
"Kak, kita ke rumah dulu atau langsung ke makam?" tanya Gita saat mereka sudah dalam perjalanan.
Ary melihat jam yang melingkar di tangannya sebelum menjawab pertanyaan Gita. Jam sembilan lewat, bisa diperkirakan nanti sampai di rumah sekitar jam sepuluh. Jika ke makam dulu bisa jadi jam sepuluh lewat baru sampai di makam.
"Antar anak-anak ke rumah dulu, baru ke makam bagaimana? Kasihan mereka, nanti kepanasan kalau ikut ke makam. Lagian makam juga kurang bagus dikunjungi anak balita." jelas Ary memberikan pendapatnya.
"Oke kalau begitu, lagian Gita juga mau simpan koper dulu." sahut Gita nyengir menampakkan deretan gigi putihnya.
"Eh, Kak! Si Minten masih di rumah itu?" tanya Gita tiba-tiba setelah beberapa saat terdiam.
"Ruminten? Masih, kenapa?"
"Apa kabarnya dia ya? Sudah nikah belum, Kak?" cerca Gita dengan semangat.
"Dia sehat, happy terus dia mah!" jawab Ary sambil tertawa, dia selalu ingin tertawa jika mengingat asisten rumah tangganya yang satu itu.
"Dia masih sendiri. Trauma, mungkin. Pernikahannya yang pertama gagal jadi dia lebih memilih untuk sendiri saja. Katanya, lebih baik sendiri tertawa daripada berdua penuh dengan air mata. Hahah... Lebay 'kan?" jelas Ary kemudian.
"Pernikahan pertama?"
"He'em. Kenapa terkejut begitu?"
"Lho, mbak Minten itu janda? Aku baru tahu! Aku kira dia pera*wan tak laku." ucap Gita sembari menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.
__ADS_1
"Dia itu janda, menikah karena dijodohkan oleh orang tua. Baru berjalan satu bulan pisah. Setahuku cuma itu sih," cerita Ary akhirnya. Sebenarnya dia tidak ingin membuka aib orang, tetapi dia terlanjur keceplosan. Jadi dia menceritakan tentang status Ruminten. Asisten rumah tangga kesayangan almarhum Rendy.
Ruminten melamar pekerjaan pada Rendy setelah diusir oleh orang tuanya. Karena dianggap mempermalukan keluarga, baru satu bulan menikah sudah diceraikan oleh suaminya. Kebetulan Rendy saat itu sedang mencari asisten rumah tangga untuk mengurus rumah dan segala keperluannya, sehingga dia menerima Minten bekerja.
Rendy sengaja membawa teman-temannya untuk tinggal bersama, agar tidak terjadi fitnah di kemudian hari. Ternyata Minten orangnya cerdas dan easy going, sehingga setiap kali diajak ngobrol langsung nyambung.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah peninggalan Rendy. Rumah dimana Rendy mengucap ijab kabul. Rumah dimana Ary dan Rendy menjalani kehidupan bersama walaupun hanya sebentar, saat itu Rendy yang baru keluar dari rumah sakit meminta agar Ary yang mengurusnya di rumah itu.
"Mbak Ary, Non Gita! Aduuh, Arum kangen banget sama kalian berdua. Terutama Non Gita, ngilang nggak kasih kabar sama sekali. Arum pikir sudah tidak bisa bertemu lagi." teriak Ruminten kegirangan. Dia sangat senang bertemu dengan dua majikannya yang cantik-cantik dan baik itu.
"Halah! Nggak usah drama, Mbak. Biasa aja kali!" sahut Gita santai tapi dia langsung memeluk wanita yang menemaninya selama dua tahun pertama di Yogya waktu itu.
"Non... hik... hiks..." Ruminten tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia terharu ternyata majikannya tetap seperti dulu, tidak pernah berubah. Tidak pernah membedakan status mereka, walaupun mereka majikan dan tuan. Mereka sudah seperti teman bahkan keluarga sendiri.
"Non juga nangis. Huwaa..." tangis Ruminten semakin pecah.
"Sudah! Sudah! Jadi nggak ke makam nya nih?" teriak Ary dengan air mata menggenang siap tumpah dan perlahan mulai menetes.
Dia tahu bagaimana rasanya tinggal bersama Ruminten dan Gita. Mereka sudah seperti memiliki ikatan batin. Saling menyayangi dan menghibur.
"Mbak Ary sama Non Gita mau ziarah? Boleh ikut?" tanya Ruminten sambil menghapus air mata di pipinya.
"Iya, mau ikut?" sahut Gita dengan semangat, seolah-olah mengajak sang asisten rumah tangga untuk ikut.
__ADS_1
"Mbak Ruminten 'kan masih bisa lain kali. Sebaiknya di rumah aja, jaga anak-anak. Saya memaksa kali ini!"
*
*
*
Mampir dan baca yuk! Sambil menunggu GiBrand up ya...
Judul : Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Napen : JBlack
Humaira Khema Shareen adalah salah satu gadis yang menjadi korban pembullyan di kampus karena memiliki wajah yang berjerawat dan berkulit coklat. Dia juga mendapatkan tekanan batin oleh ibunya sendiri yang membuatnya merasa insecure.
Hingga suatu hari kejadian naas membuatnya terjebak dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria cassanova bernama Guntur Syakir Alhusayn. Dia disiksa, dicaci dan dihina oleh suaminya sendiri ketika sedang hamil.
Hadirnya kekasih Syakir di antara mereka berdua semakin membuat Humaira menderita. Lalu bagaimana kisah ini berakhir?
Apakah Humaira akan bertahan dengan Syakir atau dia memilih bercerai dan meninggalkan pria itu?
__ADS_1