Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
87. Kecewa


__ADS_3

Brandon menghubungi Gita keesokan harinya. Dia ingin mengajak Gita mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Melbourne. Dia ingin lebih dekat lagi dengan wanita yang telah dia ambil kesuciannya.


"Gi, jalan yuk!" ajak Brandon begitu mereka bertemu di kafe lantai dasar bangunan apartemen Gita.


Tadi Brandon meminta alamat apartemen Gita, setelah mendapat alamat tersebut Brandon langsung mendatangi Gita.


"Gita ada kuliah, Bang! Lain kali aja, ya?" tolak Gita beralasan, padahal hanya alasan untuk menghindar.


"Kok lain kali? Aku kesini belum tentu setiap bulan lho. Masak kamu nggak mau nemenin aku jalan. Dulu sewaktu aku kesini, kamu juga nggak mau. Sekarang pun gak mau. Masih marah sama aku?" cerca Brandon yang membuat Gita tidak bisa berkata apa-apa.


Gita pun memainkan gelasnya yang berisi jus jeruk, pura-pura mengaduk menggunakan pipet. Gita tidak tahu harus menjawab apa, agar Brandon tidak tersinggung karena ditolak.


"Bukan marah! Gita tidak pernah marah kok ke Abang. Nggak ada untungnya juga marah sama Abang," jawab Gita dengan senyum terpaksa.

__ADS_1


"Kalau nggak marah apa dong namanya? Selalu menghindar seperti ketemu hantu saja." gerutu Brandon kesal.


"Gita memang belum bisa nemenin Abang keliling Melbourne. Gita kuliah baru sebulan masak sudah bolos. Susah payah Gita mengikuti tes agar bisa ambil spesialisasi via beasiswa, masak bolos kuliah. Sia-sia dong usaha Gita selama ini," alibi Gita agar tidak membuat Brandon tersinggung dengan penolakannya.


Brandon tampak kecewa dengan penolakan Gita kalo ini. Dulu saat kedatangannya pertama kali ke kota ini, ditolak Gita tidak merasakan kecewa ataupun sakit hati. Akan tetapi, penolakan Gita kali ini membuatnya kecewa. Dia teringat saat dia berulang kali menolak permintaan Gita sewaktu masih kuliah di Yogya. Ada saja alasan yang dia kemukakan agar bisa lepas dari Gita.


"Baiklah kalau begitu, aku pamit! Dua jam lagi aku akan pulang ke Indonesia. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu, dan semoga saat kita bertemu lagi hatimu sudah memaafkan aku," pamit Brandon sendu.


"Maksud Abang apa? Harus Gita katakan berapa kali agar Abang percaya? Gita sudah memaafkan Abang, karena semua itu bukan salah Abang sepenuhnya. Gita yang salah, Bang! Seandainya saja, Gita tidak mendatangi Abang malam itu, kejadian itu tidak akan pernah terjadi. Jadi, Abang tidak perlu merasa bersalah. Lupakan kejadian yang sudah bertahun lamanya! Anggap itu tidak pernah terjadi. Ok?" ucap Gita sedikit emosi karena Brandon masih saja mengingat kejadian malam itu.


"Bagaimana mau lupa? Pengen ngulang lagi, iya!" gumam Brandon pelan sehingga Gita tidak bisa mendengar dengan jelas.


"Apa, Bang? Abang ngomong apa? Gita nggak jelas dengarnya tadi," tanya Gita penasaran.

__ADS_1


"Ng-nggak pa-pa kok! Abang pamit ya, jaga dirimu baik-baik di sini. Kalau ada perjalanan bisnis lagi ke sini, Abang harap kamu bisa menemani Abang mengunjungi beberapa tempat wisata di kota ini," jawab Brandon terbata pada awalnya karena terkejut.


"Beneran nggak pa-pa? Jangan sampai nanti menyesal karena nggak kesampaian ya! Gita beneran nggak jelas dengarnya tadi," desak Gita dengan kekepoannya.


"Beneran nggak apa-apa! Sebaiknya aku segera kembali ke hotel untuk persiapan terbang ke Indonesia. Byee!" pamit Brandon seraya berdiri kemudian meninggalkan Gita sendirian.


"Byee, Bang! Hati-hati! Gita nitip salam buat senior di Rend's Comp. Maaf belum bisa menemani Abang pada kesempatan kali ini," sahut Gita seraya melambaikan tangan saat Brandon meninggalkannya tempat itu berjalan mundur. Pandangan Brandon seolah tak mau lepas dari wajah Gita.


Sementara itu, tanpa sepengetahuan Gita dan Brandon, Leonard mengawasi dari kejauhan.


Mon maaf ye, bukan gak up. Sudah setor sejak semalam padahal 🤧


Terima kasih masih setia mengikuti kisah GiBrand 😘

__ADS_1


__ADS_2