
"Nggak boleh ya, Mbak? Padahal Arum masih kangen sama Non Gita," ucap Ruminten sendu karena tidak diijinkan ikut ke makam.
"Mbak Ruminten 'kan sudah sering ke makam tho? Sekarang giliran kami yang menengok dan membersihkannya. Mbak Ruminten cukup di rumah saja, bantu jagain mereka untuk aku. Kasihan baby sister satu harus jagain bayi tiga." bujuk Ary agar Ruminten mau tinggal.
"Lagian kamu sebagai tuan rumah seharusnya masak untuk menjamu tamu. Ingat menjamu tamu itu pahalanya besar lho!" imbuh Ary ketika dilihatnya Ruminten masih enggan ditinggal.
"Ayo, Ta! Keburu panas, lagian mumpung anak-anak masih tidur." ajak Ary pada mantan adik iparnya itu sembari meninggalkan ruang tamu tempat mereka melepas rindu dengan Ruminten.
"Asiaapp!" jawab Gita dengan sikap hormat.
Mereka berdua pergi ke makam dengan diantar sopir. Sedangkan Ruminten, wajahnya ditekuk seperti kertas yang dire mas menjadi bola.
Lima belas menit perjalanan yang harus mereka tempuh agar sampai ke makam Rendy. Akhirnya mereka sampai di makam, mereka berdua masuk ke areal pemakaman. Mereka berjalan beriringan menuju sebuah kuburan dengan batu nisan bertuliskan Renaldy Pratama.
"Assalamu'alaikum, Abang. Maaf ya, sudah lama Ary tidak menjenguk Abang. Bukan maksudku melupakan Abang ataupun menggantikan posisi Abang. Percayalah, Abang masih menempati tempat yang sama di hati Ary." gumam Ary lirih dengan mata berkaca-kaca.
"Abang, Gita kangen sama Abang. Hidup Gita tanpa Abang, hampa dan kosong. Abang, semoga engkau bahagia di surga." Gita pun menggumamkan kata-kata yang sarat akan kerinduan.
Mereka berdua kemudian menghadiahkan Al Fatihah dan do'a untuk Rendy. Hening dan senyap, hanya ada suara ranting dan daun yang bergesekan karena angin.
Kepala Gita tiba-tiba menyender di pundak Ary, air matanya perlahan menetes ke pipinya. Ingin rasanya dia mengadu atas apa yang terjadi pada Rendy, ia tahu itu tidak mungkin. Oleh karena itu, Gita hanya bisa diam dan menangis.
__ADS_1
"Jangan lagi ditangisi dan diratapi kepergian Abang! Kita semua memang merasa kehilangan, namun ini semua sudah menjadi garis hidup kita. Kita harus ikhlas! Kita kirimkan do'a saja, agar dia tenang di surga." nasehat Ary agar Gita berhenti menangis.
"Iya, Kak! Gita hanya merindukan Abang. Walaupun Abang sering jahil, tapi dia sayang sama keluarganya." kata Gita sembari menyusut air mata, tak lupa ia juga membuang ingus yang menumpat hidungnya.
Sroootttt...
"Ihh, jorok!" canda Ary saat mendengar suara Gita membuang ingus.
"Hahaha... biar lega pernapasannya, Kak!" jawab Gita sambil nyengir menampakkan deretan giginya.
"Bisa 'kan dilap pakai tisu? Dasar gadis jorok!" olok Ary sambil tersenyum.
"Sudah panas, pulang yuk!" ajak Ary kemudian saat Gita mengelap air mata dan ingus menggunakan tisu.
"Hayuk!" sahut Gita tersenyum.
"Abang kami pulang, ya! Kami pasti ke sini lagi buat jenguk Abang. Assalamu'alaikum..." ucap Ary seraya berbalik meninggalkan kuburan Rendy.
"Iya, Brand?"
Ary mendapat telepon dari Brandon saat dalam perjalanan pulang dari makam ke rumah peninggalan Rendy.
__ADS_1
"Kamu datang aja ke rumah di jalan Kaliurang. Kami di sini kok, tadi habis dari ziarah."
"Ok, aku tunggu ya!" ucap Ary sebelum Brandon mengakhiri panggilannya.
"Siapa Kak?" tanya Gita penasaran.
"Brandon. Dia ngajak ketemuan, bahas cabang yang akan dibangun." jelas Ary.
"Oo"
Karya yang recommended banget!
Judul : Tante CEO I Love You
Napen : Momputt
Blurb :
Aditya Farasyah, pria usia 22 tahun . Ganteng?jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, pria muda humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga bar-bar keturunan Lala mamanya . Dari kecil hingga dewasa ia tinggal di LN bersama kedua orang tua nya dan tiba lah suatu hari drama keluarga dimana Aditya meminta izin untuk merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman atau lebih tepatnya jati diri seorang mandiri,Namun apa jadinya baru pertama kali ke Indonesia Aditya sudah berbuat ulah? "TANTE Love You."
Gimana jadinya persahabatan yang terpisahkan begitu lama karna beda Negara di satukan kembali oleh anak mereka?kisah cinta dari novel(Pembantu Cantiknya Sang Casanova) versi anak mereka. Simak yuk!!
__ADS_1