Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
13


__ADS_3

Gita menjalani kuliahnya tanpa keluhan sedikit pun, dia selalu bersemangat menjalani hari-harinya di perantauan. Walaupun Brandon tidak pernah menanggapinya, Brandon selalu ada jika dimintai bantuan untuk urusan kuliah dan keperluan lainnya.


Siang ini Gita harus membeli sebuah buku, dia pun pergi bersama teman-temannya. Akan tetapi mereka tidak mendapatkan buku tersebut. Sehingga mau tidak mau, Gita menghubungi Brandon untuk membantunya mencari buku tersebut hingga dapat.


"Abang, kita kemana lagi? Sudah beberapa tempat kita datangi, belum juga dapat." tanya Gita panik karena tidak kunjung mendapatkan buku tersebut, padahal besok buku itu harus ada untuk belajar.


"Mau bagaimana lagi, buku itu terbitan tahun lama. Susah carinya! Ada nggak temen kamu yang punya?" jawab Brandon tenang.


"Coba aku tanya mereka dulu. Bentar ya, Bang!"


Gita pun menghubungi teman-temannya, menanyakan siapa yang punya buku tersebut. Setelah beberapa saat, akhirnya ada seorang temannya yang memiliki buku tersebut.


"Bang, ada temen Gita yang punya buku itu. Terus bagaimana, Bang?" tanya Gita dengan lugunya.


Brandon rasanya ingin teriak, adik temannya itu ternyata sangat polos. Saking polosnya tidak tahu bagaimana mengambil keputusan.


"Dia tinggal dimana? Kamu pinjam bukunya terus difotokopi. Ayo ku antar, keburu sore! Masih banyak pekerjaan." cerca Brandon dengan wajah datarnya.


"Tunggu sebentar, Bang! Dia belum kirim alamat rumahnya." sahut Gita masih dengan wajah lugu.


"Kamu telepon aja! Tanya dimana dia tinggal." perintah Brandon kesal.


"Lo kenapa bisa punya adik begini sih, Rend? Bahaya kalau dilepas di tempat orang tanpa pengawasan. Hadeehh!"

__ADS_1


"Bang, katanya dia tinggal di daerah Tamsis. Abang tahu dimana itu Tamsis?" ucap Gita begitu selesai menghubungi temannya via panggilan suara.


"Tamsis itu jalan Taman Siswa, Gita! Makanya kamu sering baca informasi seputar daerah Yogyakarta. Kamu sekarang tinggal di Yogyakarta, jadi jangan sampai ketinggalan informasi!" Brandon menjelaskan dengan kesal.


"Iya, Bang! Maaf..." Gita menunduk, dia merasa sedih karena sejak tadi sikap Brandon terkesan dingin dan kesal kepadanya.


"Kalau tidak mau mengantar, kenapa tidak bilang terus terang saja tadi. Jadi tidak perlu pakai marah-marah." batin Gita sendu.


"Nah, sekarang kita sudah sampai Tamsis. Coba kamu hubungi lagi, dia tinggal di gang yang mana!" perintah Brandon lagi setelah mereka sampai di jalan Taman Siswa.


"Katanya dia nunggu di depan warung bakso "X". Abang tahu di sebelah mana letaknya?"


"Warung bakso X... hmm..." gumam Brandon seraya mencari keberadaan warung bakso tersebut.


"Itu, Bang! Kawan aku yang pakai baju kaos warna biru." tunjuk Gita tiba-tiba.


Gita langsung turun dari mobil dan mendekati temannya itu. Sedangkan Brandon mencari tempat parkir yang lapang untuk mobilnya.


"Bang, mau ikut masuk atau nunggu di sini?" tanya Gita setelah Brandon keluar dari mobilnya.


"Aku disini aja! Kamu jangan lama-lama di dalam." jawab Brandon datar.


"Pacar Lo?" tanya teman Gita.

__ADS_1


"Calon!" jawab Gita singkat.


"Calon laki Lo, begitu maksudnya?"


"Bukan! Calon pacar."


"Gila Lo! Mana ada calon pacar, yang ada itu calon suami bukan calon pacar. Kalau calon suami peluang memiliki itu besar, tapi kalau hanya calon pacar. Peluang Lo buat memiliki dia kecil banget, nggak ada seujung kuku." jelas teman Gita, yang biasa dipanggil Lea.


"Emang gitu?" tanya Gita cengo.


"Lo itu bo doh atau oon sih?" ucap Lea seraya menoyor kepala Gita.


"Eehh! Pantang ya mukul kepala. Berbahaya tahu nggak!"


"Habisnya Lo itu terlalu polos jadi orang! Gumush deh Gue!" Lea mencubit pipi Gita hingga pipi tersebut memerah.


"Sakit, Oto!" umpat Gita kesal.


Lea tertawa lebar mendengar umpatan temannya itu. Lea kasihan melihat bagaimana keadaan Gita yang sebenarnya.


Hidup bergelimang harta akan tetapi kurang kasih sayang dan perhatian orang tua. Berbeda dengan dirinya yang hidup sederhana bersama kedua orang tua dan kakak laki-lakinya. Lea selalu dilimpahi kasih sayang dari semua anggota keluarga.


Gita di rumah Lea hanya sekedar meminjam buku, dia tidak tega membiarkan Brandon menunggunya terlalu lama.

__ADS_1


"Gue pulang dulu ya! Besok Gue balikin lagi buku Lo. Sekalian main ke rumah Lo. Ok?"


"Siiip!" Lea mengacungkan jempolnya.


__ADS_2