Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
123. Anugerah Terindah


__ADS_3

Acara pesta berakhir jam sebelas malam, lebih cepat dari perkiraan. Biasanya di kampung itu pesta pernikahan berakhir sekitar jam 12 malam hingga jam 1 pagi. Gita yang meminta istirahat terlebih dahulu dengan alasan capek, sehingga pengantin dipersilakan masuk kamar. Akan tetapi iringan musik band yang disewa oleh pak Chandra masih terdengar, menghibur para tamu undangan dan orang yang rewang.


Ary dan Alex berserta anak-anaknya kembali ke hotel. Mereka berjanji akan datang lagi esok hari.


"Hhh... capek!" keluh Gita sembari membaringkan tubuhnya setelah berganti pakaian. Makeup di wajahnya belum dibersihkan.


Gita hanya mengganti baju tanpa mandi ataupun membersihkan wajahnya. Badannya terlalu letih untuk sekedar membersihkan diri. Berbeda dengan Brandon, dia langsung mandi begitu meninggalkan pelaminan. Dia merasa badannya lengket dan tak nyaman.


Selesai membersihkan diri dan memakai piyama, Brandon mendekati wanita yang beberapa jam lalu sah menjadi istrinya. Brandon membersihkan wajah Gita menggunakan tisu basah. Setelah itu mengelap wajah, tangan dan kaki Gita, menggunakan handuk yang dicelupkan ke dalam air hangat.


Gita tidak terbangun sama sekali, dia hanya sesekali melenguh karena merasa terganggu. Brandon yang tidak ingin mengganggu tidur sang istri, hanya mengelap bagian yang tampak saja. Setelah itu dia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Gita.


Brandon memeluk tubuh istrinya dari belakang. Tak lama kemudian dia pun ikut terlelap mengarungi mimpi.


Baru satu jam Brandon tertidur, Gita terbangun karena merasa sesak, seperti ada beban berat menimpa badannya. Dengan perlahan Gita membuka mata, betapa terkejutnya ia ketika ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Spontanitas dia menyikut dan menendang orang yang telah lancang memeluknya itu dengan sekuat tenaga. Sehingga orang itu pun langsung jatuh berguling ke lantai.


"Sshhh... siapa sih yang reseh? Ganggu orang tidur aja," gerutu Brandon sembari mengusap bo kongnya. Dia juga tidak menyadari sedang dimana.


Betapa terkejutnya Gita saat mendengar suara Brandon tidak jauh dari ranjangnya. Gita baru teringat jika dirinya kemarin sudah sah menjadi istri Brandon.

__ADS_1


"Ma-maaf, Bang. Gita lupa kalau sudah nikah," ucap Gita terbata sembari menutup wajahnya malu.


Brandon pun bangkit kemudian naik kembali ke ranjang.


"Ya, udah. Kita bobok lagi, masih malam. Atau kamu mau begadang aja malam ini?" goda Brandon sambil menaikturunkan alisnya.


Gita langsung masuk ke dalam selimut begitu mendengar kata begadang. Dia menutupi seluruh tubuhnya sampai tak terlihat sedikit pun.


"Anggi, bagi selimutnya dong. Abang juga mau pakai," pinta Brandon seraya menarik selimut yang menutupi tubuh Gita keseluruhan.


Gita akhirnya melepaskan tangannya dari selimut. Dia tidak mungkin bertahan rebutan selimut hingga pagi. Yang ada nanti tidak jadi tidur.


"Jangan tendang Abang lagi ya, Gi!" ucap Brandon sembari memejamkan matanya.


*


*


*

__ADS_1


Pagi harinya, Brandon bangun terlebih dahulu. Dia tersenyum melihat wanita di depannya yang sedang terlelap. Dulu wanita cantik ini selalu mengejar cintanya tanpa lelah. Akan tetapi karena sikapnya yang dingin dan tidak peka, membuat wanita berparas cantik itu memilih menyerah dan meninggalkan dirinya.


Kini, dirinya yang tergila-gila pada wanita yang sekarang tidur dalam pelukannya. Jika saja dulu dia lebih peka dan menyadari perasaannya lebih awal. Mungkin saat ini mereka sudah menimang darah dagingnya. Dia tidak menyesal mencintai Gita, baginya mencintai dan mendapatkan Gita adalah anugerah terindah dari Tuhan.


Kedua mata Brandon menyorot lembut, jari jemarinya terangkat, mengusap lembut pipi penuh cinta. Brandon pun mendekatkan wajahnya. Menci um pipi, dahi, pelipis, hidung dan terakhir, bibirnya. Awalnya hanya menempelkan sebentar. Dikarenakan arena tak ada pergerakan sama sekali dari istrinya, Brandon memperdalam ci umannya, sehingga sang istri pun melenguh dan terbangun.


Enghhh...


Brandon semakin menggila mendengar suara merdu yang keluar dari bibir mungil Gita. Akhirnya ci uman itu bersambut, menyatukan napas mereka. Keduanya mengekspresikan cinta dengan tautan yang memabukkan. Saling menyesap, membe lit dan me lu mat.


Tubuh keduanya pun merapat, terhanyut dalam lautan asmara. Kamar yang remang itupun menjadi saksi mereka yang penuh gelora cinta. Akhirnya mereka melakukannya tanpa rasa takut akan dosa.


*


*


*


Maaf belum fit, jadi tidak bisa buat MP GiBrand yang memuaskan readers 🙏🙏🙏

__ADS_1


Sebentar lagi end, silakan mampir juga di karyaku yang lainnya 🤗🤗🤗


__ADS_2