
Sepeninggal Ary dan Gita, Brandon langsung mengirim pesan pada Ary.
"Ar, jangan kamu biarkan Gita berdua saja dengan cowok itu!" Pesan terkirim dan belum dibaca oleh Ary.
"Kenapa lama sekali sih, dia buka HP-nya?" gumam Brandon sambil berjalan mondar-mandir di ruangannya.
Hatinya resah dan gelisah begitu mengetahui Gita akan pergi bedua dengan teman kuliahnya di Melbourne. Ada rasa tak rela menyelimuti hati dan pikirannya.
Tak lama kemudian terdengar suara notifikasi dari ponselnya.
"Ah, akhirnya dia baca juga pesanku!" ucap Brandon semangat begitu melihat layar ponselnya. Pesan dari Ary.
"Kenapa? Toh, mereka sudah besar. Pastinya tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kamu tenang saja, duduk manis dan bekerja!" balas Ary, tanpa Brandon ketahui Ary terkikik geli membaca pesan Brandon.
"Aku hanya khawatir terjadi sesuatu pada mereka berdua, terutama Gita. Kamu tahu sendiri 'kan, bagaimana pergaulan di luar negeri sana. Masak kamu tega melepaskan adikmu pada buaya?" Brandon mencari alasan agar Ary menemani Gita dan temannya.
"Eh, jangan salah! Buaya itu binatang yang setia. Jadi, aku tidak takut kalau Gita ditangkap buaya. Berarti dia sudah ketemu jodohnya." Ary membalas sembari tergelak karena tidak bisa menyembunyikan tawanya.
Ary tertawa lebar dengan ponsel masih di tangannya. Hal itu mengundang rasa penasaran Gita.
__ADS_1
"Kakak kenapa tiba-tiba tertawa seperti orang kesurupan? Aneh!" tanya Gita akhirnya, sudah tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.
"Pfttt... nggak apa-apa! Cuma lucu aja baca chat orang lagi kepanasan kek cacing kesiram garam." jawab Ary sembari menahan tawa.
"Ishh... Kakak gitu deh! Main rahasia-rahasiaan ma Gita," ucap Gita cemberut sehingga bibirnya maju beberapa senti.
Ary tidak mendengarkan ucapan Gita, dia malah mengirim pesan singkat pada Brandon.
"Cemburu, Mas?😆😆"
Tawa Ary kembali meledak ketika membayangkan wajah Brandon yang kesal.
"Kakak, kenapa sih? Sedari tadi ketawa nggak jelas! Ditanya nggak mau ngaku." tanya Gita kesal, setengah mati penasaran melihat tawa Ary yang tidak biasa.
"Ada yang panik? Kenapa malah ditertawakan?" Gita semakin bingung dan penasaran dengan jawaban mantan kakak ipar yang duduk di sampingnya.
"Ada orang yang tidak bisa mengenali perasaannya atau bisa jadi egonya terlalu tinggi. Sehingga dia tidak mau mengakui kalau dirinya telah jatuh cinta. Begitu melihat sang pujaan hati jalan dengan temannya. Dia merasa terancam tidak bisa mendapatkan sang pujaan hati." Ary memberikan perumpamaan pada Gita, agar Gita tidak tahu. Menurut Ary, bukan hak dirinya untuk mengungkapkan perasaan Brandon.
"Paham?" tanya Ary akhirnya setelah Gita diam saja mencerna ucapan Ary.
__ADS_1
"Iya, Gita sudah paham. Gita hanya heran, kenapa Kakak bisa tertawa seperti tadi," jawab Gita menganggukkan kepala.
"Tertawa karena menertawakan kebodohan dia. Egonya saja yang dia junjung tinggi. Makan tuh ego, kalau sang pujaan hati terlepas jangan menyesal!" Ary merasa kesal sendiri melihat sikap Brandon yang tidak bisa mengenali perasaannya sendiri.
Saat mendekati dan mendampinginya dulu, sebelum Ary memutuskan menikah dengan Alex. Brandon juga cuek saja seolah tak peduli. Padahal dilihat dari perhatian yang diberikan Brandon padanya waktu itu sudah jelas terbaca. Akhirnya, penyesalan yang didapat Brandon karena kurang gerak cepat. Begitu juga saat ini, dia pasti akan kembali menyesal karena Gita yang akhirnya pergi meninggalkan Brandon.
Akhirnya mereka sampai juga di hotel yang dituju. Mobil mereka berhenti di depan lobi hotel.
"Perlu Kakak temani?" tanya Ary begitu mobil berhenti.
"Tidak perlu! Nanti Gita naik taksi saja pulangnya. Atau bisa minta jemput Mbak Ruminten," jawab Gita yakin.
"Beneran nih? Takutnya temen kamu sudah pergi, lebih baik kamu hubungi dia. Kalau dia masih stay nungguin kamu, kami langsung pergi. Gimana?" Ary kembali memberikan pilihan pada Gita, tidak tega rasanya meninggalkan mantan adik iparnya sendirian di hotel yang belum pernah didatangi.
"Baiklah!" sahut Gita akhirnya.
*
*
__ADS_1
*
Maaf telat up, menurut author hari libur adalah hari untuk keluarga. Jadi seharian ini bercengkrama bersama keluarga, baru sempet kasih malam hari 🙏🙏🙏