
Pernikahan Brandon dan Gita sudah didaftarkan. Semua persyaratan pernikahan telah dipenuhi. Tinggal menunggu baju yang belum selesai dijahit. Tenda telah terpasang, pelaminan sudah ada di atas panggung.
Malam ini adalah acara memasang inai pada kedua calon pengantin. Ada tim nasyid yang mengiringi acara itu. Banyak muda mudi yang datang untuk membantu memasangkan inai atau sekedar melihat saja.
Perasaan Brandon dan Gita jangan ditanya, mereka bahagia tapi juga deg-degan. Brandon takut jika nanti dia harus mengulang janji suci beberapa kali. Seperti saat menikah dengan Kia. Dia selalu menyebut nama Anggita Nur Anggraini binti Chandra Wijayanto, padahal di kertas telah tertulis dengan jelas nama Zaskia Amara binti Gunadi.
Pagi harinya...
Mata Gita tampak bengkak karena kurang tidur tadi malam. Walaupun badannya terasa lelah, akan tetapi matanya sulit untuk dipejamkan. Perasaan tidak tenang, takut jika Brandon akan kembali pada sifat dinginnya, selalu menghantui pikiran Gita.
"Kamu kenapa, hm?" tanya mama Hotma saat melihat anaknya yang sedang dirias tampak matanya sedikit bengkak.
"Gita nggak bisa tidur, Ma," rengek Gita pada sang Mama.
"Kamu terlalu memikirkan sesuatu yang tak penting, makanya tak bisa tidur. Kamu itu seorang dokter, seharusnya bisa menjaga kesehatan. Mama takut kamu pingsan saat acara dimulai." Mama Hotma merepet karena kesal melihat wajah anaknya yang tidak segar dan kuyu.
"Mama bisa ngomong begitu, karena Mama tuh gak merasakannya!" sahut Gita dengan bibir mengerucut.
"Enak saja, tidak merasakan! Sembarangan kalau ngomong. Mama pernah muda, jadi tahu seperti apa rasanya menghadapi pernikahan, terus hamil, melahirkan dan menyusui... Semua itu Mama pernah merasakannya! Jika kamu lupa, Mama pernah muda sedang kamu belum pernah mengalami yang namanya tua," omel mama Hotma kesal karena ucapannya dibantah.
"Maaf, Mama. Gita banyak bersalah sama Mama dan Papa. Do'akan ya, Ma. Semoga rumah tangga Gita nantinya bahagia dan langgeng hingga jannah Nya," ucap Gita sembari meneteskan air mata haru.
__ADS_1
Mama Hotma pun memeluk anak perempuan satu-satunya itu. Make up Gita pun mulai luntur karena terkena serangan dadakan dari sang mama.
"Pasti! Mama pasti dan selalu mendo'akanmu. Tak ada orang tua yang tidak mendo'akan kebahagiaan untuk anak-anaknya. Sekarang kamu tenangkan dirimu. Sebentar lagi acara akan dimulai," tutur mam Hotma lembut sehingga Gita yang mendengarnya pun menjadi terharu dan kembali menitikan air mata.
Petugas make up melanjutkan pekerjaannya, merias wajah Gita. Selesai dirias, Gita berganti pakaian menggunakan kebaya putih. Dia tampak cantik elegan dalam baju kebaya modern tersebut. Siapapun yang melihat pasti terpesona dengan kecantikannya.
Gita digiring keluar dari kamar karena penghulu dan mempelai laki-laki beserta keluarganya sudah menunggu.
Brandon memandang Gita tanpa berkedip sama sekali. Dia begitu terpesona dengan kecantikan Gita. Padahal riasan yang digunakannya hanya sederhana saja. Akan tetapi bisa mengeluarkan semua aura kebaikan, sehingga terpancar di wajah Gita.
Akad nikah dilaksanakan pada jam sembilan pagi kemudian dilanjutkan dengan acara mengupah. Brandon dan Gita memakai pakaian adat Melayu untuk acara upah-upah. Sebelum diupah, tampak pemain nasyid menyanyikan lagu sholawat serta do'a untuk mempelai.
Brandon dan Gita diupa oleh keluarga dan sanak famili lainnya serta tamu. Acara mengupah selesai sekitar jam dua belas siang. Barulah Gita dan Brandon bisa makan siang dan beristirahat.
Mengupa-upa biasanya dilakukan pada momen tertentu, misalnya pernikahan, kelahiran anak, khitanan, mendapat prestasi, atau pulang pergi dari kampung halaman (seperti naik haji, contohnya)
Brandon selalu mengikuti kemanapun Gita melangkahkan kakinya.
"Abang kenapa mengikuti Gita terus?" tanya Gita heran karena Brandon mengikutinya ke kamar.
"Lagi pengen aja!" jawab Brandon singkat.
__ADS_1
"Abang keluar dulu gih, Gita mau ganti baju. Gerah banget!" pinta Gita dengan tatapan memohon.
"Kenapa Abang harus keluar? Bukankah mulai hari ini kamar ini juga kamar Abang?" tanya Brandon heran.
Gita terdiam beberapa saat memikirkan jawaban yang pas.
"Gita malu, Bang," ucap Gita sembari menunduk malu dengan jemari tangan saling bertaut.
"Kok malu, Abang sudah pernah lihat dan rasakan. Kenapa malu?" ucap Brandon tanpa difilter sehingga membuat wajah Gita merah padam karena menahan malu.
*
*
*
Author lagi oleng, jadi kadang nulis banyak kadang dikit. Efek kerjaan RL numpuk ma sakit kepala, jadi oleng. Mana nulis kena korupsi mulu. Ternyata ngetik ma otak, cepetan otak🙈
Aku mau rekomendasi karya lagi lho, mampir dan baca yuk. Jangan lupa kalau sudah mampir, tinggalkan jejak ya 🤗
__ADS_1
Judul karya: Belenggu Cinta Hot Daddy
Author : Aisy Arbia