
Pak Gunadi memikirkan kata-kata yang terlontar dari bibir Brandon, begitu keluar dari ruangan menantunya itu. Pak Gunadi sebenarnya juga tidak tahu apa tujuan Kia menjebak Brandon hari itu. Dia dulu hanya mengikuti naluri sebagai orang tua yang tidak ingin terjadi sesuatu pada anaknya.
Dulu pak Gunadi berpikir jika Kia dan Brandon tidur satu kamar pasti akan terjadi sesuatu yang berujung dosa. Melihat anaknya yang tidak memakai baju tidur di kamar seorang laki-laki dewasa membuat pak Gunadi tidak bisa berpikir jernih. Dia menduga bahwa keduanya sudah melakukan dosa. Apalagi begitu mereka menikah tak berselang lama, Kia hamil. Dia dan istrinya tidak menyangka jika anak yang dikandung Kia adalah bukanlah anak Brandon.
Awalnya dia sangat ingin memiliki menantu Brandon, dengan alasan Brandon dapat mendongkrak nama perusahaannya. Itu terbukti, baru beberapa bulan menjadi mertua Brandon, indeks harga saham Guna Group yang dilepas di pasar modal naik dengan signifikan.
Sejak saat itu, pak Gunadi pun mulai serakah. Dia juga menginginkan Rend's Comp menjadi miliknya. Dia membuat perjanjian kerjasama yang memberatkan Rend's Comp. Selain itu juga, pak Gunadi mulai mengungkit kepemilikan saham di Rend's Comp. Itulah kenapa akhirnya kerjasama antara Guna Group dan Rend's Comp berakhir. Brandon tidak ingin Rend's Comp berpindah kepemilikan. Cukup orang yang dekat dengan pemilik saja yang memegang saham tersebut..
Saham Rend's Comp memang tidak dipasarkan untuk umum. Hanya para pendiri dan keluarga saja yang memiliki. Hal ini ditujukan agar menjaga perusahaan tidak berpindah kepemilikan.
__ADS_1
"Kia, boleh Papa tahu apa tujuanmu menjebak Brandon sewaktu perjalanan bisnis ke Medan?" ucap pak Gunadi begitu masuk ke ruang rawat inap Kia.
Kia yang saat itu tengah membaca novel online di ponselnya terkejut, kemudian mengangkat wajahnya.
"Kenapa Papa bertanya seperti itu?" Kia balik bertanya pada ayahnya.
"Tidak usah lagi berpura-pura di hadapan Papa! Papa sudah tahu jika anakmu itu bukan anak Brandon. Kebohongan apalagi yang akan kamu tutupi?" bentak pak Gunadi sembari mendekati anak kesayangannya itu.
"Indeks harga saham Guna Group yang dilepas ke pasar modal mulai turun setiap harinya. Kita saat ini menunggu ada yang mau berbaik hati, mengembalikan nama baik perusahaan yang telah kamu rusak. Brandon telah mengumumkan bahwa dia dijebak dan dipaksa menikahi wanita hamil. Padahal dia tidak pernah menyentuh wanita itu. Dia membeberkan dengan jelas nama kamu dan Papa di sebuah media sosial yang memiliki ribuan pengikut."
__ADS_1
"Sekarang juga kamu buat video yang berisi permintaan maaf kamu ke Brandon. Kamu katakan alasan kenapa kamu menjebaknya! Hanya ini jalan satu-satunya agar kalian bisa bercerai dan Guna Group kembali normal seperti semula."
Pak Gunadi menjelaskan semuanya pada anak perempuan satu-satunya itu. Ingin rasanya dia mengamuk pada sang buah hati, akan tetapi melihat kondisi fisik dan mental Kia saat ini, dia memendam amarah yang sudah memuncak itu.
Kia terdiam mendengar perkataan ayahnya baru saja. Dia merasa bersalah karena ulahnya, perusahaan peninggalan kakeknya berada di ujung tanduk. Kia sebenarnya ingin mengaku jika dirinya telah jatuh cinta pada Brandon sejak pertama kali bertemu.
Melihat sikap Brandon yang selalu dingin padanya selama mereka bekerja sama, Kia pun mengusahakan beberapa cara untuk menarik perhatian Brandon. Akan tetapi selalu gagal. Brandon tetap dingin dan cuek padanya. Hanya urusan pekerjaan saja dia mau diajak bicara, sampai pada saat Kia mulai menyerah.
Di saat menyerah, Kia salah mengambil keputusan. Dia pergi ke sebuah club, dia minum sampai mabuk dan kehilangan kesadaran. Begitu terbangun, ternyata dia sudah mengalami pelecehan se**ual. Dia tidak tahu siapa pelakunya. Saat memeriksa CCTV, ternyata sudah dihapus oleh seseorang.
__ADS_1
"Ayo, Kia! Lakukan sekarang, sebelum semua terlambat," bujuk pak Gunadi saat dilihatnya sang anak hanya melamun tanpa menjawab perintahnya tadi.