
Hari ini adalah hari yang bahagia untuk Gita. Pasalnya, saat ini adalah hari kelulusan Gita. Hari dimana, dia dinobatkan sebagai dokter anak, sesuai dengan cita-citanya sejak mengenal Ary.
"Congratulations, Gita!"
"Happy graduation, Mrs. Adhinata!"
Beberapa ucapan selamat ditujukan untuk Gita dari teman-temannya. Tidak hanya ucapan saja, beberapa diantara mereka juga memberikan buket bunga untuk Gita.
"Selamat, Sayang! Akhirnya pahopu ompung jadi dokter anak. Cita-citamu terkabul, Nak. Ompung bahagia sekali!" ucap ompung Norma yang datang secara khusus dari Medan.
Dua hari yang lalu orang tua Gita dan neneknya tiba di Melbourne. Sedangkan mami Maria baru tiba sehari yang lalu. Mereka sengaja datang setelah lima bulan baby boy Gibran Arshaka Adhinata lahir.
"Mauliate godang, Ompung. Gita seneng banget Ompung bisa datang ke sini."
Gita mencium kedua pipi sang nenek lalu memeluknya.
Saat ini Brandon masih belum mendekati sang istri, karena masih memberikan ASI untuk baby Gibran. Tadi baby Gibran tiba-tiba menangis karena lapar dan haus. Baby gembul itu selalu saja lapar, untung stok ASI Gita selalu melimpah.
Selesai memberi ASI pada baby gembul Gibran, Brandon mendatangi Gita. Dengan tangan kiri menggendong baby dan tangan kanan membawa sebuah buket bunga berukuran besar.
"Selamat, Sayang. Sukses selalu untukmu, my Queen," ucap Brandon sembari menyerahkan buket bunga pada sang istri.
"Thanks, Hubby. I love you so much..." sahut Gita sambil menerima buket dari tangan Brandon. Gita lalu memberikan ciuman pada sang suami.
"Love you more!" Brandon langsung memagut bibir Gita dengan baby Gibran masih berada dalam gendongannya.
__ADS_1
Melihat hal itu, ompung Norma langsung menepuk pundak Brandon dengan kuat.
"Kalian ini, ciuman tidak tahu tempat! Lihat anak kalian! Kalau jatuh bagaimana? Lain kali kalau mau ciuman kasih anakmu dipegang orang lain. Jangan main sosor, macam bebek saja!" omel ompung Norma seraya merebut baby Gibran dari gendongan ayahnya.
"Maaf, Pung," ucap Brandon dan Gita bersama dengan suara lirih.
Ompung Norma tidak menjawab tapi malah meninggalkan mereka menuju mobil dengan baby Gibran di gendongannya.
"Kalian berdua seneng banget bikin ompung kalian marah! Lain kali lihat tempat jika ingin mengumbar kemesraan. Walaupun di sini bebas, bukan berarti kalian meninggalkan adat kalian," tegur mami Maria.
"Mami saja yang lahir dan besar di negara Barat, masih bisa menjaganya. Masak kalian baru beberapa tahun di sini sudah terbawa lingkungan," lanjut mami Maria.
"Brandon lahir di Belanda, Mami. Apa Mami lupa?" sahut Brandon dengan senyum meledek.
"Tapi kamu dibesarkan di Surabaya. Apa kamu melupakannya, hmm?" Mami Maria membalikkan kata-kata anak semata wayangnya itu.
*
*
*
Malam harinya, Gita dan keluarga menikmati makan malam bersama. Mereka memasak menu Indonesia. Mereka makan sambil bercerita, sebagai wujud sukacita atas kelulusan Gita.
"Gita sudah selesai menempuh pendidikannya. Kapan kalian akan pulang ke Indonesia, hmm?" tanya pak Chandra setelah semua selesai makan.
__ADS_1
Gita menatap suaminya sebagai tanda meminta pertolongan untuk menjawab pertanyaan sang ayah. Brandon pun langsung tanggap hanya dengan melihat tatapan mata sang istri.
"Sebelumnya, kami minta maaf Pa, Ma, Mi dan Ompung. Kami belum bisa pulang ke tanah air dalam waktu dekat ini. Usaha Brandon saat ini sedang berkembang. Jadi, kami akan pulang setelah usaha di sini mulai maju dan stabil. Mungkin sekitar satu tahun lagi kami akan menetap di Indo, tapi tepatnya dimana belum kami putuskan." Brandon menjawab pertanyaan sang mertua, dengan menjelaskan alasannya kenapa belum juga mau pulang dan menetap di Indo.
"Apapun yang menjadi keputusan kalian kami hanya bisa mendukung dan mendo'akan. Semoga kesuksesan dan kebahagiaan mengiringi langkah kaki kalian." Pak Chandra pun hanya bisa pasrah atas keputusan anak dan menantunya.
"Aamiin..."
*
*
*
*
*
TAMAT
...Terima kasih atas dukungannya pada karya recehku ini. Karya yang terlalu biasa karena tanpa adanya adegan ranjang yang hot jeletot. Bukan karena sok suci, tetapi dikarenakan othor lagi mode waras. Bahwa, adegan ranjang yang hot jeletot itu termasuk pornografi....
...Setiap apa yang tertulis di aplikasi akan meninggalkan rekam jejak yang sulit dihapus. Takutnya nanti saat othor sudah tiada, karya othor masih ada. Nantinya akan menjadi amal perbuatan yang dihisab di akhirat....
^^^Sekali lagi terima kasih sudah mendukung karya recehku ini. I love you allπππ^^^
__ADS_1
...Diriku tanpa kalian hanyalah butiran debu yang tiada arti......
Mauliate godang readers tercinta π₯°π₯°ππ