
"Kenapa natapnya kayak gitu?" Keanu jadi bertanya-tanya setelah melihat Cinta menyorotnya dengan tajam.
Cinta langsung memalingkan wajah, gelagapan di tanya begitu oleh Keanu.
"Ayo duduk, kita harus bicara."
Tangan Keanu terangkat berniat akan menarik Cinta agar mau duduk, tetapi tertahan begitu melihat Cinta menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa bangun sendiri," ucap Cinta yang kemudian ikut duduk bersebelahan di samping Keanu.
Sesaat keduanya saling duduk dalam diam. Belum ada yang mau membuka suara lagi. Apalagi Cinta yang terus saja membuang muka ke samping, menghindari diri dari pemandangan dada bidang suaminya yang entah mengapa baru kali ini Cinta mendapati suaminya itu tidur dengan bertelanjang dada. Biasanya tidak.
"Cinta, lihat aku," sapa Keanu lagi.
Cinta tentu mendengarnya, tetapi jujur ia merasa agak canggung melihat Keanu yang begitu.
"Hei..." Kali ini tangan Keanu menyentuh paha Cinta, bermaksud ingin membuatnya menoleh kepadanya, tetapi sepertinya hal itu membuat Cinta terjengkit kaget.
"Kamu nggak noleh, aku bisa nekat loh," seloroh Keanu yang seketika berhasil membuat dada Cinta kembali bergetar tak karuan.
Keanu berangsur mendekatkan wajahnya, sebenarnya berniat ingin menggodanya saja, demi melihat reaksi Cinta yang membuat Keanu semakin gemas.
"Pake baju dulu sana!" Gadis itu mendorong dada Keanu yang sudah berdekatan dengannya.
Keanu tersenyum tipis, pun ia mundur perlahan tetapi tidak beranjak dari tempatnya.
Cinta yang menyadari jika suaminya itu tidak beranjak untuk mengambil baju, jadi gemas sendiri. Sebelumnya gadis itu menghela nafasnya berulang-ulang, setelah itu memberanikan diri menoleh pada suaminya yang duduk dengan tenang sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
"Gimana mau pake baju, bajuku saja kamu pake," seloroh Keanu sambil tersenyum menggoda.
"Alasan! Kayak nggak punya baju lain aja. Aku cuma pinjam sekarang doang, tadi darurat."
Lalu Cinta berdiri, berniat akan mengambilkan Keanu baju untuk dipakai, tetapi Keanu salah paham mengira Cinta akan pergi menghindarinya lagi.
Segera Keanu menarik tangan Cinta dan menjatuhkan tubuh istrinya itu dalam pangkuannya.
"Mas!" Spontan Cinta memukul pundak Keanu, efek kaget.
"Kamu mau pergi lagi?" tanya Keanu menyorotnya tepat pada netra gadis itu.
"Aku mau ambilkan kamu baju, aku risih lihatnya," jawab Cinta jujur.
"Nanti bakalan terbiasa juga." Pria itu semakin merapatkan lingkaran tangannya pada pinggang Cinta.
"Perkataan dia makin aneh!" Naluri Cinta mendadak was-was.
__ADS_1
"Mas, aku nggak enak duduk begini." Cinta berusaha melepas tangan Keanu, tetapi pria itu malah mencondongkan wajahnya sehingga membuat Cinta langsung memejamkan matanya.
"Kenapa dia jadi begini? Meresahkan!" batin Cinta bertambah ketar-ketir.
Keanu memundurkan wajahnya. Sebenarnya ia tidak berniat apa-apa sebelumnya. Berhubung Cinta semakin membuatnya gemas sendiri, rasanya sayang kalau tidak di goda.
"Tolong maafkan aku," seru Keanu kemudian.
Pria itu sengaja meniup pelan pada mata Cinta yang terpejam. Alhasil Cinta akhirnya membuka matanya.
"Mau maafkan nggak?" tanya Keanu lagi.
"Minta maaf kok maksa?"
"Kalau nggak di paksa nggak enak," balas Keanu ngadi-ngadi sekali.
"Apaan sih, nggak jelas!" Bibir Cinta mulai mengerucut. Entahlah, ingin kesal tapi nyatanya pria itu sangat manis sekali malam ini.
"Mm... Apakah kita akan terus begini, Ta?" tanya Keanu, ambigu sekali bagi Cinta.
"Kita sudah sejauh ini. Oke! Mungkin awalnya ini memang salah aku karena sempat menolak pernikahan ini. Aku minta maaf, sudah buat kamu terdzolimi selama ini. Aku nggak akan janji, karena manusia tak luput dari sifat lupa dan khilaf. Tapi mulai detik ini, malam ini, aku akan menjadi suami kamu sebagaimana mestinya. Suami yang bertanggung jawab, suami yang menyayangi istrinya. Tolong bantu aku, karena aku ingin belajar mencintai kamu," tutur Keanu setulus hati.
Cinta seketika terdiam. Hatinya mendadak terenyuh mendengarnya. Entah itu sekedar rayuan atau tipu muslihat, tetapi dalam hati Cinta mengamini ucapan suaminya itu agar terkabulkan menjadi nyata. Sebuah ungkapan yang ingin belajar mencintai dirinya. Perempuan mana yang tidak merasa senang?
"Jadi, kamu mau maafin nggak?" tanya Keanu lagi.
"Soal apa?" tanya Keanu. Sesuai dengan ucapannya, mulai detik ini pria itu akan selalu terbuka kepada Cinta.
"Shelyn," jawab Cinta dengan ketus.
Sekilas senyum kecil pria itu terukir lagi, membuat Cinta sedikit dongkol di buatnya. Kenapa sepertinya ia senang sekali jika ditanya tentang Shelyn.
"Kenapa kamu bisa ketemu sama dia? Janjian?" selidik Cinta.
Keanu menggelengkan kepalanya.
"Bohong!"
"Beneran nggak janjian, cuma nggak sengaja ketemu aja," jelas Keanu.
"Nggak sengaja ketemu tapi nikmat sekali makan berdua sama dia."
"Kok kamu tahu?"
"Tahulah!" Cinta melengos kan wajahnya lagi.
__ADS_1
"Cemburu ya?" goda Keanu sambil meraih dagu Cinta agar saling berhadapan lagi.
Cinta tak menyahut. Tanpa di jelaskan seharusnya Keanu tahu jika istrinya itu sedang cemburu akut.
Spontan Cinta beranjak berdiri dan berpindah duduk, tak lagi berada dalam pangkuan Keanu. Kedua tangannya terlipat di dada, dengan wajah yang bertekuk masam.
"Baiklah akan aku jelaskan," ucap Keanu kemudian.
Cinta sekilas melirik, mendapati suaminya yang berdiri dari tempatnya. Tetapi seketika itu juga tubuh Cinta terangkat dalam gendongan Keanu. Pria itu membawa istrinya menuju ranjang.
"Mas! Mas Keanu! Turunkan nggak?" Gadis itu terus memberontak meminta turun, tetapi Keanu tidak menggubris nya sama sekali.
Dengan sangat hati-hati Keanu merebahkan tubuh istrinya di kasur itu. Dan pria itu ikut berbaring di sebelahnya, sambil menopangkan tangannya sebagai bantalan kepalanya.
Deru nafas Cinta terus membuncah. Berada satu kasur dengan suaminya membuatnya sangat resah.
"Aku mau jelaskan, kamu mau dengerin nggak?" ucap Keanu santai sekali.
Cinta hanya diam, terlalu sibuk mengatur hatinya yang dibuat resah oleh suaminya itu. Tetapi sejujurnya Cinta sudah menunggu penjelasan itu.
"Tadi sore aku ada ketemu sama teman bisnis di restoran itu. Soal itu kamu tahu kan?"
Cinta tetap tak menyahut. Tetapi ia mendengarkan dengan serius apa yang akan di katakan suaminya itu.
"Selesai ketemu itu nggak tahunya ada Shelyn, dia nyamperin aku. Itu benar-benar kebetulan. Tiba-tiba Shelyn main pesan minuman buat aku, padahal aku sudah nolak karena aku ingin pulang. Dia bilang katanya ini yang terakhir ketemu sama aku, makanya aku mau ngobrol sebentar sama dia, sebatas menghargai saja, nggak lebih," jelas Keanu apa adanya.
"Kamu kok bisa tahu kalau aku ketemu Shelyn?" Sungguh Keanu sangat penasaran dari mana Cinta tahu itu.
"Shelyn kirim foto kalian, biar aku cemburu kali," jawab Cinta.
"Tapi kamu beneran cemburu kan akhirnya?" Pria itu sengaja mengerlingkan sebelah matanya.
"Berarti kamu sekongkol sama dia?" tuduh Cinta, melihat reaksi suaminya yang kesenengan Cinta cemburu.
"Sekongkol apaan? Nggak lah! Yang ada aku hampir terjebak sama dia," seru Keanu teringat kembali betapa sialnya berjuang seorang diri untuk terlepas dari jeratan pengaruh obat perangsang itu.
Cinta terdiam lagi. Pikirannya kembali negatif dengan motif di balik Shelyn mencampuri minuman Keanu dengan obat itu. Seketika Cinta menatap sengit pada Keanu, membuat pria itu tertegun sejenak, mengapa Cinta menatapnya begitu.
"Kenapa natapnya kayak gitu?"
"Aku nggak bisa bayangin kalau kamu benar-benar terjebak sama Shelyn, dan kamu--"
"Sssttt..!" Keanu meletakkan satu jarinya menempel di bibir Cinta.
"Nggak usah bayangin sama orang lain, mending langsung praktek biar nggak cuma bilang membayangkan," seloroh Keanu benar-benar nekat.
__ADS_1
*