
Brandon dan Gita pulang ke apartemen saling diam tanpa ada yang mau berbicara selama dalam perjalanan. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing dan tak ada yang memulai obrolan. Hingga tiba di depan pintu apartemen masing-masing, mereka tetap diam membisu. Bahkan keduanya masuk ke apartemen tanpa mengucap sepatah katapun.
"Kenapa sih dia egois banget? Belum jadi suami juga terlalu posesif, bagaimana nanti kalau sudah menikah? Bisa-bisa aku dikurung di dalam kamar terus," gerutu Gita setelah mengunci pintu, berjalan menuju kamarnya.
Gita merasa sangat kesal karena sampai saat ini, Brandon belum mau menemui orang tuanya lagi. Padahal saat wisuda kedua orang tuanya datang walaupun terlambat datang.
Tak jauh dari tempat itu, Brandon juga uring-uringan tidak jelas.
"Katanya cinta tapi masih juga berteman dengan cowok. Mana cowoknya playboy lagi, ceweknya ada dimana-mana. Hufftt!" Brandon pun menggerutu.
"Aku harus berbuat sesuatu agar bisa menikahi Gita secepatnya!" ucap Brandon sembari berjalan mondar-mandir di kamarnya.
Akhirnya, Brandon membereskan pakaiannya. Dia memutuskan pulang ke Surabaya untuk mengajak maminya kembali melamar Gita. Apapun yang terjadi dia akan bertahan memperjuangkan cintanya.
__ADS_1
Pagi harinya...
Brandon pergi tanpa memberitahukan pada pujaan hatinya. Dia mengambil penerbangan pertama agar segera sampai di rumahnya.
Gita yang ada kuliah pagi langsung sibuk sendiri tanpa memikirkan keberadaan Brandon. Karena kesibukannya itulah Gita tidak menyadari jika Brandon tidak mengantarkannya ke kampus pagi itu.
Setelah selesai kuliah, Gita berniat makan siang di kafe milik Dandy. Saat baru duduk, Gita pun teringat dengan Brandon, dia pun menghubungi Brandon akan tetapi selalu di luar jangkauan.
"Dia kemana ya, kenapa tidak bisa dihubungi? Aku chat pun masih centang satu. Apa dia masih marah ya?" gumam Gita lirih, tampak kekecewaan di wajahnya.
Sore harinya, Gita pulang dari klinik langsung menekan bel apartemen Brandon berulang kali. Namun, pintu itu tetap tertutup rapat tiada yang membuka. Akhirnya Gita memberanikan diri untuk masuk begitu saja. Gita pernah diberitahu berapa passwordnya oleh Brandon.
Gita menyusuri setiap sudut ruangan apartemen Brandon. Beberapa menit kemudian tidak ada tanda-tanda kehidupan. Sehingga dia takut terjadi apa-apa pada lelaki yang telah mencuri hatinya itu.
__ADS_1
Gita pun berbalik kemudian bergegas meninggalkan bangunan apartemen itu. Dia akan mendatangi kantor Brandon untuk memulai bisnisnya. Masih dengan mengenakan pakaian yang melekat di tubuhnya sejak pagi.
Setengah jam kemudian, Gita sampai di perusahaan Brandon. Dia bertanya pada security yang berjaga karena jam kerja sudah habis sejak satu jam yang lalu. Betapa terkejutnya Gita saat mendengar jawaban dari salah satu security. Brandon pulang ke Indonesia tadi pagi.
Akhirnya Gita pulang dengan banyak pertanyaan dalam benaknya. Brandon pergi dengan terburu-buru sampai tidak sempat untuk pamit padanya.
"Jika dia berangkat jam lima, berarti saat ini dia sudah sampai. Kenapa dia tidak membalas pesanku?"
"Ahh... apa sebaiknya aku menghubungi dia lagi, ya?"
"Awas saja kalau tidak mau membalas pesanku atau mengangkat panggilan dariku! Jangan harap aku akan memaafkanmu, Bang!"
Batin Gita tidak bisa berhenti bertanya dan menggerutu atas kepergian Brandon yang tiada kabar sama sekali.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, Gita langsung membersihkan diri. Setelah badannya segar, gadis cantik itu pun mengambil ponselnya hendak menghubungi Brandon. Ternyata ada notifikasi balasan dari sang pangeran. Sehingga hati tuan putri menjadi berbunga-bunga.
"Maaf , Sayang! Aku pulang ke Surabaya tidak memberitahu kamu. Aku pulang mendadak jadi belum sempat mengabarimu. Ini Abang baru selesai mandi karena baru sampai rumah lima belas menit yang lalu." Demikian chat dari Brandon yang membuat Gita menyunggingkan senyuman.