
"Kenapa jalanmu kek bebek begitu, Gita?" tanya mama Hotma ketika Gita berjalan meninggalkan meja makan usai sarapan.
Wajah Brandon dan Gita langsung memerah mendengar pertanyaan mama Hotma yang absurd.
"Ma!"
"Memang muncung kau tak tahu rasanya bangku sekolah? Semua-semua kau kata-katain! Tampak kali kau tak senang lihat anakmu berumah tangga," tegur ompung Norma kesal. Sejak tadi anak perempuannya itu ada saja yang dikritik.
"Nggak usah dengarkan apa kata Mamamu, Gita. Lebih baik kalian buka saja kado yang menggunung di kamar kalian. Apalagi nanti malam kita harus pergi. Besok pagi kita akan melakukan penebangan menuju Surabaya. Setelah membuka kado, kalian istirahat saja!" ucap pak Chandra panjang lebar.
"Baik, Pa. Kami ke kamar dulu," pamit Brandon.
Brandon menggandeng tangan Gita menuju kamar. Sesampainya di kamar mereka berdua langsung duduk diantara kado yang menggunung.
Mereka mengambil isi kado yang disukai saja, sisanya Brandon jadikan satu dalam kardus bekas yang ukurannya cukup besar. Kertas pembungkus kado Brandon masukkan ke dalam plastik sampah.
"Sudah siap buka kadonya?" tanya mama Hotma yang tiba-tiba muncul di kamar mereka.
"Eh, Mama! Sudah, Ma. Gita ambil yang Gita suka. Yang di kardus itu buat Mama, hehehe," sahut Gita sambil menampakkan deretan gigi putihnya.
"Banyak kadonya?"
__ADS_1
"Banget, Ma! Apalagi kain, hampir semua kado dari keluarga isinya kain dan peralatan rumah tangga," jelas Gita menunjukkan beberapa kado yang tidak bisa dimasukkan ke dalam kardus.
"Ma, ini taruh dimana? Biar Brandon angkatin," tanya Brandon menyela pembicaraan ibu dan anak itu.
"Taruh aja di ruang keluarga, biar nanti Mama yang simpan ke lemari," jawab mama Hotma.
Netra mama Hotma menangkap ada amplop yang berlogo biro perjalanan wisata. Beliau pun penasaran, kemudian menanyakan pada anak dan menantunya.
"Itu amplop punya siapa" tanya mama Hotma.
"Oh, itu kado dari Kak Ary dan Bang Alex, Ma. Gita sampai kaget pas membuka kado dari mereka," sahut Gita sembari membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Paket honeymoon keliling Eropa selama dua Minggu.
"Ini 'kan mahal, Boru! Apa suaminya itu tidak keberatan menggelontorkan dana begitu besar untuk kalian?" Mama Hotma heran dengan kado yang Ary berikan untuk anak dan menantunya.
*
*
*
Setelah makan malam, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Perjalanan yang cukup lama membuat mereka harus berangkat malam, karena mereka mengambil penerbangan pertama.
__ADS_1
Keluarga Brandon sudah sampai di Surabaya tadi siang. Kemarin setelah selesai acara, mami Maria dan paman Gumilar beserta keluarga yang hadir belakangan langsung bertolak menuju bandara.
Selama dalam perjalanan, Gita tertidur dengan berbantalkan paha sang suami. Pasangan pengantin baru itu sengaja duduk di jok paling belakang agar bisa lebih leluasa.
Duduk di depan mereka, mama Hotma dan ompung Norma. Keduanya pun tertidur karena lelah selama acara pernikahan. Pak Chandra duduk di dekat sopir.
Suasana di dalam mobil begitu sunyi, hanya suara deru mesin mobil dan obrolan pak Chandra dengan sopir beberapa kali.
Subuh mereka sampai di dekat bandara, mereka singgah ke sebuah masjid untuk menumpang mandi dan menunaikan kewajiban. Selesai dengan itu, mereka langsung ke bandara.
"Kok Amak takut ya, Hot. Apa karena Amak tak pernah naik pesawat makanya takut?" tanya ompung Norma ketika mereka sudah duduk di dalam pesawat.
"Tenang saja, Mak! Tak apa-apa," sahut mama Hotma menenangkan sang ibu.
*
*
*
Maaf baru bisa up 🙏, kondisi yang kurang fit ditambah dengan kesibukan RL membuat diriku kesulitan mengatur waktu 🙏🙏🙏
__ADS_1
Sambil menunggu GiBrand up, silakan kalian mampir ke karya recehku yang lain.
Terima kasih 🤗🤗😘😘😘