Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
126. Kekhwatiran Brandon


__ADS_3

Acara ngunduh mantu di Surabaya berjalan lancar. Tamu undangan yang hadir sebagian besar adalah orang-orang dari pemerintahan. Ayah Brandon dulu adalah seorang pegawai pemerintahan. Beliau meninggal saat sedang bertugas sebagai duta besar di Belanda. Kala itu Brandon masih berusia 13 th.


Setelah sang ayah meninggal, mami Maria dan Brandon menetap di Surabaya sesuai permintaan sang suami terakhir kalinya. Tidak mudah bagi mami Maria untuk beradaptasi di lingkungan Jawa. Selama ini beliau tinggal di Belanda.


Walaupun penuh dengan cobaan dan ujian, akhirnya mami Maria dan Brandon bisa menjalani kehidupannya sebagai seorang warga negara Indonesia. Bahkan aturan keluarga Adhinata yang masih keturunan bangsawan yang begitu ketat pun bisa dijalani.


Selesai acara ngunduh mantu di Surabaya, Brandon dan Gita berangkat bulan madu keliling Eropa. Brandon juga menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman sang bunda. Mengunjungi grootmoeder yang saat ini tinggal di rumah seorang diri bersama Nany, suster yang merawatnya.


Gita sangat bahagia bisa berkeliling Eropa, karena ini pertama kalinya dia mengunjungi Eropa. Untuk pertama kalinya juga dia bertemu dan dikenalkan pada nenek Brandon dari mami Maria.


Setelah puas berkeliling Eropa, Brandon dan Gita kembali ke Melbourne. Brandon kembali dengan usaha yang baru dirintisnya. Sedangkan Gita kembali melanjutkan pendidikan spesialisasinya. Gita tidak diijinkan lagi bekerja oleh Brandon.


Brandon melarang Gita bekerja di klinik dengan alasan agar cepat diberi momongan. Jika Gita terlalu sering kecapaian dan stress, Brandon takut nantinya Gita tidak bisa cepat hamil. Setahu Brandon keadaan tubuh yang lelah dan stress akan menghambat seorang wanita untuk hamil.


Gita menuruti permintaan Brandon, bukan karena takut. Akan tetapi lebih kepada rasa patuh seorang istri pada suaminya. Selain itu, dia pun ingin segera memberikan penerus keluarga Adhinata.


"Sayang, kamu jangan terlalu capai! Biarkan asisten rumah tangga yang mengerjakan semuanya. Kamu cukup melayani dan menemaniku, selain belajar tentunya," ucap Brandon ketika dilihatnya sang istri sedang menjemur cucian.

__ADS_1


"Nggak capai kok, yang mencuci 'kan mesin. Aku hanya menjemur saja," sahut Gita sambil tetap melanjutkan kegiatannya.


"Lalu untuk apa aku membayar orang kalau kamu tetap mengerjakan semuanya sendiri?" tanya Brandon kesal.


"Aku bosan kalau hanya duduk saja tanpa melakukan apapun."


"Kamu 'kan duduk-duduknya sambil membaca buku atau belajar dari ponsel. Masak bosan sih? Kalau begitu kamu temani aku bekerja di kantor saja, bagaimana?"


"Ogah! Emang aku apaan, suami kerja kok ditungguin. Bagus aku masak dan mengurus rumah," bantah Gita, dia benar-benar suntuk karena setiap hari dia hanya belajar dan duduk-duduk saja di setelah menjadi nyonya Brandon Adhinata.


"Kok nggak mau? Aku sudah menawarkan kegiatan padamu lho. Jangan menyesal nanti!" seloroh Brandon sembari mencubit hidung Gita dengan mesra.


"Capai 'kan? Kamu bandel sih, kalau dibilangin. Mana yang capai, kaki atau tangan? Biar Abang pijit," ucap Brandon melancarkan modusnya.


"Nggak capai, Bang! Hanya saja kok badanku rasanya lemes banget, kek nggak ada tenaga gitu. Padahal Gita tadi hanya memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, setelah itu membuat nasi goreng sama omlet buat sarapan. Kok lemes ya?" jelas Gita merasa heran dengan badannya.


Sudah tiga hari ini, badan Gita selalu lemas padahal dia merasa tidak bekerja berat. Hanya mencuci dan memasak saja, selain membersihkan kamarnya saja. Walaupun sudah mempekerjakan orang, akan tetapi untuk hal-hal tertentu Gita lakukan sendiri.

__ADS_1


Memasak dan mengurus pakaian suami, mulai dari memilih, mencuci dan menyetrika pakaian tetap dia sendiri yang melakukannya. Membersihkan kamar mereka pun dia sendiri. Asisten rumah tangga mengerjakan selain yang dikerjakan oleh Gita.


"Kita ke dokter ya, Abang takut kamu kenapa-kenapa. Mau ya?" bujuk Brandon.


"Gita sehat, Abang! Jadi Abang tidak usah khawatir, ok!" sahut Gita sembari memejamkan matanya karena tiba-tiba kepalanya terasa pusing.


"Sayang, kamu kenapa? Jangan buat Abang takut, Sayang!" ucap Brandon panik karena melihat wajah Gita yang pucat, ditambah lagi tiba-tiba Gita memejamkan mata.


Brandon pun segera menghubungi dokter langganannya. Dokter yang juga menjadi rujukan perusahaannya, jika ada karyawan di kantornya yang sakit saat bekerja.


Brandon yang panik melihat wajah istrinya pucat bagai kapas pun, akhirnya mengangkat tubuh istrinya. Direbahkannya sang istri di atas ranjang, kemudian menuang air hangat untuk diminumkan pada sang kekasih hati.


"Aku tidak apa-apa, Abang tidak usah khawatir!" ucap Gita lirih sembari memegang pelipisnya.


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa dukung terus GiBrand ya, sambil menunggu GiBrand up mampir yuk ke karya recehku yang lain 🤗🤗😘


__ADS_2