Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Pesan Rendy


__ADS_3

Ary hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Rendy menulis surat wasiat itu karena cinta yang dalam. Saat itu Rendy berpikir tidak akan pernah bisa menikah dengan Ary. Dia sudah putus asa, sehingga dia mulai malas makan dan meminum obatnya.


Sakit paru-paru yang membutuhkan pengobatan rutin harus sia-sia, hanya karena tidak meminum obat sehari saja. Sedangkan Rendy sudah hitungan minggu bahkan bulan tidak mengkonsumsi obatnya. Ditambah lagi malas makan sehingga terjadi gangguan pada lambungnya.


Ary meneteskan air matanya mengingat saat-saat terakhirnya dengan Rendy. Begitu besar cinta Rendy kepadanya. Walaupun Rendy sering menjahilinya, tapi Rendy sangat menyayanginya.


"Ada beberapa tanah perkebunan kami atas nama Rendy, jadi sebelum kami mendirikan bangunan di atas tanah itu, kami meminta ijin dari nak Ary." kata papa Candra.


"Silahkan lakukan apapun yang penting untuk kebaikan bersama. Ary merasa itu bukan hak Ary sepenuhnya, karena itu dibeli oleh papa. Yang menjadi hak Ary hanyalah hasil kerja suami Ary, bukan hasil kerja mertua Ary." jawab Ary sambil menahan tangisnya.


"Baiklah kalau begitu, nanti papa akan mengurus semuanya," ucap pak Candra akhirnya.


Ary berada di kampung halaman Rendy hanya tiga hari, hal ini dikarenakan dia harus segera kembali ke rumah sakit.


*


*


*


Pembangunan rumah sakit "Pratama" berjalan lancar. Semuanya diurus langsung oleh pak Candra. Beliau benar-benar ingin setiap harta atas nama Rendy sebagai amalan yang membantu Rendy di akhirat.

__ADS_1


Semangat belajar Gita langsung naik setelah mendapat wejangan dari Ary. Bahkan dia mengikuti beberapa bimbel untuk mendongkrak nilainya. Gita tidak lagi pergi ke Yogya jika tidak ada kesepakatan dengan Ary. Selain mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas jurusan kedokteran, juga untuk menyusun strategi mendapatkan hati Brandon.


Sementara itu Brandon dan Rommy sibuk mengurus usaha peninggalan Rendy yang semakin berkembang.


"Kita harus melibatkan bini Rendy, Rom. Usaha sudah berkembang, bahkan ruko ini sudah tidak memungkinkan menampung semua komputer yang selesai dibuat. Sebaiknya kita mencari investor untuk membuat pabrik, agar produksi berjalan terus. Jadi ketika terjadi transaksi pembelian barang sudah ada dan langsung kirim." ucap Brandon disela kegiatan mereka merakit komputer.


"Iya, harus itu. Dia yang punya duit, kita ini 'kan cuma kacung kampret. Jika usaha ini mau dibesarkan harus berdasarkan persetujuan pemilik. Lo aja yang hubungi dia, jangan Gue!" jawab Rommy yang ujung-ujungnya malah memerintah Brandon.


"Iya, iya! Awalnya ngomong manis setuju ma pendapat Gue, ujungnya nggak enakin banget. Dasar emang kampret Lo!" gerutu Brandon sambil melempar obeng ukuran mini yang dipegangnya.


Rommy mengelak sambil tertawa mendengar gerutuan Brandon.


Mereka berdua memang memilih menjauh dengan makhluk yang namanya perempuan. Itulah kenapa selama ini mereka masih jomblo dan tidak mudah untuk didekati.


"Pesan yang mana?" tanya Brandon sambil mengingat-ingat apa pesan Rendy.


"Lo disuruh jaga bininya jika dia sudah tidak bisa lagi menjaga bininya. Ingat?" jawab Rommy sambil melihat ke arah Brandon.


"Lo kali bukan Gue! Enak aja mau lepas tanggung jawab." sangkal Brandon.


"Yang betul kita berdua suruh jagain bininya, kawal dia sampai menemukan kebahagiaan. Iya 'kan?" ujar Rommy mengingatkan.

__ADS_1


"Nah itu baru bener! Bukan Gue, enak aja Gue yang harus jagain tuh cewek," ketus Brandon sambil kembali menekuni komputer di depannya.


"Lo 'kan lebih sering ngobrol ma dia, makanya Lo yang jagain Gue bantu jika Lo nggak bisa. Gimana?''


"Kenapa jadi Gue lagi sih?" teriak Brandon kesal.


"Eits, nggak boleh begitu! Nanti Lo malah jatuh cintrong ke dia, tahu rasa Lo," jawab Rommy.


"Do'a Lo, Njir! Jangan sampai Gue berurusan ma cewek! Ribet." ujar Brandon bergidik.


"Enak kali ya, punya pacar? Ada yang perhatiin, ada yang nyayang..."


"Ada yang gombalin, ada yang recokin, ada yang minta dikawal kemana saja!" sahut Brandon dengan cibiran.


"Eh, Lo kok julid bin nyinyir sih?"


"Julid dari mana? Gue ngomong fakta, yang ada punya pacar malah nambah masalah bikin pusing tujuh keliling," jawab Brandon masih asik menatap komputer yang di depannya.


"Emang dasar Lo aja yang nggak mau coba punya pacar!"


"Kek yang ngomong kagak aja! Huh!" kata Brandon sambil mendengkus.

__ADS_1


"Hahaha!" Mereka berdua tertawa bersama.


__ADS_2