
"Istri Abang nggak ikut?" tanya Gita sembari matanya celingukan mencari wanita yang mirip dengan mantan kakak iparnya. Tanpa dia ketahui bahwa Brandon menikahi wanita lain.
Brandon tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Gita.
"Kami sudah bercerai. Kamu tahu dari mana kalau Abang menikah?" sahut Brandon menatap lekat wajah manis di depannya. Melepas rindu.
"Kak Ary pernah cerita kalau Abang sudah menikah. Abang menikahi sekretaris Abang yang mirip kak Ary itu?" jawab Gita panjang hingga merembet ke hal yang tak terduga.
Brandon sampai tergelak mendengar jawaban Gita yang panjang itu
"Hahaha... kamu ternyata masih Gita yang sama dengan yang Abang kenal. Bikin gemes!" ucap Brandon di sela tawanya.
Alis Gita bertaut mendengar ucapan laki-laki yang pernah singgah di hatinya itu.
"Maksud Abang?" tanya Gita dengan raut wajah bingung.
__ADS_1
"Kamu kalau ngomong asal saja, apa yang di pikiranmu itu yang terucap di bibir. Tanpa mau bertanya dulu kebenarannya."
Gita nyengir mendengar penuturan laki-laki berwajah tampan, yang berdiri dengan memicingkan sebelah mata karena silau sinar matahari.
"Makanya cerita, Bang! Biar adik tahu, tidak tebak-tebak buah manggis. Hehehe!" sahut Gita terkikik menutupi rasa malunya.
"Abang menikahi anak relasi, tapi nggak bertahan lama karena suatu kebohongan." Terlihat wajah kesal dan amarah menghiasi wajah Brandon.
"Berarti dia bukan jodoh Abang. Kalau jodoh pasti semua bisa dilewati dengan komunikasi. Jika dua kepala jadi satu bukan rahasia umum lagi apabila mereka sering salah paham. Akhirnya ya, begitu deh. Kek Abang! Terlebih lagi jika komunikasi tidak berjalan lancar."
"Dalam berumah tangga, komunikasi itu penting agar tidak terjadi salah paham. Semua permasalahan harus transparan, sehingga tidak ada rasa saling curiga. Jika itu tidak bisa dilakukan, jangan harap pernikahan akan langgeng..."
Brandon memang sengaja berjalan-jalan untuk mencari tempat yang bisa membantunya mengalihkan pikirannya.
Setelah menikahi Kia, bayang-bayang Gita semakin menghantuinya. Perasaan sangat bersalah pada Gita membuat jam tidur malamnya terganggu. Kadang rasa ingin bertemu yang meng gebu membuat dia harus menunda pekerjaan.
__ADS_1
"Kami menikah bukan karena saling mencintai. Selain itu ada maksud tertentu yang akhirnya pernikahan itu penuh dengan sandiwara. Jika dipertahankan pun akhirnya akan tetap sama. Lebih baik diakhiri biar lebih tenang!" jelas Brandon tanpa menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Oo, Gita pikir Abang menikahi sekretaris Abang yang waktu itu... Ah, lupakan aja 'lah!' ucap Gita malu, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Nggak mungkin 'lah, Abang menikahinya. Pekerjaan dan hal pribadi mana bisa dicampur aduk, tidak profesional itu namanya. Kalau bisa dihindari hubungan seperti itu. Hubungan kerja ya, kerja aja. Nggak usah bawa-bawa hal pribadi dalam urusan pekerjaan. Sejak awal sudah aku melarang mereka, para karyawan Rend's Comp, memiliki hubungan dengan sesama karyawan. Masak yang buat aturan malah melanggar 'kan nggak lucu!" jelas Brandon dan diangguki oleh Gita.
"Berarti kalau Abang menikahi pemilik saham boleh?" ledek Gita sembari mengulum senyum. Tak ada niat atau pun pikiran macam-macam, perkataan Gita meluncur begitu saja sesuai yang terlintas dalam pikirannya.
"Siapa nih kira-kira pemilik saham yang mau aku nikahi?" tanya Brandon seraya meletakkan telunjuknya di bawah bibir.
"Kalau kamu aja gimana, hmm?" ledek Brandon kemudian sembari menaikturunkan alisnya.
"Lho, kenapa jadi Gita?" tanya Gita bingung, kemudian dia teringat dengan kata-kata yang tadi tidak sengaja terlontar dari mulutnya.
"Gita sudah punya calon suami, Bang. Lagian pertanyaanku asal saja. Anggap tak pernah aku ucap, Bang!" pinta Gita sambil mengatupkan kedua tangannya di depan da da.
__ADS_1
"Sorry, Bang! Sudah sore, Gita harus pulang. Ada urusan!" pamit Gita kemudian sambil berjalan cepat, bahkan setengah berlari agar bisa segera meninggalkan tempat itu.
Brandon hanya bisa melihat sambil menggelengkan kepala. Padahal maksudnya tadi hanya ingin mengerjai, ternyata Gita menganggap serius. Akan tetapi dalam hati kecilnya, Brandon benar-benar ingin menikah dengan gadis polos adik sahabatnya itu.