
Saat Cinta akan berpaling dari tatapan suaminya yang meresahkan naluri nya itu, Keanu mengulang perkataannya yang meminta air minum. Entah benar-benar haus atau hanya jebakan, rasanya Cinta terlalu takut di buatnya.
Karena tiada respon apa-apa dari Cinta, perlahan Keanu memejamkan matanya lagi. Hembusan nafas pria itu seperti orang yang tidak tenang, membuat Cinta sedikit percaya jika suaminya itu tidak sedang modus.
Walau agak was-was akhirnya Cinta meraih segelas air putih yang memang Cinta siapkan di atas nakas samping ranjangnya. Lalu menyerahkannya kepada Keanu dengan wajah yang sedikit melengos.
"Ini airnya," ucap Cinta dengan pelan.
Mendengar sapaan Cinta, Keanu membuka matanya lagi. Perlahan pria itu beranjak duduk dan kemudian mengambil air itu dari tangan Cinta.
Kerongkongan yang terasa kering, belum lagi suhu tubuh yang sedikit menggigil, terasa sedikit melegakan ketika segelas air minum itu habis terminum oleh Keanu.
"Terimakasih," ucap Keanu pelan, yang kemudian Cinta mengambil gelas itu lalu meletakkan kembali ke atas nakas.
"Kamu mau tidur di mana? Jangan pergi, aku sudah jinak. Soal tadi aku minta maaf," ucap Keanu.
Cinta hanya bergeming. Sebenarnya ia sudah memaafkan pria itu, karena apa yang di lakukannya di bawah kendalinya. Dan lagi seperti itu sepatutnya sudah wajar di lakukan bagi pasangan suami istri. Seharusnya yang perlu meminta maaf adalah Cinta, karena ia masih belum siap menyerahkan permintaan suaminya itu.
Kemudian Keanu menyingkap selimutnya dan menurunkan kakinya dari ranjang.
"Kamu tidurlah di sini, aku tidur di sofa," seru Keanu sungguh-sungguh, sambil menepuk kasur menyuruh Cinta tidur di ranjang.
"Tidak, Mas," sahut Cinta dengan menggelengkan kepalanya. Keanu seketika terdiam, menatap Cinta dengan sendu.
"Aku yang akan tidur di sofa, kamu tetap di sini. Sepertinya kamu sedang kurang baik," terang Cinta lalu segera beranjak ke sofa, tanpa menoleh lagi kepada Keanu.
Keanu tetap berdiri di tempatnya, tak bisa berkata lagi di saat melihat Cinta sudah berbaring di sana. Pria itu bukan nya tega membiarkan istrinya tidur di sofa, tetapi demi melihat istrinya yang sepertinya agak takut berdekatan dengannya sementara ini tidak apa-apa. Besok atau secepatnya Keanu akan berusaha menebus kesalahannya itu yang membuat Cinta kini menghindarinya.
Keanu duduk di bibir ranjang sambil memperhatikan Cinta yang berbaring memunggunginya. Tersenyum hangat saat menyadari bahwa istrinya itu saat ini mengenakan kaos miliknya. Namun matanya tersita pemandangan seduktif dari celah paha mulus gadis itu.
"Astaga!" gumam Keanu sambil menundukkan wajahnya.
Setelah kejadian di kamar mandi itu, sungguh membuat Keanu merasa ada yang aneh pada dirinya sendiri. Naluri kelelakiannya seakan kembali bergejolak, tetapi buru-buru Keanu menepisnya sebelum hassrat itu kembali menguasai dirinya.
Lalu Keanu memilih berbaring lagi, saat ini ia dan Cinta sama-sama saling membelakangi. Tetapi sungguh Keanu tidak dapat memejamkan matanya sedetik pun. Bayangan tentang kejadian panas itu terus saja menari-nari di benaknya.
__ADS_1
Sedangkan Cinta juga merasakan hal yang sama seperti yang Keanu rasakan. Gadis itu pun juga sulit memejamkan matanya, terlalu resah akan mendapatkan serangan mendadak dari suaminya lagi. Sebenarnya ia bisa saja pergi tidur pisah kamar dengan Keanu, tetapi gadis itu takut akan melukai perasaan ibu Ratih bila nanti kepergok olehnya.
Tanpa Cinta sadari jika saat ini Keanu sedang melangkah mendekatinya. Sebuah selimut tebal tiba-tiba menutupi tubuhnya. Membuat Cinta langsung membalikkan badan, lalu seketika memasang tatapan horor pada sosok Keanu yang sudah berdiri di dekatnya.
"Selamat malam," ucap Keanu dengan lembut. Bibirnya pun turut mengulaskan senyumnya untuk Cinta.
"Ah, kenapa dia manis sekali? Tapi tetap waspada, Cinta. Bisa jadi ini modus!" batin Cinta bermonolog memperingatkan diri sendiri.
"Yakin mau tidur di sini?" tanya Keanu lagi.
Cinta hanya mengangguk, tanpa bisa berkata apapun lagi.
Keanu menghela napas panjangnya. Tetapi setelah itu senyum kecilnya terbit lagi. Kenapa mendadak jadi murah senyum begini coba?
"Ya sudah. Setidaknya baju aku bisa menghangatkan kamu malam ini," selorohnya begitu saja.
"Hah? Apa dia bilang?" batin Cinta bersuara lagi.
Seketika gadis itu ingat dengan kaos yang di pakainya saat ini. Mendadak salah tingkah di buatnya, sehingga kemudian memilih menyembunyikan wajahnya dari balik selimut itu.
Saat ini Keanu berbaring lagi di kasurnya, tetapi tatapannya tak berpaling terus menatap Cinta yang betah membungkus diri dengan selimut itu.
Sedangkan Cinta yang mulai merasa engap dan agak gerah, mulai membuka sedikit demi sedikit selimut itu. Merasa suaminya itu sudah tidak ada di dekatnya, maka ia membukanya dengan yakin.
"Nggak bisa tidur ya?" sapa Keanu dari kasurnya.
Cinta tercengang. Kaget lagi. Dan lalu menoleh kepada Keanu yang rupanya sedang menatapnya.
"Aku juga nggak bisa tidur," tutur Keanu tanpa ada yang bertanya sebelumnya.
"Maafkan aku ya, Ta?" ucap Keanu lagi. Keduanya saling berpandangan cukup berjarak. Tetapi tatapan mereka seakan begitu dalam, hingga mampu menimbulkan desiran hangat pada hati masing-masing.
"Ta, jawab dong permintaan maafku. Aku terima meski kamu nggak maafkan. Aku memang salah sudah buat kamu ketakutan. Jangan-jangan kamu sudah jijik berdekatan sama aku."
"Kamu ngomong apa sih?" sahut Cinta pada akhirnya. Sungguh Cinta merasa tak enak sendiri mendengar ucapan Keanu itu. Bukan seperti itu alasan Cinta menghindarinya. Ah, laki-laki memang sulit mengerti.
__ADS_1
Sorot mata Keanu seketika berbinar riang saat mendengar respon Cinta.
"Tidur lah, Mas, ini sudah malam," ucap Cinta lagi, sengaja mengalihkan ke hal lain.
"Nggak bisa tidur kalau kamu belum jawab permintaan maafku," seru Keanu mendadak dirinya bisa lebih enjoy berbicara dengan Cinta setelah kejadian itu.
"Malam ini aku nggak punya jawaban," balas Cinta. Merasa tergoda untuk menguji seberapa gigih Keanu bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu.
"Duh, alamat nggak bisa tidur semaleman kalau gini," ucap Keanu agak lebay jadinya.
"Kamu tiba-tiba aneh, Mas," ucap Cinta lagi.
"Sepertinya obat itu ngefek ke otak kamu ya?"
Keanu menatap Cinta lebih intens.
"Kamu tidak menyukai aku, tiba-tiba saja merengek meminta maaf, seperti butuh di maafkan. Padahal sebelumnya kamu nggak begini."
Seketika Keanu bangun dan duduk di tempatnya. Cinta yang melihat ada tanda-tanda tidak nyaman itu, seketika merapatkan selimutnya lagi. Jemarinya mencengkram ujung selimut itu dengan kuat. Apa karena ucapannya itu membuat Keanu tersinggung mendengarnya? Tetapi itu benar kan?
Tak di sangka Keanu berjalan mendekatinya, dan langsung ikut duduk di sofa yang sama dengan Cinta.
"Ma-mau apa, Mas?" tanya Cinta semakin resah.
"Kita harus bicara, Ta," ucap Keanu dengan yakin.
"Harus sekarang?"
Keanu mengangguk.
Gadis itu melirik jam dinding yang berada di kamar itu. Sudah lewat dari tengah malam.
"Aku nggak bisa nunggu sampai besok. Kita harus bicara dari hati ke hati."
*
__ADS_1