Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
17


__ADS_3

Brandon pulang ke ruko dengan pikiran yang berkecamuk. Dia tidak menyangka akan seperti ini akhirnya. Seminggu tidak bertemu dan bertukar kabar membuatnya sangat kehilangan Gita.


"Gita... Kamu sukses memporak-porandakan pikiranku." gumam Brandon.


Brandon mencari Gita untuk diajak ke acara pernikahan Ary. Akan tetapi Gita pergi seminggu sebelum pernikahan mantan kakak iparnya.


"Apa aku salah mengenali perasaanku ini? Mendengar Ary akan menikah hatiku tidak merasakan sakit sama sekali. Akan tetapi menghilangnya Gita kenapa hidupku terasa hampa? Sebenarnya siapa yang aku cinta?"


"Melihat Ary tertawa, aku pun ikut bergembira. Melihatnya menangis hatiku terasa perih seperti disayat sembilu. Akan tetapi ketika melihat Gita menangis hatiku terasa hancur."


Brandon merasa gelisah, dia tidak tahu siapa yang sebenarnya telah mencuri hatinya. Dia mencintai Ary akan tetapi dia juga tidak mau jauh dan kehilangan Gita.


Brandon selalu murung hingga Rommy pun merasa heran.


"Lo kenapa, Bro? Keknya gelisah banget beberapa hari ini." tegur Rommy saat dilihatnya sang sahabat sedang melamun.


"Hhhh... Nggak apa-apa!" sahutnya lirih.


"Nggak apa-apa kok wajahnya kuyu kek gitu? Ada apa? Selagi Gue bisa bantu Lo, pasti Gue bantu."


"Betul Lo mau bantu Gue?" tanya Brandon antusias.


"Lo telepon Gita sekarang juga kalau begitu!" titah Brandon.


Rommy pun menghubungi Gita berulangkali, akan tetapi selalu operator yang menjawab.


"Di luar jangkauan terus! Ganti nomor kali." ujar Rommy setelah berulang kali mencoba menghubungi no ponsel Gita.

__ADS_1


"Siyal!" ucap Brandon dengan wajah lebih parah.


Brandon pun akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi keluarga Gita yang di Sumatera Utara.


Setelah selesai berbicara dengan mama Hotma, Brandon tampak semakin frustasi. Hal ini dikarenakan Gita tidak mengabari keluarganya sejak meninggalkan Indonesia. Gita hanya meminta modal tinggal di luar negeri sebanyak 1M, selain itu dia juga meminta dikirim do'a berupa surat Al Fatihah dan sholawat.


Gita mengatakan pada keluarganya untuk tidak menghubungi dirinya. Dia ingin mandiri selama di luar negeri. Gita berjanji akan menghubungi keluarganya jika merindukan mereka. Gita memang menghubungi keluarganya tapi dia menggunakan fasilitas umum. Sehingga tidak pernah bisa dilacak dimana ia tinggal.


*


*


*


"Rom, Gue nitip kado ya? Gue ada janji dengan investor asing, nggak mungkin 'kan Gue batalkan. Bisa?" ucap Brandon pada Rommy yang akan berangkat ke kota tempat tinggal orang tua Ary.


Rommy akan menghadiri pesta pernikahan Ary dan Alex. Jarak yang jauh, membuat Rommy harus berangkat pagi dari Yogya.


"Atau Lo emang sengaja nggak mau datang takut termehek-mehek di sana?" imbuh Rommy mengejek Brandon.


"Ck, Lo! Kalau nggak mau nggak apa-apa. Nanti habis ngurusin perusahaan Gue langsung ke sana. Gitu aja banyak alasan!" gerutu Brandon seraya berjalan meninggalkan Rommy.


Brandon masuk ke kamarnya yang tidak jauh dari kamar Rommy. Dia merasa tidak sanggup untuk menghadiri pernikahan wanita yang dicintainya dalam diam selama ini.


Melihat gelagat Rommy yang malas dititipi kado, membuatnya mau tidak mau harus datang sendiri ke acara itu.


"Huhhh... semoga Mr. William nanti mau diajak ke acara pernikahan Ary."

__ADS_1


Saat Brandon hendak berganti pakaian untuk menemui Mr. William, Rommy masuk ke kamarnya.


"Ck, apalagi Rom?" ujar Brandon kesal ketika dilihatnya sang sahabat tiba-tiba masuk.


"Mana kado Lo? Biar Gue bawa sekalian," pinta Rommy seraya menadahkan tangan.


"Nggak jadi! Nanti Gue ajak Mr. William aja ke sana, sekalian antar kado," tolak Brandon sambil merapikan jasnya. Brandon menggunakan kaos berwarna putih dipadukan dengan jas berwarna abu-abu.


"Udeh! Udeh ganteng Lo, nggak usah kelamaan ngaca kek cewek aja!" ejek Rommy ketika dilihatnya sejak tadi Brandon mengaca dan membetulkan dandanannya.


"Apaan sih Lo? Nggak jelas!" gerutu Brandon seraya melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


"Beneran nggak jadi, nih?" tanya Rommy berteriak agar didengar Brandon.


"Nggak!" sahut Brandon singkat, jelas dan padat.


Brandon tetap melanjutkan pertemuannya dengan Mr. William. Dia ingin membuat perusahaan lebih maju di bawah kepemimpinannya.


Sore harinya, Brandon pergi ke rumah orang tua Ary untuk menghadiri pesta pernikahan Ary.


Saat sampai di sana, tamu undangan sudah tidak ada. Hanya tinggal beberapa keluarga jauh yang masih bertahan.


"Sebentar ya, Mas! Pengantinnya baru mandi, sudah mendekati Maghrib soalnya." ucap salah satu kerabat Ary.


"Iya, Bu!" sahut Brandon sembari menganggukkan kepalanya.


Tak lama menunggu, mempelai pria datang menghadiri dirinya.

__ADS_1


"Temannya Ary?" sapa Alex sambil menyalami tangan mereka satu persatu.


Brandon sebenarnya ingin memperkenalkan Mr. William pada Ary. Akan tetapi, Brandon mengurungkan niatnya itu.


__ADS_2