Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
61. Membujuk Ary 2


__ADS_3

"Aku tidak bisa janji bisa membantu kalian atau tidak. Bukankah kalian tahu sendiri keadaanku? Aku memiliki tiga balita dan seorang anak menginjak remaja. Mereka semua butuh perhatian ekstra dari orang tuanya, terutama dariku. Alex orangnya terlalu posesif dan over protektif, tidak mau melihat sesuatu di luar rencananya," Ary tidak bisa menjanjikan bantuan pada kedua sahabat warisan itu.


"Padahal kami sudah berharap sekali, kamu mau bergabung kembali dengan kami. Kalaupun tidak bisa bergabung, kami mengharapkan bantuan saran dan pendapatmu. Selain itu, kami juga mengharapkan bantuan dari Kusuma Group."


"Kami tanpamu dan Kusuma Group tidak akan bisa melawan Guna Group. Kami benar-benar sangat berharap bantuanmu. Jadi kami harap kamu tidak akan mengecewakan kami." tutur Brandon panjang lebar demi membujuk Ary yang mudah tersentuh hatinya.


"Nanti malam aku diskusikan dulu dengan Alex. Semoga aja dia mau bantu!" sahut Ary yang masih bimbang mengambil keputusan.


"Apakah kalian sudah meminta do'a restu dari orang tua kalian? Terutama do'a ibu, karena do'a orang tua apalagi do'a ibu sangat menentukan keberhasilan kita nanti. Percayalah, do'a ibu adalah senjata terampuh kita dalam menghadapi setiap masalah yang datang menghampiri. Oleh karena itu, biasakan meminta do'a ibu setiap kali menghadapi masalah besar." nasehat Ary kemudian sebelum mengakhiri panggilan.


"Aku tunggu jawaban kamu. Semoga Alex mau membantu kami."


"Aamiin!"


Obrolan mereka akhirnya diakhiri karena Shofi menangis.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Rommy penasaran dengan hasil rembugan Brandon dan Ary.


"Belum! Masih mau minta ijin suami, katanya."


"Huftt! Enak banget ya jadi suami Ary. Memiliki istri cantik kek Ary, udah gitu baik, solehah lagi. Paket komplit pokoknya!" puji Brandon seraya pikirannya menerawang dan senyum tersungging di bibirnya.


"Heleh! Dulu masih single nggak mau berjuang buat dapetin, giliran sudah jadi milik orang dipuji terus. Seolah-olah tidak ada wanita lain selain Ary!" ledek Rommy.


"Aku insecure jik bersanding dengan Ary. Dia memiliki segalanya, sedangkan aku? Aku hanya kacung yang membantu mengurus segala miliknya. Apa pantas jika aku mempersunting dia? Suaminya yang sekarang sangat pas dan serasi, tak ada noda dan celah untuk dipisah." jawab Brandon.


"Ternyata ada juga laki-laki yang merasa tidak percaya diri jika pujaan hatinya begitu sempurna. Untung Yuna hanya orang biasa, sama sepertiku. Sehingga rasa insecure yang dulu pernah aku rasakan, terkikis oleh cinta Yuna." oceh Rommy dengan tatapan menerawang ke masa lalu, dimana Yuna dengan setia menanti cinta darinya.


"Kasus Lo beda! Kalau Lo 'kan Yuna yang tergila-gila sama Lo. Di sini Gue yang tergila-gila pada janda sahabat Gue sendiri. Gue yang jatuh cinta setengah mati pada dia, sedang dia masih menyimpan cinta pertamanya di hati." Brandon menjelaskan posisi mereka berdua.


"Udah bahas pribadi! Sekarang apa rencana Lo buat ngadepin si Gunadi dan anaknya itu?" tanya Rommy penasaran.

__ADS_1


"Mau tak mau, Gue harus nikahin dia!"


"Memang nggak ada jalan keluar lagi, selain menikahi wanita itu?" Rommy menatap wajah sahabatnya menanti jawaban.


"Bagaimana kita bisa tahu rencana mereka jika tidak masuk ke dalam perangkap mereka? Hanya dengan masuk, kita baru bisa tahu apa isi dalam rumah itu." jawab Brandon santai, tiada rasa takut di dalamnya.


Kepala Rommy manggut-manggut mendengar penjelasan dari Brandon. Dalam hati membenarkan ucapan sahabatnya itu.


*


*


*


Maafkan diriku yang belum bisa up banyak 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2