
"hay cewekkk". sapa genit septian kawan lama mereka.
Septian Rahmad Wijaya atau biasa dipanggil Tian namun sebagian teman akrab nya memanggilnya Septi.
"jijik, sih sep. kok lo jadi genit begitu sih!". jawab ketus Lisya.
"hay mba boleh kenalan?". sapa laki-laki di samping septian sambil mengulurkan tangan nya kepada Lisya.
Lisya memandangnya Intens, Maya dan Septian memperhatikan mereka dengan bingung.
"Lisya". jawabnya dingin sambil menerima uluran tangan laki-laki itu.
"euuumm, lembutnya tangan. nama ku Muhamad Narendra, biasa di panggil Rendra". jelas rendra kepada Lisya.
Lisya hanya diam saja tidak menanggapi rendra lagi.
"kalo nona yang ini siapa namanya?". tanya rendra kepada maya sambil mengulurkan tangan nya.
"Maya". jawab maya sambul menerima uluran tangan rendra dan menjawab dengan senyuman.
"duuh, senyum nya manis banget sih non". puji rendra pada Maya lalu mencium pungguh tangan maya.
maya hanya tetegun melihat itu lalu pipirnya merona dan tersenyum manis.
Lisya hanya memandang geli melihat perlakuan rendra pada sahabatnya.
"kalo ama gue butuh kenalan ga?". tanya tian penuh harap.
lisya lalu berdiri dan berkata "eneg sep ama loh kalo kudu kenalan mulu!". ketus Lisya pada Tian.
__ADS_1
tian menjawab tapi tidak di hiraukan oleh lisya.
"yuk ah may, pergi". males disini, septi ganggu!". sambil menarik maya dan meninggalkan septian dan rendra.
Lisya mengantarkan Maya ke kelasnya lalu dia kembali kekelasnya.
tanpa di sadari Lisya sepasang mata rendra memperhatikan langkah nya.
'oh jadi dia anak pengolahan' gumam rendra.
setelah punggung lisya tidak terlihat lagi, rendra mengajak tian untuk pergi ke kelas pengolahan.
tian hanya sedikit bingung lalu meng iyakan ajakan rendra.
"selamat pagi menjelang siang girls". sapa rendra ketika sampai di kelas Lisya.
semua teman-teman di kelas Lisya menoleh ke sumber suara, merka lalu menatap rendra penuh kagum.
namun lain dengan Lisya, ia justru menatap rendra dengan tatapam tidak suka. Rendra yang menyadari itu lalu menghampirinya dan duduk di sebelah Lisya.
"ngapain lo kesini, inikan bukan kelas lo". tanya Lisya pada rendra dengan tatapan menyelidik.
belum sempat rendra menjawab,
Lisya langsung mengalihkan tatapannya kepada Tian. "sep, ngapain juga sih lo kesini?! kelas gue udah damai gaada cowoknya". tanya Lisya ketus kepada Tian.
"dih, orang dia geh yang ngajakin gue, lagian loh kenapa gitu banget sih sya sama cowo? apa jangan-jangan lo ga doyan cowo ya? lo lesbiii ya sya!?". ucap tian sambil membelalakan mata mendengar ucapan nya sendiri.
mata Lisya membola mendengar pertanyaan Tian.
__ADS_1
"gila lo ya, gue cewe normal kali. tapi gue ga suka aja ada orang sok akrab gt apa lagi dia itu cowok!". sindir Lisya.
rendra yang mendengar itu langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Tian.
"ya udah yuk ian, pergi aja kayanya niat baik gue ga diterima". ajak rendra penuh kecewa sambil merangkul bahu tian.
"Lisya, ntar gue mau ngomong sama lo". ucap tian lantang kepada Lisya.
Lisya tidak menjawab ataupun merasa bersalah dengab ucapannya yg mungkin membuat Rendra tersinggung.
jam sudah menunjukan pukul 13:18, sudah waktunya pulang.
ketika Lisya hendak bangun dari duduknya, indah berbicara.
"sya, menurut gue kaya nya loh terlalu keterlaluan deh sama cowok tadi, emm siapa namanya ya?". ucap indah.
"rendra, keterlaluan gimana sih maksud lo ndah?". Lisya bertanya balik
"ya lo harusnya ga begitu, ada baik nya loh baik-baik aja sama dia. siapa tau dia emang niat mau temenan sama lo. lagian gue juga bisa ngakuin diri lo itu seperti apa sya. lo itu misterius, dingin, cuek, gue yakin sbenernya banyak yang mau kenal, deket dan temenan sama lo dan mereka penasaran sama lo. ya gue sadar gue pun juga cuek dan dingin orang nya tapi makin gue gede makin mikir udh bukan saatnya dingin dan cuek terus menerus, kita hidup butuh temen sya". jelas Indah.
Lisya mengerutkan dahinya. "gue akan coba". jawab singkat Lisya lalu pergi meninggalkan indah dengan muka masam.
'indah kenapa sih? kan dia tau kalo gue emang begini orang nya? terus kenapa dia malah nyuruh gue buat ga cuek ke orang baru? padahal kan gue sama dia itu sama aja sifatnya. kenapa dia jadi aneh sih? apa dia udah mulai jatuh cinta sama seseorang makanya dia ngajarin gue begitu??'. Lisya Bicara sendiri sambil memasang wajah berpikir.
tiba-tiba langkah nya terhenti ketika ada suara memanggil namanya.
"lisya". Tian memangginya lalu menghampiri lisya.
"kenapa sep?". jawab Lisya santai.
__ADS_1
"gue kayanya belom punya nomer loh deh yaa?". jawab tian. "gue bolehkan minta nomer lo, kali-kali gue pas ada butuh sama lo enak ngehubungin nya". tambah Tian.