Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
41. Kedatangan Gita di Yogya


__ADS_3

"Kakak!" teriak Gita begitu melihat Ary menjemputnya di depan pintu keluar.


"Assalamu'alaikum, Sayang!" sahut Ary seraya mendekati Gita kemudian memeluknya erat.


"Kakak kangen kamu, Ta! Bagaimana kabar kalian?" tanya Ary setelah melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah kami sehat, Kak. Keponakanku bagaimana, Kak? Pasti ngegemesin deh!" balas Gita dengan senyum merekah karena rindunya pada sang kakak mulai sedikit terobati.


"Mereka sedang aktif-aktifnya, apalagi si twins. Nggak bisa diam, apa saja dikerjakan dan dipertanyakan. Pokoknya ramai banget rumah Kakak."


Ary mengajak Gita menuju ke mobilnya sambil bercerita tentang twins dan baby Shofi.


"Jadi nggak sabar pengen ketemu mereka!" ujar Gita gemas membayangkan kelucuan anak-anak Ary.


Satu jam kemudian mereka telah sampai di rumah Ary. Rumah yang dibeli Alex untuk anak-anak dan istrinya.


"Waah... rumah Kakak cantik kali! Pasti enak dan nyaman di sini. Keponakanku mana, Kak? Kok nggak nampak." celoteh Gita begitu turun dari mobil Ary.


"Alhamdulillah. Anak-anak mungkin bermain di dalam atau di halaman belakang. Yuk, masuk!" ujar Ary seraya menggandeng tangan Gita.


Koper Gita dibawa oleh asisten rumah tangga yang tadi menyambut kedatangan mereka.


"Waw! Interiornya sangat mewah, ini beli berapa bangunnya, Kak?" tanya Gita lagi ketika masuk ke dalam rumah besar itu.


"Setahun mungkin! Kakak juga tidak tahu pastinya, karena kami masuk ke rumah ini setelah twins belum ada umur setahun. Kakak tidak tahu kapan rumah ini dibangun, kakak hanya tahu sudah tinggal ditempati."


"Enak ya, jadi Kakak?" ucap Gita terselip rasa iri di hatinya, kakak iparnya banyak dikelilingi laki-laki yang suka setelah abangnya meninggal. Sedangkan dirinya, mencintai satu orang saja dianggap pun tidak.

__ADS_1


Rasa iri Gita, bukanlah rasa iri ingin merebut kebahagiaan Ary. Dia hanya sebatas ingin seperti Ary, disuka dan dipuja banyak kaum Adam. Tanpa Gita sadari, di luar sana banyak lelaki yang menginginkan dirinya menjadi istri. Akan tetapi karena rasa cinta yang begitu besar pada Brandon, membuatnya tidak bisa melihat ada yang menaruh hati pada dia.


"Enak menurut pandangan kamu. Menurut pandangan Kakak, kamu pun enak. Memang seperti itulah hidup, saling memandang dan menilai orang lain. Akan tetapi tidak bisa melihat dan menilai diri kita sendiri." ungkap Ary dengan gamblang, bagaimana kehidupan seseorang di dunia ini.


"Astaghfirullah... maaf Kak, Gita khilaf!" Gita langsung meminta maaf ketika Ary memberinya nasehat.


"Kenapa minta maaf? Kakak tidak apa-apa, sungguh! Kakak hanya menyampaikan memang seperti itulah hidup. Kita melihat orang lain enak, orang lain melihat kita juga enak. Bukan begitu?" jawab Ary dengan senyum teduhnya.


Gita semakin kagum dan mengidolakan mantan kakak iparnya itu. Sifat dan sikap Ary yang begitu dewasa dan bijaksana membuat Gita merasa nyaman. Dia merasa telah menemukan saudara yang selama ini tidak ada di sampingnya.


"Uh, Kakak... kamu memang Kakakku yang the best!


"Terima kasih atas pujiannya. Hanya saja Kakak tidak suka pujian," sahut Ary seraya mencubit hidung Gita.


*


*


*


"Jadi pergi sekarang?" tanya Ary saat dilihatnya mantan adik iparnya sudah bersiap hendak pergi.


Gita meletakkan kopernya di sebelah kursi yang diduduki. Dia tampak anggun menggunakan mini dress berwarna putih gading.


"Jadi, Kak! Aku mau melihat makam Abang. Sudah lama aku tidak mengunjunginya."


"Baiklah, kalau begitu Kakak ikut mengantarkan."

__ADS_1


"Boleh 'kan, Dad? Mommy mengantar Gita ke Yogya.


"Boleh, asal kamu bawa semua anak-anak bersamamu."


"Iya, nanti aku bawa si twins dan Shofie. Sekalian bawa baby sitter mereka. Soalnya aku mau shopping hari ini. Boleh 'kan, Dad?" ijin Ary pada suaminya.


"Iya, boleh! Pulangnya jangan malam-malam. Kasihan anak-anak kalau kemalaman." jawab Alex.


Mereka akhirnya berangkat ke Yogya setelah Alex pergi ke kantor. Mereka pergi membawa sopir dan baby sitter, untuk memudahkan ketika terjadi suatu hal yang di luar kendali


*


*


*


Mampir yuk ke karya temenku,


Judul : Pendamping Hidup Mommy Shashi


Napen : Putri Nilam


Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.


Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?


__ADS_1


__ADS_2