Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
23. Kedatangan Brandon 2


__ADS_3

Brandon memulai pencariannya dengan stalker tempat wisata yang ada di dua post card kiriman Gita. Setelah mendapatkan di daerah mana tempat wisata tersebut. Brandon tinggal menunggu waktu kapan Gita menghubungi orang tuanya.


Dua hari kemudian, Gita menghubungi ayahnya menggunakan telepon umum yang ada di dekat rumah sakit tempat magangnya. Awalnya Brandon yang sedang ada meeting dengan koleganya, tidak menyadari itu. Akan tetapi begitu ada break sebentar. Dia membuka ponselnya sehingga dia bisa langsung melacak keberadaan Gita.


Brandon mendapatkan alamat rumah sakit tempat magang Gita, akan tetapi dia belum mengetahui jika Gita magang di sana.


Brandon memesan tiket pesawat untuk penerbangan pertama untuk esok hari. Dia ingin menemui Gita untuk membahas kepemilikan saham, selain itu juga dia ingin minta maaf atas kejadian di malam dia merenggut kehormatan Gita.


Hari yang ditunggu pun tiba. Dia melakukan penerbangan dari Jakarta karena kebetulan dia berada di Jakarta untuk urusan bisnis.


Setelah melewati sepuluh jam lebih sepuluh menit, akhirnya Brandon mendarat di Melbourne. Sekitar jam delapan malam daerah setempat, Brandon keluar dari Bandara Melbourne. Brandon langsung menuju hotel yang dekat dengan rumah sakit dimana Gita pernah terdeteksi.


Brandon segera membersihkan dirinya begitu sampai di hotel tempatnya menginap. Dia memesan layanan kamar untuk makan malam.


"Semoga besok pagi aku sudah bisa menemukan kamu. Tidak sabar rasanya ingin bertemu."


Brandon sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya. Ternyata makan malamnya telah datang. Brandon pun menikmati makan malam sambil sesekali melamun.


Brandon teringat kejadian malam itu. Kejadian dimana dia mengambil paksa harta paling berharga seorang wanita. Pengalaman pertama yang diluar kendalinya.

__ADS_1


Flash back on


Brandon sedang menyelesaikan beberapa laporan bulanannya. Dia sengaja melakukan pekerjaan itu di malam hari, saat sepi memudahkan dia untuk berkonsentrasi. Apalagi Rommy tadi sore pulang ke kampung halamannya di Wonosari. Sehingga dia pun bisa mengerjakan laporan dengan tenang.


Di saat dia baru mengerjakan separuh laporan, Brandon mendapat panggilan masuk dari Gita.


"Bang buka pintunya! Aku di bawah." Terdengar suara Gita di seberang telepon ingin masuk. Tanpa menunggu waktu, Brandon langsung bergegas turun untuk membuka pintu.


Ternyata Gita membawakan makan malam untuk Brandon dan Rommy. Akhirnya Brandon dan Gita makan malam bersama karena kebetulan Brandon terakhir makan tadi jam empat sore. Mereka berdua menghabiskan tiga bungkus nasi karena Rommy tidak ada.


Setelah selesai makan, tiba-tiba Gita mengungkapkan isi hatinya. Walaupun awalnya ragu, akan tetapi dia bisa mengatakan semuanya.


"Kamu kenapa, hmm?"


"Gita...cinta sama Abang!"


Langit seakan terkejut mendengar pernyataan cinta seorang gadis belia pada sahabat almarhum abangnya.


Gita tiba-tiba naik ke pangkuan Brandon dengan tangan melingkar di leher. Hal ini membuat Brandon terkejut sehingga dia reflek memeluk bukan menurunkan Gita.

__ADS_1


Brandon yang belum pernah dalam posisi seintim sekarang, jantungnya berdebar-debar tidak karuan.


Gita yang terus bergerak di atas pangkuannya membuat burung parkit Brandon terbangun seketika. Seakan ingin masuk ke sarangnya.


Cuaca dan suasana malam itu sangat mendukung untuk memasukkan burung ke sarang. Sehingga dengan keputusan yang bulat, Brandon membawa Gita ke kamarnya.


Sepanjang kaki melangkah dari ruang tamu hingga masuk ke dalam kamarnya, Brandon mencium, menye sap, me lu mat serta mengeksplor bibir dan mulut Gita.


Gita yang awalnya menolak, akhirnya harus pasrah karena kalah tenaga dengan Brandon. Brandon seolah gelap mata sehingga tidak memberi ruang pada Gita untuk melakukan perlawanan. Seiring dengan isakan tangis Gita, Brandon berhasil merenggut kehormatan yang Gita jaga selama ini.


Brandon heran dengan apa yang telah dia lakukan. Padahal selama ini dia selalu menjaga dan melindungi adik sahabatnya itu. Akan tetapi malam ini dia telah merusak gadis yang dianggapnya sebagai adik sendiri.


Untuk menutupi kekalutannya, Brandon pura-pura memasang wajah galak dan dingin seperti biasanya kalau dia sedang kesal. Sehingga Gita tidak berani melawan sama sekali.


Setelah kejadian itu, Brandon tidak bisa tidur nyenyak karena selalu dihantui rasa bersalah.


Flash back off


"Aku sudah seperti orang gila mencari keberadaanmu. Aku harap usahaku kali ini memberikan hasil. Kalau seandainya pihak kampusmu yang lama mau memberikan nama universitas yang di sini. Sudah sejak lama aku bisa menemuimu. Sepertinya Tuhan marah kepadaku dan menghukumku karena telah menyakitimu." gumam Brandon setelah selesai dengan makan malamnya.

__ADS_1


__ADS_2