Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 69


__ADS_3

Cinta segera menyusul Keanu yang masuk ke kamarnya. Wanita itu melihat pria itu sedang mengganti pakaiannya.


"Mas," sapa Cinta sambil mendekat berdiri di samping Keanu.


Keanu menoleh. Tangannya sibuk memasukkan lengannya ke lengan baju kemejanya.


"Sini aku bantu." Cinta segera mengambil alih untuk membantu memasangkan kancing bajunya.


Keanu tidak menolak. Tetapi pria itu nampak kembali dingin kepada Cinta seperti semula.


"Mau antar mama sampai mana?" tanya Cinta penasaran. Tidak mungkin juga kalau Keanu akan mengantar ibu Ratih sampai ke Yogyakarta, sebab kalau benar begitu Keanu pasti sebelumnya akan memberitahunya dulu.


"Sampai bandara," jawabnya singkat.


"Mm... aku boleh ikut nggak?"


"Yakin udah bisa jalan cepet?" seloroh Keanu tiba-tiba.


Entah itu kata penolakan atau sekedar candaan, tiba-tiba saja Cinta mendadak sensi perasaannya. Wanita mana yang tidak sensi, setelah berhasil di renggut kesuciannya malah berubah dingin lagi. Mendadak pikiran itu menjadi negatif thinking terhadap Keanu.


Wanita itu sudah selesai mengancingkan baju kemeja Keanu. Sekilas tersenyum kecil kepada Cinta dan segera pria itu mengemasi keperluan penting yang harus ia bawa, seperti dompet dan handphone.


"Kok belum di makan?" ucap Keanu setelah mendapati sarapan roti bakar selai kacang yang ada di meja dekat sofa belum tersentuh.


Cinta yang baru sadar jika ada makanan itu di sana hanya bisa tersenyum kikuk.


"Baru tahu kalau ada itu," ucapnya sambil kemudian beranjak untuk mengambilnya.


"Jangan telat makan, ini sudah siang, malah beberapa jam lagi sudah waktunya makan siang," ujar Keanu penuh perhatian karena memang dari tadi istrinya itu melewati sarapan paginya karena tidur.


Cinta mengangguk patuh sambil tersenyum kecil. Wanita itu segera menggigit roti itu dengan nikmat. Rupanya di balik sikap dinginnya suaminya barusan, masih perhatian juga dengannya. Mungkin makanan itu sudah di siapkan Keanu tadi, saat Cinta masih tertidur.

__ADS_1


"Pelan-pelan makannya." Keanu mengusap ujung bibir Cinta yang sedikit belepotan karena selai itu.


"Aku pamit ya," ujarnya lagi yang kemudian membubuhi kecupan hangat di kening Cinta sebagai salam kepergiannya.


Cinta hanya mematung di tempat. Suaminya itu benar-benar tidak menjawab permintaannya untuk ikut mengantar ibu Ratih ke bandara. Wanita itu kemudian hanya bisa duduk dengan lemas di sofa itu setelah melihat Keanu keluar dari kamarnya.


Di sini Cinta kembali bingung dengan sikap Keanu. Kenapa sulit sekali untuk memahami sikap suaminya itu. Semenit berubah hangat, semenit lagi berubah dingin.


Hingga setelah mendengar suara mesin mobil yang menyala, barulah Cinta beranjak dari tempatnya. Wanita itu menuju balkon kamar sambil melihat kepergian suaminya bersama ibu mertuanya hanya dari balkon itu.


Merasa malas mau bergerak dan melakukan aktifitas lainnya, jadilah Cinta seharian itu hanya mengurung diri di kamar saja. Dan kembali menikmati roti itu dengan sedikit minat.


"Keanu, kamu sama Cinta baik-baik saja kan?" Ibu Ratih bertanya saat mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara.


Wanita paruh baya itu sedikit mencurigai gelagat Keanu yang agak aneh saat berpapasan dengan Cinta tadi. Padahal sudah yakin kalau semalam mereka berdua itu berhasil unboxing, kenapa malah berubah dingin lagi.


"Nggak kenapa-napa, Ma. Ada apa emangnya?" Keanu menjawab sekaligus bertanya balik kepada mamanya.


Keanu langsung melirik kikuk kepada mamanya. Mungkin karena tak sengaja melihat banyak bekas merah di leher Cinta itu yang membuat ibu Ratih tahu jika mereka sudah menghabiskan malam panjang layaknya pengantin baru.


Sejujurnya tak terbesit sama sekali dalam pikiran Keanu untuk menjadi seperti yang di istilahkan mamanya itu. Rasanya seperti lelaki bejat saja kalau dirinya benar-benar memperlakukan Cinta seperti itu setelah madu manisnya terengguk olehnya.


"Gimana, gimana? Duh, anak mama sudah nggak perjaka lagi nih," goda ibu Ratih semakin menjadi.


"Ah, Mama! Ngomong apa sih!" Tentu saja wajah Keanu langsung memerah di goda seperti itu oleh mamanya.


Sesaat ibu Ratih terkekeh sendiri. Sebenarnya hal seperti ini agak tabu untuk di bicarakan bersama anaknya, tetapi demi tidak membuat suasana menjadi tegang maka dengan sengaja ibu Ratih menggoda putra semata wayangnya itu.


"Kalian yang rukun ya, Ken. Mama tuh senang sekali melihat kalian akur, hidup bahagia. Rasanya mama tuh sudah pasrah akan di ambil Tuhan kapanpun karena sudah tenang melihat kamu dan Cinta bahagia." Sorot mata ibu Ratih seketika mengembun.


"Dengar, Ken, Cinta itu perempuan baik juga sholehah. Mama jamin nggak akan ada perempuan penurut seperti dia. Tolong jaga baik-baik. Karena sesuatu yang baik itu sulit datang ke dua kalinya," pesan ibu Ratih kepada Keanu sambil mengusap penuh kasih pada lengan Keanu.

__ADS_1


Keanu terdiam mendengar pesan kebaikan dari mamanya itu. Bibirnya tersenyum tipis menanggapi pesan yang di ucapkan mamanya. Setidaknya dengan di iringi ridho orang tua, rumah tangga yang ia bina itu akan senantiasa dalam lindungan Tuhan.


Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih menuju bandara, akhirnya Keanu melepas keberangkatan mamanya di sana. Setelah memastikan segala urusan mamanya berjalan lancar, maka Keanu segera pergi dari bandara untuk kemudian pergi ke resto miliknya.


Pulang pergi dari bandara butuh jarak tempuh yang lumayan melelahkan. Membuat Keanu seketika langsung masuk ke ruang kerjanya begitu ia sampai di resto. Belum juga punggung itu menyender di sofa yang ada di ruang kerjanya, tiba-tiba pintu ruang itu terbuka.


"Hai, Ken," sapa Shelyn yang langsung nyelonong masuk tanpa perlu meminta ijin dari Keanu.


Keanu mendengus kesal. Mendadak ia sangat tak suka dengan kemunculan Shelyn yang tiba-tiba datang entah tujuannya apa. Tetapi pria itu mencoba tetap tenang dan biasa saja. Selebihnya tetap waspada agar tidak terjerumus oleh jebakan yang mungkin akan di lakukan wanita nekat itu lagi kepadanya.


Tiba-tiba saja Shelyn duduk persis di sebelah Keanu. Dan tanpa sungkan lagi langsung merebahkan kepalanya di pundak pria itu sambil mengaitkan tangannya pada lengan Keanu.


"Shel!" Keanu berusaha melepas tangan Shelyn dari tangannya. Tetapi wanita itu sangat keras kepala dan ngeyelan.


"Ck!" Mulut Keanu berdecak sangat jelas. Tetapi Shelyn sungguh tak peduli bagaimana raut tak suka Keanu dengan kedatangannya.


"Kamu mau apa ke sini?" tanya Keanu. Sebenarnya malas untuk meladeni Shelyn, tetapi sudah terlanjur datang membuatnya sedikit penasaran dengan kedatangannya.


Wanita itu malah memandangi wajah Keanu cukup dekat. Hingga ketika mata itu membentur adanya satu kerlipan merah di leher Keanu, membuat Shelyn menyorot tajam.


Dadanya bergemuruh layaknya air yang mendidih. Sungguh sakit hati sekali melihatnya. Apa yang menjadi ekspektasinya rupanya orang lain yang merasakannya. Tetapi bukanlah Shelyn jika wanita itu tidak memiliki ide licik lainnya.


Senyum devilnya tersungging di bibir tipisnya. Wanita itu benar-benar memanfaatkan kesempatan baik saat Keanu berpaling muka darinya sambil memejamkan mata karena menghindari tatapan mata Shelyn yang-- Ah, entahlah!


Cekrek.


Satu buah gambar tiba-tiba berhasil Shelyn ambil saat dirinya merebah manja di pundak Keanu. Sadar akan hal itu, Keanu tiba-tiba mendorong Shelyn dari tubuhnya. Sorot mata pria itu seketika menyala penuh amarah kepada Shelyn.


"Kau!"


*

__ADS_1


__ADS_2