Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 33


__ADS_3

"Astaga!" pekik ibu Ratih sangat kaget setelah meyakini dua orang yang sedang berduel dalam postingan itu adalah Keanu dan Reno.


"Kenapa Keanu bisa berantem gitu ya, Tan?" tanya Shelyn ikut kepo.


Tetapi ibu Ratih tak menjawabnya, karena ia sendiri juga belum tahu apa penyebab anaknya itu berduel dengan kawan bisnisnya.


Wanita paruh baya itu segera keluar dari rumahnya, berencana akan mencari Keanu dengan meminta bantuan pak Seto. Dan Shelyn sendiri kembali memutar video itu, karena sepintas ia melihat adanya seorang perempuan yang terekam juga pada video itu.


"Ini bukannya--" gumamnya tak di lanjutkan. Tetapi kemudian menengok ke arah dapur mencari sosok yang ia kira wanita yang ada di video itu adalah pembantu rumah ini.


"Eh, kemana dia?" tanyanya heran. Setelah memastikan sendiri jika wanita yang di carinya itu tidak ada di rumah ini.


"Ah, berarti benar. Tapi kenapa dia bisa ada di sini? Bukannya beres-beres rumah malah keluyuran sampe ke sana," gerutunya kesal sendiri.


"Tapi ini di mana sih kejadiannya?" Dan Shelyn lagi-lagi menonton postingan yang langsung viral itu.


Bruuuuum.....


Shelyn terjengkit kaget saat tak sengaja mendengar bunyi mobil di luar sana.


"Ah, tante Ratih!"


Segera wanita itu berlari keluar rumah. Berteriak memanggil ibu Ratih yang sudah di bawa mobil keluar pagar rumah. Padahal awalnya ia ingin ikut ibu Ratih mencari Keanu, tapi karena keasyikan melihat ulang postingan itu membuatnya ketinggalan.


Sedangkan keadaan di rumah sakit, saat ini Keanu sudah berada di ruang rawat. Setelah mendapatkan beberapa rawatan intensif dari dokter, akhirnya Keanu bisa istirahat tenang di kamar inapnya itu. Dan Cinta sendiri sedari tadi dengan sabar menunggu Keanu di sampingnya. Duduk dengan gelisah sambil menggenggam erat tangan suaminya, sembari menggumamkan doa agar suaminya itu lekas sadar kembali.


Tak lama setelah itu seseorang mengetuk pintu kamar Keanu di rawat. Baru gadis itu akan beranjak, tetapi pintu itu sudah terbuka dulu.


"Mama!" seru Cinta kaget melihat ibu Ratih datang.


Setahu Cinta ibu Ratih masih ada di Yogyakarta bersama ibunya.


"Cinta, bagaimana keadaan Keanu, Sayang?" Ibu Ratih langsung mendekat ke anaknya yang masih terbaring tak sadarkan diri.


Tangan wanita itu membelai pada pipi Keanu yang mulai muncul memar. Sejujurnya ada rasa kecewa kenapa anaknya itu bisa lepas kendali, tetapi ia tak boleh menampakkannya sebelum tahu penyebab pasti kejadian ini.


"Bagaimana ini bisa terjadi, Sayang?" Ibu Ratih bertanya lagi kepada Cinta, saat mereka berdua sudah sama-sama duduk di sofa yang ada di kamar itu.


Cinta menggeleng. Tidak mungkin ia akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu sama saja Cinta menggali lobangnya sendiri. Karena jika sampai ibu Ratih tahu itu di sebabkan karena ia keluar berdua dengan Reno, apa itu bukan cari masalah baru coba?

__ADS_1


Ibu Ratih hanya menghela nafas beratnya. Seandainya tadi ibu Ratih lebih teliti melihat video tadi, mungkin ia akan terus mencerca Cinta hingga sampai mengaku.


"Sekarang Reno di mana?" Nada bicara ibu Ratih lebih meninggi, geram pastinya.


Tetapi jawaban Cinta hanya menggeleng lagi.


Ibu Ratih menghela nafasnya lagi. Kemudian wanita itu merangkul pundak Cinta, merebahkan kepala menantunya itu di pundaknya dan mengelusnya penuh kasih.


"Maafkan Keanu ya, Nak. Maaf kalau selama ini Keanu ada berbuat salah sama kamu," ucap ibu Ratih, mengiba permohonan maaf untuk Keanu kepada Cinta.


Perlahan Cinta pun mengangguk, tetapi tidak mengeluarkan kata-kata lagi dari mulutnya. Di peluk hangat oleh sosok ibu mertua seperti ibu Ratih, rasanya cukup mengalihkan rasa galau yang menerpa hatinya saat ini.


Keduanya melerai pelukannya begitu tak sengaja melihat Keanu mulai bergerak. Bersamaan mereka mendekati Keanu, berdiri menatapnya di samping pria itu berbaring di ranjang pasien.


"Alhamdulillah, Mas, akhirnya kamu sadar juga," seru Cinta, saking terharunya membuat gadis itu spontan memeluk tubuh Keanu.


Keanu tercengang di tempat. Bukan karena di peluk Cinta, tetapi karena adanya sosok mamanya di kamar itu.


"Mama," sapa pria itu dengan suara lemahnya.


Cinta melepas pelukannya. Beralih menatap ibu Ratih yang tersenyum sambil mengangguk kepada Keanu.


"E... Itu--"


"Hanya salah paham saja, Ma." Cinta terpaksa ikut menimpali agar segera selesai.


Ibu Ratih menatap heran kepada menantunya itu. Tadi saja saat di tanya reaksinya hanya gelengan kepala. Sekarang malah ikut menjawab seperti ini.


"Benar itu, Ken?" Ibu Ratih menyorot tajam kepada Keanu.


Keanu mengangguk. Setidaknya jawaban Cinta sedikut membantunya. Bersyukurnya lagi rupanya Cinta tidak mengadu kejadian yang sebenarnya terjadi.


Diam-diam pria itu melirik kepada Cinta yang sedang menundukkan wajahnya. Tatapannya tertuju pada pipi kanan Cinta yang tak sengaja ia hantam tadi.


"Pasti itu rasanya sakit," batinnya mulai muncul rasa sesal.


"Mm... Mama tinggal keluar dulu, mau temui pak Seto," ucap ibu Ratih kemudian.


Setelah ibu Ratih keluar, tinggal Cinta dan Keanu berdua saja di ruang itu. Sesaat mereka sama-sama diam, tak tahu harus mengobrol apa lagi demi menghilangkan kejenuhan berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Mm... Mas Keanu mau minum?" tawar Cinta berusaha menghilangkan rasa galaunya dengan memulai percakapan bersama suaminya itu.


Tak di sangka rupanya pria itu mengangguk. Kebetulan juga lagi haus.


Kemudian segera Cinta menuang air ke dalam gelas dan setelah itu menyerahkan kepada Keanu.


"Ini, Mas."


Keanu mengambilnya tanpa banyak protes. Kemudian pria itu meminumnya sedikit-sedikit, karena di ujung bibirnya ada yang luka membuatnya kesulitan untuk membuka lebar mulutnya.


"Sini aku bantu, Mas."


Cinta mengambil alih gelas itu dari tangan Keanu. Kemudian gadis itu meletakkan sedotan pada air minum itu dan menuntun pria itu untuk meminumnya dengan nyaman.


"Sudah?" tanya Cinta saat pria itu berhenti minum.


Keanu hanya mengangguk kecil. Tatapannya melirik samar pada pipi Cinta. Takut di situ ada bekas dari pukulannya tadi.


"Kenapa mas Keanu melihatku seperti itu? Ada yang aneh?" tegur Cinta, yang otomatis membuat Keanu gelagapan ketahuan lagi curi pandang.


"Mas..." Tangan Cinta memberanikan diri menyentuh tangan Keanu.


"Eh!" Reaksi pria itu masih kaget dan refleks melepas diri dari genggaman tangan istrinya.


"Maaf, Ta," ucap Keanu akhirnya.


Gadis itu hanya mengangguk kecil. Walau sebenarnya dalam hati kembali merasa kecewa teramat dalam. Rupanya dengan sakit begini belum juga bisa merubah perilaku Keanu yang seakan jijik untuk bersentuhan dengannya.


"Maaf soal yang tadi," ucap Keanu lagi.


Gadis itu mengangkat wajahnya. Menatap lekat pada netra coklat milik suaminya.


"Tadi aku beneran nggak sengaja mukul kamu,"


"Siapa yang di pukul?"


Suara lantang ibu Ratih yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu membuat keduanya kaget dan kebingungan mau menjawab apa kepada ibu Ratih.


*

__ADS_1


__ADS_2