Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
37. Wisuda


__ADS_3

Gita sibuk menghubungi keluarganya karena ingin didampingi oleh mereka. Lebay memang, akan tetapi dia sangat menginginkan keluarganya hadir di hari bahagianya. Walaupun dia tidak begitu cerdas akan tetapi nilainya selalu masuk sepuluh besar.


Hari 'H' itu akhirnya datang, pak Chandra dan istrinya serta Ompung Norma telah datang dua hari sebelumnya. Mereka sengaja datang dua hari sebelumnya karena ingin istirahat terlebih dahulu. Perjalanan jauh dan iklim yang berbeda sering membuat orang mudah sakit. Untuk menghindari itu, mereka memilih datang lebih cepat agar bisa istirahat dan menyesuaikan diri dengan iklim setempat.


Gita bangun cepat hari ini, saat dia keluar dari kamarnya tampak mama dan ompungnya sudah berada di dapur. Mereka berdua telah menyiapkan sarapan dengan menu ciri khas Indo. Lidah mereka belum terbiasa dengan makanan setempat, jadi mereka memilih memasak sendiri.


"Pagi Ma, Pung!" sapa Gita pada kedua wanita dewasa di hadapannya.


"Jam segini kalian sudah siap masaknya, terus jam berapa kalian bangun tadi?" cerca Gita kemudian seraya duduk di kursi meja makan.


"Kek biasalah! Kami sudah terbiasa bangun pagi, tak seperti kau yang bangkong tiap hari." cibir mama Hotma.


"Anak gadis bangun bangkong, habis itu langsung makan nggak mandi dulu. Jorok kali!" lanjut mama Hotma sembari menghidangkan masakannya di meja makan.


(Bangkong \= bangun tidur kesiangan, kalau orang Jawa bilangnya keblug 🤭)


"Mama ini merepet aja, macam radio bodol Masih mending radio bodol dipukul diam, kalau Mama dipukul makin nggak bisa diam." Gita nyengir menampakkan deretan gigi putihnya setelah menjawab omelan mamanya.

__ADS_1


"Punya anak kelewat bijak macam kau ini, lama-lama Mama kau jadi keset. Dipijak terus!" potong ompung Norma.


"Bukan bijak itu namanya, Mak! Tapi kurang ajar. Maunya sekali-kali dihajar biar gak kurang ajar lagi!" sahut mama Hotma seraya meninggalkan anak dan ibunya menuju kamar hendak memanggil suaminya.


Saat mama Hotma baru selangkah berjalan, pak Chandra keluar dari kamar.


"Masih pagi juga kalian sudah ribut, macam pajak kota saja!" tegur pak Chandra begitu sudah satu ruangan dengan keluarganya.


"Namanya lama tak jumpa, Pa. Kalau belum ribut sampai heboh, belum afdol!" jawab Gita mencari alasan agar tidak kena marah sang ayah.


"Melepas rindu tak harus dengan saling menghujat atau mencibir. Kalian 'kan bisa cerita yang bagus-bagus. Tentang kejadian apa saja selama kalian tidak bertemu, misalnya." nasehat pak Chandra pada anak dan istrinya.


"Kau itu macam tak pernah muda saja! Kau dulu pasti lebih parah dari Gita, makanya kau tak mau lagi dengar suara orang ribut." potong ompung Norma. Beliau sudah kelaparan sehingga tidak mau lagi menunggu orang selesai berantem baru makan.


"Kalau kalian belum selera makan, biar aku sendiri yang makan! Lanjutkan perdebatan kalian di luar. Aku tak mau hilang selera makan." ucap ompung Norma sambil mengambil nasi goreng buatan anak perempuannya.


Melihat itu, akhirnya mereka semua duduk dan mulai menikmati sarapan dengan suasana tenang.

__ADS_1


*


*


*


Hai... hai... promo kali ini dari Selvi_19. Mampir yuk 🤗


Judul : My Lovely My Angel


Napen : Selvi_19


Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?


Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara. Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman. Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.


Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?

__ADS_1


Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel



__ADS_2