.


"Kenapa, Dek?" tanya Keanu dengan perasaan yang galau sendiri.


"Aku takut hasilnya akan mengecewakan kamu," jawab Cinta sejujurnya.


"Nggak, aku nggak akan kecewa. Apapun hasilnya, aku ikhlas. Dengan kamu mau terbuka dan jujur begini, aku sebenarnya senang sekali, Dek," ucap Keanu, yang kemudian membubuhi kening Cinta dengan ciuman hangatnya.


"Mas bisa sabar kan?" ucap Cinta kemudian.


"Aku mau menunggu seminggu lagi. Setidaknya aku butuh bukti sebelum datang periksa ke dokter kandungan," jelas Cinta.


Keanu mengangguk paham. Memang sebelum datang periksa ke dokter, alangkah baiknya untuk coba testpack dulu, karena memang Cinta masih belum mencoba dengan alat itu.


"Baiklah, seminggu lagi kita USG ya?"


Cinta mengangguk setuju.


"Tadi kenapa yakin sekali bilang hamil sama Reno?" selidik Keanu, mendadak ingat dengan Reno yang nampak jelas menunjukkan wajah penuh kecewa saat mendengar kabar itu.


"Kalau tahu aku hamil anak kamu, masa iya dia masih mau menungguku? Padahal kita nggak mungkin terpisahkan kan, Mas?"


"Iya. Selamanya kita akan tetap bersama. Menua bersama. Sampai kematian yang memisahkan kita."


Cinta tersenyum mendengarnya. Dalam hati, ia mengamini ucapan suaminya itu. Agar Tuhan menjadikannya sebagai pasangan jodoh dunia akhirat.


"Mas, aku minta satu hal sama kamu," ucap Cinta kemudian. Tangannya terulur mengusap wajah Keanu yang ada lebam efek perkelahian tadi.


"Apa, Dek?"


"Tolong jangan berantem lagi sama Reno. Sama siapa pun juga. Kamu harus bisa kontrol emosi. Lihat aku, aku nggak mungkin menghianati kamu. Lelaki mana pun tidak ada yang bisa menggantikan kamu dalam hati aku. Percaya aku, Mas. Kalau ada Reno lagi, kamu cukup menghindar saja."


"Dia itu benalu rumah tangga kita, Dek!"


"Iya. Tapi itu semua tergantung kita bagaimana menyikapinya. Asal kita sama-sama kuat, dia pasti menyerah juga. Emang kamu mau tiap ketemu terus-terusan berantem, trus akhirnya saling lapor polisi atas dasar penganiayaan?"


Keanu bergeming saja. Setiap pemikiran laki-laki dan perempuan pasti berbeda. Perempuan berpikir lebih menggunakan hati dan perasaan. Sedangkan laki-laki mengedepankan otot dan otak.

__ADS_1


"Kata dokter aku boleh pulang sekarang kan, Mas?" tanya Cinta mengalihkan pembicaraan.


Keanu mengangguk. Setelah itu Keanu keluar sebentar untuk mengambil resep obat dari dokter dan juga mengurus segala administrasinya. Setelah semuanya selesai, barulah Cinta bisa keluar dari rumah sakit itu.


Keduanya pulang ke rumah dengan naik taksi, karena mobil Keanu ditinggal di kampus tadi. Dan Keanu sudah memasrahkan kepada pak Seto untuk mengambilnya ke sana.


Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di rumah. Mbok Nah terheran-heran melihat wajah Keanu yang seperti itu.


"Den Keanu wajahnya kenapa?" tanya mbok Nah panik.


"Nggak pa-pa, Mbok. Biasalah, urusan laki-laki," jawab Keanu dengan santai.


"Nggak usah dicemasin lagi, Mbok. Orang sok jagoan ya kayak dia nih," Cinta ikut bersuara.


"Eh?" Mbok Nah tercengang mendengarnya.


Semasa mbok Nah bekerja di rumah ini, dari Keanu remaja dulu, satu kalipun mbok Nah tidak pernah mendapati anak majikannya itu pulang dengan kondisi wajah seperti ini. Masa iya berubah berandal setelah berkeluarga?


Kemudian Cinta dan Keanu melangkah menuju kamarnya. Sesampainya di kamar itu, Keanu lebih dulu menyuruh Cinta ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Tanpa banyak bicara lagi segera Cinta masuk ke kamar mandi.


Begitu membuka CDnya, Cinta dibuat tertegun sesaat. Kenapa darah haidnya tidak ada? Bersih total.


"Dek," sapaan Keanu dari luar pintu kamar mandi membuat Cinta tersadar dari lamunannya.


"Ada apa, Mas?" tanya Cinta sambil menyembulkan wajahnya dari balik pintu nya.


"Ini nggak mau dicoba sekalian?" Keanu mengangkat alat testpack yang tadi dibeli saat pulang dari rumah sakit.


"Besok pagi saja. Katanya lebih akurat dicoba di pagi hari," jelas Cinta.


Keanu mengangguk paham. Setelah itu Cinta akan menutup pintunya, tetapi tiba-tiba ditahan oleh Keanu.


"Aku temenin ya?"


Cinta mengerutkan kening waspada.


"Aku takut di dalam licin, trus kalau jatuh gimana?"


"Tidak, terimakasih. Tawaran bantuan kamu itu meresahkan!"


Lalu Cinta menutup pintu kamar mandinya, tak lupa menguncinya juga.


"Loh, Dek, aku serius nih!" pekik Keanu dari luar.

__ADS_1


Cinta hanya cekikikan. Sebenarnya ia paham kalau suaminya itu mencemaskan nya. Tetapi tidak jamin juga Keanu akan bisa anteng setelah melihat tubuh polos Cinta. Akan mubadzir kata Keanu. Hahaha....


*


__ADS_2