
Brukkk...
Gita terduduk setelah menabrak seseorang bertubuh kekar di depannya. Dia tidak sengaja menabrak karena sibuk melihat isi dalam slim bagnya. Tadi tiba-tiba ponselnya berdering jadi dia sibuk melihat isi dalam tas sambil berjalan, tanpa melihat ada seseorang di depannya.
Orang itu mengulurkan tangan hendak menolong Gita, akan tetapi Gita tidak menggubrisnya. Gita langsung bangun sendiri kemudian mengibaskan tangannya di baju dan celana.
"Kamu nggak apa-apa 'kan?" tanya seorang laki-laki yang ditabrak oleh Gita tadi. Dari suaranya Gita bisa mengenali siapa orang itu.
"Nggak apa-apa! Cuma ngilu dikit aja. Kamu kapan sampai?" sahut Gita dengan santainya.
Laki-laki itu menghela napasnya berat, dia tahu bahwa dirinya telah bersalah karena tidak jujur.
Ya, orang itu adalah Dandy, seorang pengusaha hotel dan restoran. Dia memiliki beberapa cabang restoran dan kafe di beberapa tempat dan negara. Sedangkan hotel merupakan usaha turun temurun dari orang tuanya.
"Aku tadi malam sampai di sini. Maaf tidak langsung menemui kamu. Si Noni cerita katanya kamu mencari aku, ada apa?" jawab Dandy menjelaskan.
"Nggak ada sih, cuma penasaran aja. Kemana perginya tiba-tiba menghilang tanpa kabar," sahut Gita datar, dia masih kesal karena Dandy tidak mau jujur padanya.
"Sorry! Aku mendadak pulangnya, jadi tidak sempat mengabarimu. Keadaan istriku kritis makanya aku langsung buru-buru pulang. Maaf ya? Dimaafin nggak?" cerita Dandy dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Lah, kenapa minta maaf? Aku tidak punya hak buat ngelarang seorang suami menemui anak istrinya. Santai aja kali!" balas Gita sembari tertawa lebar.
"Istriku meninggal dua hari setelah melahirkan. Itulah kenapa aku lama di Jakarta. Dia terpeleset di kamar mandi dan mengalami pendarahan hebat, sehingga dia..." Dandy tidak kuasa melanjutkan ceritanya, dia menangis tergugu bersandar pada dinding.
Saat ini mereka masih berada di flat apartemen Gita. Kebetulan mereka bertemu tak jauh dari pintu apartemen Gita.
Gita mendekati Dandy kemudian mengusap lembut lengan Dandy. Berharap Dandy bisa lebih tenang.
"Ayo, ke apartemen dulu. Kita ngobrol di dalam. Nggak enak di sini, nanti jadi tontonan orang yang lewat sini," ajak Gita seraya menarik lengan Dandy agar mengikutinya.
Akhirnya mereka masuk ke apartemen Gita. Mereka duduk di ruang tamu.
"Sekarang kamu ceritakan semuanya! Agar berkurang bebanmu. Aku memang tidak bisa membantu, setidaknya dengan kamu bercerita akan mengurangi bebanmu," pinta Gita sambil menyuguhkan minuman kaleng si meja.
"Istriku meninggal, Gita! Bagaimana aku dan anak-anak tanpa dia nanti? Walaupun aku sering meninggalkan dirinya di rumah bersama anak-anak, tapi aku sangat menyayangi dia. Aku yang salah, seharusnya aku tidak menghamilinya. Aku egois!" Dandy mulai bercerita.
"Usianya masih muda ketika aku hamili dia. Saat itu dia masih sekolah, masih kelas dua belas. Dia rela meninggalkan bangku sekolah demi cowok breng sek seperti aku. Huhuhuuu..." Dandy kembali menangis karena tidak tahan mengenang masa-masa bersama istri kecilnya.
"Umur 17 th dia mengandung anakku yang kedua, karena kehamilan pertama tidak selamat. Aku menikahinya saat dia berumur 17 th. Saat itu aku harus mewakili kampus untuk pertukaran mahasiswa bersamamu. Jadi kami menikah tanpa adanya pesta yang meriah. Akan tetapi dia diam saja tidak protes. Bahkan saat aku berada di sini lama pun dia tidak berani protes."
__ADS_1
"Apa sebutan yang pantas untukku? Aku memang breng sek! Setelah dia pergi aku baru sadar jika aku sangat mencintai dia."
*
*
*
Hai semua, aku mau rekomendasikan novel punya temanku nih. Kalian mampir ya, jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Judul karya: Jeratan Istri Yang Terhina
Author : Siti Fatimah
Blurb :
Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
__ADS_1
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.