Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 132


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan Keanu dan Cinta di gelar dengan meriah. Serentetan acara yang dikemas oleh WO berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Para tamu undangan sudah bergantian datang dan pulang. Alunan musik romantis terus saja berputar, seromantis pasangan pengantin malam ini.


Akan tetapi wajah ibu Ratih kentara cemas. Keanu dan Cinta sama-sama melihat itu. Tetapi mereka berdua tidak berani bertanya kepada ibu Ratih. Akan lebih baik menunggu acara ini selesai, dan dipastikan mereka akan bertanya kenapa mamanya cemas seperti itu.


Terlihat Ziyyan yang tak mau turun dari panggung pengantin. Selalu ngintilin Keanu. Polah tingkah bocah berusia lima tahun itu menjadi tontonan para tamu undangan, menganggap lucu dan gemas dengan tingkahnya yang tak mau pisah dengan pengantin pria.


Hingga akhirnya ibu Ratih pamit mau ke toilet, meninggalkan panggung pengantin. Tetapi tujuan sebenarnya yaitu ingin menghubungi Reno yang tak kunjung datang. Padahal acara resepsi ini akan berakhir setengah jam lagi. Seandainya kondisi Cinta tidak sedang mengandung, mungkin acara resepsi itu akan sedikit lama.


Di dalam toilet, ibu Ratih terus berusaha menelpon Reno. Beberapa pesan singkat juga ia kirim kepada Reno. Sungguh ibu Ratih sangat mengharapkan Reno mau datang malam ini. Terasa ada yang mengganjal di hati, mendapati Reno tidak datang memenuhi undangannya.


Sedangkan yang ditunggu-tunggu oleh ibu Ratih sebenarnya sudah berdiri di luar gedung sekitar sepuluh menitan. Rasanya masih takut bercampur gugup untuk masuk ke gedung itu. Padahal dirinya sudah memiliki kartu undangan yang diberikan ibu Ratih kepadanya meski hanya berupa foto di hapenya, sebagai bukti untuk ditunjukkan kepada orang-orang yang berseragam mirip bodyguard yang bertugas menjaga di depan pintu masuk.


"Reno!"


Ibu Ratih yang sudah tidak sabar keluar dari gedung itu, dan begitu kagetnya melihat keberadaan Reno yang seperti enggan untuk masuk.


Reno yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke arah sumber suara. Pria itu langsung menyalimi tangan ibu Ratih dengan takdzim, begitu mereka sudah saling berhadapan.


"Kenapa tidak masuk? Acaranya sudah mau selesai, kamu malah diam di sini. Kita menunggumu dari tadi," kata ibu Ratih sambil menyeret lengan Reno, memaksanya masuk ke gedung itu.


Kita? Perasaan Reno sedikit mencelos mendengar kata kita dari ibu Ratih. Baginya tidak mungkin Keanu juga menunggu kedatangannya. Itu hanya perkataan ibu Ratih yang asal keluar saja. Karena sampai detik inipun, Keanu tidak pernah lagi menghubunginya.


Reno sudah berada dalam gedung tersebut. Masih banyak tamu undangan yang belum pulang dan seperti enggan untuk beranjak. Beberapa teman yang juga mengenal Reno turut menyapa, begitu mereka bertemu dalam pesta resepsi itu. Raut wajah ibu Ratih terlihat sumringah sekali. Membuat perasaan Reno perlahan rileks, tidak segugup seperti tadi.


Dari kejauhan Keanu dan Cinta melihat kedatangan Reno. Yang paling mengagetkan, munculnya pria itu sambil digandeng ibu Ratih. Cinta yang melihat perubahan di wajah Keanu, langsung mengusapi punggung suaminya, isyarat untuk tetap bisa tenang. Karena malam ini adalah momen penting mereka, yang tidak seharusnya kacau hanya karena tersulut emosi.


Ziyyan mulai berlari, pergi dari panggung pengantin itu untuk berkumpul lagi dengan ayah bundanya. Seperti mengerti situasi saja, seakan alam ingin menjadikan momen tersendiri untuk Keanu dan Reno saling menyapa lagi.


Ibu Rahayu yang memang tidak tahu menahu dengan permasalahan antara menantunya dan Reno, hanya bisa tersenyum hangat menyambut uluran tangan Reno yang mengajaknya bersalaman.


Ibu Ratih terus membimbing Reno hingga akhirnya pria itu berhadapan dengan Keanu. Sesaat tatapan keduanya saling bersirobok. Tak ada satu pun dari mereka, maupun Cinta untuk membuka suara.

__ADS_1


Dengan mantap Reno mengulurkan tangannya didepan Keanu. Keanu tak lekas menyambutnya, hingga terdengar suara dehaman ibu Ratih yang terkesan disengaja, akhirnya dengan terpaksa Keanu membalas uluran tangan Reno.


"Selamat, Ken. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah. Dan--" Sejenak Reno melirik perut Cinta yang terlihat membuncit, walau sudah mengenakan gaun yang mekar.


"Dan semoga kalian memiliki anak yang bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua," lanjutnya dengan tulus.


"Aamiin..." Bersamaan Cinta dan ibu Ratih mengucap kata amin setelah mendengar ucapan Reno yang tersemat do'a kebaikan untuk anak mereka.


Karena reaksi Keanu tetap acuh dan dingin, maka Reno yang lebih dulu melepas tautan tangannya. Beralih ingin menyalimi Cinta, tetapi wanita itu melirik lebih dulu kepada Keanu yang terlihat sedang membuang muka ke sembarang arah.


Maka akhirnya Cinta menyambut uluran tangan Reno.


"Selamat juga, Cinta. Dan aku juga minta maafkan atas semua salah yang aku perbuat sama kamu. Aku do'akan, semoga rumah tangga kamu terus langgeng sampai maut memisahkan," kata Reno setulus hatinya.


"Aamiin... Terimakasih do'anya, Kak. Terimakasih sudah mau datang," balas Cinta.


Lalu Reno menatap Keanu lagi. Tak disangka ternyata Keanu juga sedang menatapnya.


"Reno!" sentak ibu Ratih, sangat kaget mendengar penuturan Reno.


Reno hanya menoleh sekilas kepada ibu Ratih. Lalu tersenyum hangat, dan dengan sengaja mengusap bahu ibu Ratih didepan Keanu dan Cinta.


"Aku akan melanjutkan bisnis Ibuku di Hongkong," tutur Reno yang mana ibunya memiliki bisnis rumah makan yang menyediakan makanan khas Indonesia yang ada di Hongkong.


Ibu Ratih terdiam sejenak. Pikirannya kembali entah. Sebenarnya ia sangat ingin mendamaikan Keanu dan Reno setelah ini. Apalah daya Reno sudah membuat keputusan seperti itu.


"Ah, sudahlah! Ayo sekarang kita foto," ajak ibu Ratih kemudian. Mencoba menepis pikirannya yang sudah kemana-mana.


Ibu Ratih langsung mengatur Reno untuk berdiri tepat disamping Keanu. Kemudian mereka berempat mulai berfoto. Semua memasang senyum termanis menghadap kamera, kecuali Keanu yang masih berwajah dingin.


"Kaku amat, Bang. Senyum dong kayak tadi," seru kang foto kepada Keanu.

__ADS_1


Mendengar itu, bibir Keanu mulai tersenyum sedikit. Lalu satu jepretan foto sudah berhasil diambil.


"Ayo kita foto gaya konyol!" ajak ibu Ratih tiba-tiba. Satu tangan ibu Ratih sudah terangkat bergaya ala-ala rocker. Keanu, Cinta, dan Reno, sama-sama menatap heran kepadanya.


"Ayo! Jangan sok-sok jaim. Kayak kalian nggak pernah dekat aja," seru ibu Ratih lagi.


Lalu tanpa ragu Reno nekat merangkul pundak Keanu. Keanu tentu kaget. Sekilas melirik kecil kepada Reno, tetapi Reno sudah acuh dengan lirikan tajamnya. Dan akhirnya mereka berempat berfoto dengan gaya konyol tetapi terlihat seru.


Mendapati Keanu tidak menolak saat dirangkul, maka Reno langsung memeluknya.


"Terimakasih, Ken. Kamu sudah mau membantuku walau selama ini aku tidak baik denganmu," ucap Reno masih sambil memeluk Keanu.


Keanu masih bergeming. Sekilas melirik kepada mamanya, wanita itu nampak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya kepada Keanu.


"Hem, sama-sama," sahut Keanu kemudian, sambil melepas pelukan Reno, karena merasa risih berlama-lama berpelukan dengan cowok.


Mendengar permintaan maafnya diterima oleh Keanu, senyum riang Reno langsung terukir. Ibu Ratih kembali mendekati mereka.


"Mama harap setelah ini kalian tetap akur seperti ini. Apalagi kalian ini saudara," ucapnya yang tentu membuat Keanu terperangah mendengarnya.


"Jangan kaget begitu. Kamu pikir mama tidak tahu? Mama sudah tahu dari dulu, bahkan saat kamu masih dalam perut mama," kata ibu Ratih kepada Keanu.


"Jadi-- Siapa yang kakak, siapa yang adik?" celetuk Cinta, ikut nimbrung obrolan intim mereka.


"Mana mama tahu? Yang tahu cuma papa kalian. Tanyakan saja di kuburannya sana!" sahut ibu Ratih dengan ketus.


Cinta yang melihat jelas perubahan mimik wajah ibu mertuanya itu, langsung terkekeh lucu. Dan Reno pun ikut tertawa kecil. Berbeda dengan Keanu yang masih banyak diam. Butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan ini. Walau mamanya sudah mau menerima semuanya.


"Ayo, Reno, kita ambil makanan," ajak ibu Ratih kepada Reno.


*

__ADS_1


__ADS_2