Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Bonchap Leonard dan Eleanor 3


__ADS_3

Eleanor mencari bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh laki-laki yang menikahinya setahun lalu. Bahkan dia juga memasang CCTV dengan kamera kecil di kamar Leonard. Eleanor benar-benar ingin lepas dari suaminya itu, sehingga apapun dilakukan untuk mendapatkan bukti.


Sebulan lamanya Eleanor mengumpulkan bukti-bukti keburukan Leonard. Kini bukti itu sudah terkumpul, hanya tinggal menyerahkan pada keluarga Gladston, mertuanya.


"Ele!" teriak Leonard dalam keadaan mabuk.


Tidak biasanya laki-laki berprofesi sebagai dokter itu mabuk-mabukan. Walaupun selama ini dia sering gonta-ganti pasangan kumpul ke*bo, dia tidak pernah mabuk. Apalagi sejak mengenal Gita, alko hol dan r*k*k ditinggalkan begitu saja. Semua itu demi rasa cintanya pada sang gadis pujaan. Tapi sayang mereka tidak berjodoh.


"El! Ele!" Leonard terus berteriak hingga memekakkan telinga Eleanor.


Eleanor yang kebetulan akan tidur, akhirnya bangkit dari ranjang dan keluar dari kamar.


"Leonard?" Ele terkejut karena aroma alk* hol menguar dari mulut Leonard.


"Apa yang kamu lakukan, Leonard? Kamu seorang dokter kenapa mabuk-mabukan seperti ini?" cerca Eleanor panik.

__ADS_1


Leonard tidak mau mendengarkan ucapan Eleanor. Dia terus meringsek maju mendekati sang istri yang sudah tampak ketakutan.


Leonard mencengkeram erat dagu Eleanor. Emosi saat ini menguasai diri Leonard.


"Apa yang kamu lakukan di luar sana, hah? Kamu ingin mempermalukan aku dan keluargaku, iya?" teriak Leonard tepat di depan wajah Eleanor. Bau alkohol langsung menusuk indra penciuman Eleanor, membuat kepala Eleanor pusing.


Eleanor terus menggelengkan kepala menyangkal tuduhan suaminya.


"Kamu dibayar berapa oleh laki-laki itu?"


Eleanor tetap menggeleng sembari meneteskan air mata, menahan sakit di dagunya. Wanita cantik bertubuh mungil itu tidak tahu arah pembicaraan sang suami. Dia hanya tahu saat ini Leonard sedang murka.


Leonard terus saja menyudutkan Eleanor. Dia selalu mencari cara untuk menyakiti istri sahnya itu. Wanita yang tidak dicintai dan sangat dibencinya.


Air mata Eleanor mengalir deras ke pipinya. Namun, air mata itu tidak membuat seorang Leonard iba. Dia malah semakin menyiksa Eleanor dengan menguatkan cengkeraman tangannya pada dagu Eleanor.

__ADS_1


"Baiklah, kalau kamu tidak mau mengakuinya. Aku yang akan memuaskanmu malam ini!" ucap Leonard sebelum akhirnya dia mencum bu istri mungilnya itu.


Eleanor meronta-ronta berusaha melepaskan tangan Leonard. Kedua tangan Eleanor dipegang Leonard dengan satu tangan. Sedang tangan satunya dipakai Leonard untuk mencengkeram dagu Eleanor.


Badan Eleanor yang sangat kecil sangat tidak bisa mengimbangi tenaga Leonard. Postur tubuh Leonard yang tinggi besar bisa dengan mudah menguasai Eleanor.


Leonard melemparkan tubuh Eleanor ke ranjang, lalu mengungkungnya. Tangan kiri Leonard memegang kedua tangan, ditariknya kedua tangan Eleanor diletakkan di atas kepala. Sedangkan tangan kanan Leonard, digunakan untuk melucuti pakaian sang istri dan pakaiannya sendiri.


Leonard memperlakukan Eleanor dengan sangat kasar. Leonard memagut bibir Eleanor dengan beringas. Menye sap dan menggigit pelan agar Eleanor mau membuka mulutnya.


"Kamu tidak mau melayani suamimu sendiri, hah? Atau kamu sudah kecanduan batang berurat milik laki-laki di luar sana?" berondong Leonard tanpa mengehentikan kegiatannya.


Me re mas, me mi lin dan menggigit benda yang mirip dengan squish. Gerakan seduktif yang dilancarkan oleh Leonard mampu meloloskan de sah an manja dari mulut Eleanor.


Setelah dirasanya inti Eleanor basah dan siap dimasuki, Leonard pun membuka pa ha Eleanor lebar. Kemudian mengarahkan senjata andalannya itu ke rumah yang sebenarnya.

__ADS_1


Berulang kali Leonard berusaha menerobos pintu masuk. Hingga dengan satu hentakan keras, mampu mendobrak pintu surga dunia.


"Sa..kiitt!" jerit Eleanor kala inti tubuhnya terasa panas dan perih, dengan tangan mencengkeram sprei hingga buku jarinya memutih.


__ADS_2