
Keanu sengaja menunggu mbok Nah datang kembali sambil duduk santai di sofa ruang keluarga. Entah apa yang akan ditunjukkan oleh mbok Nah kepada Keanu, ART nya itu lama sekali sejak berpamitan akan mengambil sesuatu di kamarnya. Sebenarnya Keanu sudah tidak begitu ambil pusing dengan mbok Nah yang bersikap mencurigakan itu, satu hal yang membuatnya kali ini mendadak kelimpungan saat mencoba berulang-ulang menelpon Cinta, istrinya itu seperti sengaja tidak mau menjawabnya.
"Apa aku harus ke sana sekarang?" gumam Keanu seorang diri. Mendapati Cinta yang merajuk seperti ini membuatnya menjadi gemas sendiri, ingin segera menyusul istrinya di sana saat ini juga. Akan tetapi mengingat kondisi tubuhnya yang sedikit lelah dan butuh istirahat sejenak, membuatnya berpikir ulang demi keselamatannya sendiri pastinya.
Pria itu tidak habis ide. Segera ia mendial nomor telpon ibu Rahayu untuk bisa berbicara dengan Cinta. Dan benar saja, begitu panggilannya dijawab oleh ibu Rahayu, dan mengatakan tujuannya, maka ibu Rahayu memberikan telpon itu kepada Cinta dengan alasan itu adalah telpon dari Hana.
"Hai, Na," sapa Cinta tanpa memperhatikan nama yang tertera pada layar ponsel itu. Saat ini Cinta sedang berbaring bermalas-malasan di kasurnya, setelah selesai dari kamar mandi tadi.
"Assalamu'alaikum, Sayang," sapa Keanu dengan lembut.
Cinta tercengang seketika. Sampai ia menjauhkan ponsel itu dari telinganya, dan melihat lagi nama yang saat ini menelponnya.
Sejenak wanita itu melirik kepada ibunya yang sengaja tidak beranjak dari tempatnya. Mendapati tatapan ibunya yang tidak mengenakkan, dengan terpaksa Cinta meneruskan sambungan telpon itu.
"Kum salam!" Cinta menyahut ketus.
Keanu sadar dengan perubahan nada bicara istrinya itu, jadi sudah resikonya untuk merayu agar Cinta mau memaafkannya atas kecerobohannya yang kemarin.
"Sayang, aku kangen nih," kata Keanu dengan nada manjanya.
Cinta tak menyahut apa-apa.
"Pinginnya langsung susul kamu sekarang, tapi tubuh aku capek banget. Aku pingin tidur tapi nggak bisa nyenyak karena nggak ada kamu," kata Keanu lagi.
Cinta masih betah menutup mulut, walau sejujurnya hatinya merasa senang mendapat pengakuan kangen suaminya itu. Biar saja suaminya itu berusaha merayunya. Biar sama-sama tahu bagaimana rasanya diabaikan seperti perlakuannya kemarin.
"Sayang, kok diem aja, kamu nggak kangen ya?"
"Nggak!" Cinta menyahut tegas. Tentu berhasil membuat Keanu bertambah gemas sendiri.
"Aku minta maaf, Dek. Kemarin itu di sini riweh sekali. Banyak keluarga yang datang takziyah, jadinya aku nggak sempat lihatin hape. Nggak tahunya hape aku ada di mobil dari kemarin," jelas Keanu apa adanya.
"Hem," Cinta hanya menanggapinya dengan gumamannya.
Mendadak Keanu mengalihkan sambungan telepon itu berganti menjadi video call. Membuat Cinta mau tak mau menurutinya, karena masih dijaga oleh ibunya yang memperhatikannya dari sebelahnya.
__ADS_1
Bukan karena ingin mencampuri atau kepoin urusan Cinta dan Keanu, tetapi bila tidak diperhatikan begitu bisa jadi Cinta akan melancarkan jurus ngambeknya sampai Keanu datang lagi. Dan hal seperti itu sangatlah tidak baik menurut ibu Rahayu, mengingat sebenarnya yang punya salah fatal itu adalah Cinta, karena telah diam-diam pakai KB tanpa setahu Keanu.
"Coba aku lihat wajah orang ngambek kayak apa?" kata Keanu sengaja menggoda Cinta, saat sambungan telpon itu berganti menjadi VC.
Cinta sengaja menampilkan wajahnya yang cemberut maksimal.
"Duh, lihat bibir kamu manyun gitu pingin aku sosor deh," celetuk Keanu.
"Apaan sih, Mas!" Tentu Cinta jadi salting sendiri mendengarnya, karena otomatis ibunya juga mendengar itu.
"Ciyeee.... Kalau mau senyum, senyum aja, Dek, nggak usah malu. Pipi kamu merah tuh, setrumannya berasa sampai ke sini."
Cinta semakin salah tingkah, sedangkan ibu Rahayu tak kuat menahan kekehannya hingga terdengar ke Keanu juga.
"Loh, ada ibu ya, Dek?"
Cinta mengangguk. Lirikan matanya sekali lagi melihat kepada ibunya yang rupanya memilih beranjak akhirnya.
"Kamu tuh, aku malu tahu!"
"Untung ibu sudah pergi," kata Cinta lagi.
"Ya sudah, berarti bisa lanjut ngerayu kamu biar nggak ngambek lagi."
"Iih, dipikir aku gampang dirayu ya? Cuma pakai kata-kata gombalan gitu, nggak akan mempan. Weeek...." Cinta berkata sambil menjulurkan lidahnya.
"Jadi ngerayu nya harus pake apa dong?"
"Pikir sendiri lah!"
Keanu jadi terkekeh gemas mendengarnya. Dari sini sebenarnya Keanu sudah paham kalau istrinya itu sedang mode merajuk saja. Itu artinya saat menyusul Cinta nanti, dirinya harus menyiapkan surprise yang mungkin bisa membuat Cinta tidak merajuk lagi. Hem, lihat saja nanti!
"Mas, perut aku mules lagi. Udah dulu ya, aku mau ke kamar mandi lagi," kata Cinta tiba-tiba.
"Nggak lagi ngindarin aku kan?" curiga Keanu. Bisa jadi itu sekedar alasan Cinta untuk lanjut merajuk.
__ADS_1
"Ya ampun, Mas, aku beneran nih!" sungut Cinta, dengan wajah meringis nya menahan perut yang tidak bisa di kompromi.
"Habis makan apa sih, Dek? Jaga kesehatan dong, jangan suka makan yang pedas, kamu tuh keseringan soalnya."
"Aduh... Aduh... Ceramahnya nanti aja, di sini. Maaf ya, Mas, Bye... Assalamu'alaikum."
Lalu sambungan video call itu berakhir juga. Meski masih kangen ingin ngobrol lama, tetapi melihat Cinta yang banyak bicara lagi itu artinya Cinta sudah tidak marah lagi.
Sejenak Keanu menikmati kopinya lagi. Dan tak lama setelah itu mbok Nah datang mendekatinya. Keanu diam saja, menunggu mbok Nah berbicara lebih dulu.
Dilihatnya mbok Nah merogoh saku bajunya, lalu meletakkan sesuatu yang ingin ditunjukkan kepada Keanu di atas meja depan Keanu duduk.
Keanu terhenyak melihatnya. Tangannya terulur untuk mengambil barang itu, dan memperhatikannya dengan detail.
"Itu-- mbok nemu di kamar Den Keanu, waktu bersihin kemarin," kata mbok Nah.
"Mbok dapat ini di sebelah mana?" tanya Keanu, masih berusaha tenang walau dalam hati sebenarnya sudah mulai bergemuruh. Karena bisa jadi barang itu adalah milik Cinta. Tidak mungkin milik orang lain.
Mendengar pertanyaan Keanu yang begitu, itu artinya Keanu tidak tahu tentang barang itu. Membuat mbok Nah merasa mati kutu karena dengan tidak langsung dirinya lah yang menjadi biang kerusuhan antara Keanu dan Cinta.
"Mbok?" Keanu menunggu penjelasan mbok Nah.
"Di lantai dekat lemarinya--" mbok Nah tak sampai hati melanjutkan perkataannya. Apalagi melihat wajah Keanu berubah nanar, membuatnya ketakutan untuk berbicara panjang lebar.
"Lemarinya Cinta?"
Mbok Nah mengangguk gugup.
Keanu menghentak nafasnya dengan kasar, dan melempar barang itu ke atas meja. Pria itu menganggukkan kepala kepada mbok Nah, isyarat menyuruh pergi meninggalkannya sendiri. Dan akhirnya mbok Nah pergi juga, dengan perasaan yang sudah campur aduk. Antara menyesal tetapi sudah terlanjur.
Keanu mengambil lagi barang penemuan mbok Nah itu. Pria itu tersenyum getir memegang setablet pil KB yang sudah terminum separuhnya, membuat air matanya tak terasa menetes tak tahan merasakan kecewa yang begitu menyayat hati.
"Kenapa, Ta? Apakah kamu tidak mau mengandung buah cinta kita?" batin Keanu menjerit lirih, terasa sakit sekali. Alih-alih dirinya ingin menyiapkan surprise untuk Cinta saat balik nanti, rupanya dirinya sendiri yang mendapatkan surprise tak terduga dari Cinta.
*
__ADS_1