
"Pa, apa Papa nggak curiga? Selama ini Gita tidak pernah lho bercerita jika memiliki suatu masalah. Papa?" ucap mama Hotma begitu tamunya sudah menghilang dari pandangan.
"Curiga apa sih, Ma?" Pak Chandra balik bertanya pada istrinya.
"Curiga aja, katanya dia memiliki salah sama Gita. Padahal Gita nggak ada di Indonesia. Terus katanya tadi, Gita juga nggak mau diajak bicara masalah pernikahan. Jangan-jangan mereka pacaran di belakang kita, Pa!" jawab mama Hotma menerka-nerka.
"Jangan berprasangka, Ma! Sebaiknya kita hubungi saja si Gita. Suruh dia pulang, baru kita tanyakan semuanya pada anak itu. Bagaimana?" tutur pak Chandra bijak.
"Sekarang Papa saja yang hubungi kalau begitu. Mama mau beres-beres ini!" sahut mama Hotma sembari mengangkat gelas kosong di meja ruang tamu.
Pak Chandra pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi anak perempuan satu-satunya.
"Iya, Pa! Apa kabar?" usai Gita menjawab salam dari ayahnya.
"Kabar kami baik, Nak. Bagaimana keadaan kamu di sana?"
"Alhamdulillah, Pa."
"Kamu bisa segera pulang? Ada yang mau kami bicarakan dengan kamu."
"Gita belum bisa pulang, Papa! Tesis Gita tinggal dikit lagi kelar. Bulan depan batas akhirnya sebelum sidang. Papa dan Mama do'ain Gita ya, biar cepat kelar kuliahnya!" pinta Gita memelas.
"Iya, kami selalu mendo'akan yang terbaik untukmu. Ada yang mau Papa tanyakan nih, tapi janji kamu jangan marah, jangan kamu masukkan ke dalam pikiran." Pak Chandra diam sejenak untuk mengambil oksigen sepenuh da da, kemudian membuang karbondioksida perlahan.
__ADS_1
"Ada hubungan apa kamu dengan Nak Brandon? Jangan terlalu lama pacaran, itu tidak baik!" ucap pak Chandra akhirnya.
"Gita tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan Bang Brandon, Pa. Sejak dulu kami hanya sebatas abang dengan adiknya. Tidak lebih!"
"Kamu tidak usah berbohong Anggita! Apa dia alasan kamu tidak mau dijodohkan dengan paribanmu?"
Gita bingung harus menjawab apa, dia tidak pernah menyangka masa lalunya bersama Brandon sampai juga pada orang tuanya.
"Kenapa Papa berpikir seperti itu? Apa Papa tidak percaya lagi dengan Gita? Sekali lagi Gita katakan ke Papa, Gita dan Bang Brandon tidak pernah memiliki hubungan khusus. Sebenarnya Papa ada apa, kenapa bertanya demikian?" Gita akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada ayahnya.
"Tadi Brandon ke rumah, dia datang melamar kamu..."
Betapa terkejutnya Gita mendengar jawaban sang ayah.
"Iyaa, katanya dia mencintai kamu dan ingin menikahi kamu. Bagaimana? Kamu mau menikah dengannya?"
"Gita belum ingin menikah, Pa! Gita belum menyelesaikan spesialisasi. Gita ingin seperti Kak Ary, Papa," tolak Gita secara halus.
"Baiklah kalau memang seperti itu mau kamu. Papa tidak akan memaksa kamu. Jaga diri kamu baik-baik! Kami hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu," pesan pak Chandra pada anaknya sebelum mengakhiri panggilan.
Pak Chandra mendatangi istrinya yang di dapur. Kemudian beliau menceritakan tentang percakapannya tadi dengan sang buah hati.
Mendengar cerita dari suaminya, kecurigaan mama Hotma semakin kuat.
__ADS_1
"Pasti ada yang tidak beres ini, Pa! Papa merasa aneh nggak sih? Tiba-tiba Brandon datang meminta maaf karena menyakiti Gita, terus melamar Gita. Jangan-jangan mereka..."
"Jangan berprasangka, apalagi prasangka buruk! Kita tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Kenapa mereka seperti itu, mungkin mereka memiliki alasan tersendiri. Sehingga belum bisa untuk jujur pada kita. Kita tunggu sebulan atau dua bulan lagi, kita pertemukan keduanya. Biar kita tahu kebenarannya!" nasehat pak Chandra tak ingin menambah masalah.
"Habisnya, Mama perhatikan sepertinya mereka pernah memiliki hubungan terus pisah gitu. Kalau tidak pernah memiliki hubungan mana mungkin minta maaf terus melamar!" sahut mama Hotma sembari mengelap tangannya sehabis mencuci piring dan perkakas masak.
*
*
*
Sambil menunggu up mampir juga ke karya recehku yang lain ya 🙏🤗
Sepenggal Kisah Ary (tamat)
Menikahi Duren Ansa (tamat)
Menggapai Mimpi (tamat)
__ADS_1
Terima kasih 🥰😘