Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Pendidikan Baru


__ADS_3

"bu, lisya berangkat dulu ya". menghampiri ibu nya dan mencium punggung tangan ibunya


"iya sayang, hati-hati ya". sambil mengusap lembut kepala anak gadisnya.


"iya bu, Assalamualaikum". salam lisya sambil meninggalkan ibu nya keluar rumah.


"Wa'alaikumsalam". jawab ibu sambil memperhatikan punggu anaknya yang mulai hilang di telan persimpangan jalan.


Lisya berangkat sekolah berjalan kaki, lisya tidak pernah mau di antar ataupun dijemput oleh Maya sahabatnya. walaupun dirumah nya juga ada sepeda motor Lisya pun tetap tidak mau membawanya sendiri dia memilih berjalan kaki saja memang jarak tempuh sekolah tidak begitu jauh.


Lisya, benar-benar anak yang sederhana dia tidak pernah malu bersekolah dengan berjalan kaki sedangkan banyak anak-anak lain yang rumah nya sangat dekat dengan sekolah memilih membawa kendaraan.


lisya berangkat ke sekolah pukul 06:45 Wib.


15 menit berjalan, akhirnya Lisya sampai didepan gerbang sekolah nya.


sesampainya dia di sekolah langsunh disambut oleh sahabatnya maya dengan omelan pagi yang sudah biasa didengan Lisya.


"lo kenapa sih gak pernah mau gue jemput? heran gue". ucap Maya sangat kesal.


"gue kan udah bilang, gue ga mau ngerepotin lo, dan gue emang lebih seneng jalan kaki aja pagi-pagi jalan kaki kan itung itung sambil olahraga hehe". jawab Lisya santai sambil cengengesan.


"serah lo deh". sahut Maya sangat muak dengan sahabatnya ug keras kepala itu.


"lo kenapa ga langsung masuk kelas?". tanya lisya


"ya gue nungguin lo mau ngomel-ngomel sama lo!!". jawab maya ketus.

__ADS_1


"hahaha, gue dah bosen ama omelan lo may hahaha, ya udah gih sono ke kelas gue juga mau ke kelas gue. nanti break time kita ngobrol lagi oke". kata Lisya sambil masih tertawa


"ya udah kalo gitu gue ke kelas gue dulu, bye kawan yang keras kepala". jawab maya dengan muka masam lalu meninggalkan Lisya.


"lo tu ga pernah berubah may-may, dari dulu gitu mulu". Lisya bicara sendiri sambil melangkah menuju kelas nya.


masuk kedalam kelas, lisya langsung mengambil bangku nomor dua dari depan.


lalu tiba-tiba ada suara menegurnya.


"sya, lo di kelas ini juga?". kalimat yang keluar dari mulit gadis itu.


Lisya mendongakkan kepalanya dia melihat sosok yang di kenalnya, lalu mengukir senyum sambil menjawab "hey ndah, iya gue di kelas ini lo disini juga?". jawab Lisya penuh semangat.


"iya gue disini juga, wahh gue kira temen gue dikelas ini gaada yang gue kenal haha". sahut indah.


Indah adalah gadis yang pintar, baik dan sifatnya tidak berbeda dengan Lisya yang cuek dan dingin.


mereka benar-benar merupakan pasangan sahabat yang cocok.


"lo kan sama nih kaya gue yang ga bisa langsung akrab sama orang baru, dan sekarang kan belom mulai belajar normal, ikut gue nemuin sahabat gue yuk gue kenalin sama dia". ajak Lisya pada Indah.


"boleh, tapi dia orang nya ga nyebelin kan?". jawab Indah dengan menatap Lisya penuh selidik.


"ngga, lo tenang aja dia asik kok orang nya. ayo lahh". jawab Lisya meyakinkan Indah lalu menarik tangan indah keluar kelas, namun indah menolak.


"besok-besok aja deh gue mager mau jalan, dah sono lo aja ke kelas dia". jelas indah pada Lisya.

__ADS_1


"ya udah deh, tapi beneran ya besok mau gue kenali sama dia, asik kok orang nya. ya udah gue tinggal dulu yaa". ucap Lisya sambil meninggalkan Indah.


indah hanya mengangguk saja.


merek


Lisya berjalan menuju kelas maya.


sesampainya disana, maya sedang asik ngobrol dengan kawan-kawan baru nya.


tapi Lisya tidak keberatan untuk hal itu, karena pada dasarnya Maya adalah orang yang mudah akarab dengan orang baru.


"May, Sini". panggilan Lisya kepada Maya.


maya yang mendengar panggilan itu lalu berjalan menghampiri Lisya,


"duduk sono yuk". ajak Maya ke pada Lisya sambil menunjuk ke arah depan aula sekolah.


"yuk,". singkat Lisya sambil menggandeng tangan Maya.


mereka berjalan bergandengan menuju teras Aula Sekolah.


mereka mengobrol santay sambil memperhatikan setiap sudut sekolah.


kemudian datang dua laki-laki, salah satunya sudah mereka kenal karena teman satu sekolah di sekolah sebelumnya dan untuk yang satu lagi mereka tidak mengenalnya karena bukan teman satu sekolah yang sama.


merka menghampiri Lisya dan Maya yang sedang duduk di depan Aula Sekolah.

__ADS_1


__ADS_2