Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
12


__ADS_3

Usaha Ary mendapatkan investor berjalan lancar, begitu juga dengan pak Candra yang mengurus pembangunan rumah sakit untuk mengenang Rendy.


Tahun pun berganti, hari ini Gita datang kembali ke Yogya untuk mendaftar kuliah. Gita sudah dinyatakan tamat SMA, sehingga dia segera ke Yogya untuk melanjutkan pendidikannya.


Sebelumnya sudah berulangkali dia mengikuti program beasiswa dari sekolah, akan tetapi tempat yang menawarkan beasiswa tidak ada yang wilayah Yogya. Sebagian besar kampus yang menawarkan beasiswa adalah kampus yang berada di kepulauan Sumatera.


Oleh karena tidak ada penawaran dari daerah yang diincarnya, Gita mengambil jalur mandiri. Gita pun menghubungi Brandon minta dijemput.


"Abang, jemput Gita di bandara Adi Sucipto jam dua nanti."


Seperti itulah pesan yang dikirim oleh Gita pada Brandon sebelum pesawat yang ditumpanginya tinggal landas.


Brandon hanya membaca pesan tersebut tanpa ingin membalasnya.


"Ck, anak ini. Kek nggak ada taksi saja di bandara. Huh!" keluh Brandon seketika begitu membaca pesan dari adik almarhum sahabatnya.

__ADS_1


Sebenarnya Brandon sudah berulangkali menghindar agar anak itu tidak mencarinya, bahkan kata kasar pernah terucap dari mulutnya untuk gadis belia itu. Namun, hingga kini gadis itu seperti tidak ada takutnya mendekati Brandon.


"Lo kenapa? Kok resah gelisah tidak seperti biasanya tenang, anteng, stay cool." tanya Rommy saat didapatinya sang sahabat tidak tenang.


"Bocil itu katanya minta jemput jam dua nanti. Kerjaan numpuk, kalau Gue tinggal pasti keteteran." adu Brandon pada Rommy.


"Harusnya Lo itu seneng, ada yang mau sama Lo. Kerjaan nggak usah dipikirin, nggak ada habisnya kalau kerjaan mah. Sudah sana siap-siap menjemput gadis pujaan hati Lo!" jawab Rommy sambil tersenyum meledek.


"Ck, Lo sama aja! Dasar teman lucknut." ucap Brandon sambil melempar bolpoin ke arah Rommy, sayangnya Rommy tidak sempat mengelak karena perhatiannya tertuju pada komputer.


"Gue belum kepikiran ke sana. Daun muda kalau sikapnya dewasa dan bisa mengerti keadaan sih tak masalah. Ini sudah manja, pemaksa lagi. Hadeehh!" jawab Brandon sambil menggelengkan kepalanya.


"Heleh, alesan saja Lo. Padahal Lo ngincer kakak iparnya!" sahut Rommy meledek.


Brandon langsung salah tingkah, dia tidak menyangka jika sahabatnya itu bisa mengetahui isi hatinya. Selama tiga tahun ini mengenal Ary, membuatnya jatuh cinta. Kepribadian Ary selama ini membuat hatinya luluh. Pada awalnya dia tidak pernah berfikir untuk jatuh cinta, ternyata seiring kebersamaan mereka, cinta hadir di hati Brandon.

__ADS_1


Ary sendiri sampai saat ini masih menutup hatinya. Hati dan pikirannya masih tertuju pada Rendy seorang, suami yang meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Lo ngaku aja, kalau perlu langsung lamar dia ke orang tuanya. Jangan sampai terlambat, nanti keduluan orang baru nyesel!" saran Rommy.


"Apaan sih! Gue sama dia cuma sebatas hubungan kerja aja. Selain itu juga menjalankan amanat Rendy." elak Brandon, dia tidak mau mengakui perasaannya didepan sahabatnya itu.


Sementara itu, pesawat yang ditumpangi Gita sudah mendarat dengan selamat di bandara Adi Sucipto. Akan tetapi, tanda-tanda kedatangan Brandon belum juga terlihat. Gita akhirnya menghubungi Brandon untuk memastikan dijemput atau tidak.


"Hmm." jawab Brandon ketika sambungan telepon tersambung.


"Abang dimana? Kenapa Gita tak nampak mobil Abang di parkiran?" cerca Gita menahan isak tangisnya karena lagi-lagi Brandon tidak mau menjemputnya.


"Gue masih banyak kerjaan, Lo naik taksi aja!" kata Brandon menahan kekesalannya.


"Baiklah." jawab Gita sendu.

__ADS_1


Untuk sementara aku buat end dulu ya, soalnya lagi sibuk RL. Nanti habis lebaran in sha Allah dilanjutkan lagi. Mohon maaf sudah mengecewakan para reader semua 🙏🙏🙏


__ADS_2