Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Leonard dan Eleanor 4


__ADS_3

Walaupun bagi Eleanor ini bukan yang pertama, akan tetapi setelah lima tahun lebih tidak melakukan itu membuat dirinya seperti virgin kembali. Sempit dan legit!


Leonard berhenti sejenak agar rumahnya terbiasa dengan penghuninya yang berukuran jumbo.


Leonard yang tidak pernah melakukan itu dengan pera wan, mengira jika istrinya masih virgin mengingat susahnya menerobos pintu masuk. Tanpa dia tahu jika dirinya bukanlah yang pertama bagi Eleanor.


Leonard menci um wajah Eleanor secara menyeluruh, kemudian melu mat bibir Eleanor dengan rakusnya. Tangannya pun tidak tinggal diam agar Eleanor kembali terang sang dan mengurangi rasa sakit pada inti tubuhnya.


Leonard bergerak perlahan kemudian menambah ritme gerakannya hingga mencapai puncaknya.


Dua jam berpacu, Leonard tidak juga kunjung sampai. Padahal Eleanor sudah lemas karena sudah berulang kali pelepasan. Semua itu dikarenakan, Leonard mengkonsumsi obat kuat sebelum pulang. Leonard sengaja melakukan itu untuk menghukum Eleanor.


*Flash back on*


"Kamu ingin wanita yang seperti apalagi? Sudah mendapatkan istri yang cantik dan baik, tapi masih saja kamu sakiti. Jika dia diambil oleh laki-laki lain, jangan marah atau menyalahkan orang lain!" ucap teman Leonard.


Saat ini mereka sedang nongkrong di sebuah kafe


"Apa maksudmu?" tanya Leonard dengan memicingkan sebelah matanya.


"Aku sering melihat istrimu didekati oleh lelaki yang sama setiap harinya. Ini, lihatlah! Aku sering mendapati mereka makan bersama di restoran maupun di kafe."


Leonard melihat foto Eleanor bersama seorang laki-laki berwajah tampan dan baby face. Darah Leonard mendidih, tangannya mengepal kuat.

__ADS_1


"Saranku, puaskan istrimu agar tidak pernah berpaling!" saran sang teman dengan senyum licik.


Melihat ucapan dan senyum licik temannya, Leonard pun meminum obat kuat sebelum memasuki apartemennya. Akan tetapi, sebelum pulang dia dan temannya mengkonsumsi alkohol ala kadarnya.


*Flash back off*


Melihat sang istri yang sudah tidak berdaya, membuat laki-laki dengan singkong jumbo itu tersadar, jika dirinya telah salah menilai wanita bertubuh mungil tersebut.


Setelah mendapatkan pelepasan, Leonard langsung bangkit dan menyelimuti tubuh sang istri. Lalu dia memakai boxernya.


Setelah membersihkan dirinya, Leonard langsung mencari salep. Lalu mengoleskannya pada inti Eleanor yang tampak bengkak dan memerah karena permainan kasarnya tadi.


Naas bagi Leonard, ketika sedang mengoleskan salep. Boxernya tiba-tiba sesak karena penghuninya menggeliat bangun dan berdiri tegak hanya karena melihat pintu rumahnya.


"S***!" teriak Leonard kesal, tidak mungkin dia kembali memperkosa wanita di hadapannya ini.


*


*


*


Eleanor terbangun dengan tubuh terasa remuk redam. Inti tubuhnya terasa panas dan perih ketika dia bergerak. Awalnya Eleanor merasa heran dengan kondisi tubuhnya saat ini. Namun, tidak berselang lama, dia pun teringat dengan kejadian tadi malam.

__ADS_1


Air mata Eleanor menetes, tidak hanya tubuhnya yang sakit. Hatinya lebih sakit lagi atas perlakuan Leonard padanya. Tekad Eleanor untuk meninggalkan Leonard pun semakin bulat.


"Kuat, Ele! Kamu pasti menjalani semua ini. Sebentar lagi semuanya selesai. Sabar..." gumam Eleanor memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Dengan perlahan Eleanor bergerak turun dari ranjangnya. Berjalan tertatih, Eleanor memasuki kamar mandi.


Eleanor terbangun saat Leonard sudah tidak ada di kamar. Pagi tadi Leonard pergi meninggalkan apartemennya menuju rumah sakit, karena ada pasiennya yang akan melakukan operasi sectio caesarea.


Selesai dengan ritual mandinya, Eleanor kemudian menyantap sarapan yang sudah terhidang di meja. Sarapan yang khusus dibuat oleh Leonard untuk istrinya, sebagai tanda rasa bersalah.


Eleanor kembali ke kamarnya setelah menyantap habis sandwich buatan sang suami. Dia mulai mengumpulkan semua bukti perselingkuhan dan sikap buruk Leonard selama ini.


Selain itu, dia juga mengemasi semua barang-barangnya yang dirasa penting. Tekadnya sudah bulat, hari ini dia akan meninggalkan Leonard.


Eleanor keluar dari apartemen hanya dengan beberapa barang miliknya. Sebelum meninggalkan kota ini, dia mendatangi tempat pengiriman barang. Dia mengirimkan semua bukti ke alamat keluarga Gladston.


*


*


*


"Ele!" panggil Leonard, dia mencari ke setiap ruangan tapi tidak juga menemukan sang istri.

__ADS_1


Leonard pun masuk ke kamar istrinya, dibukanya lemari. Masih banyak pakaian di dalam lemari itu.


"Apa dia pulang ke rumah orang tuanya?" gumam Leonard menebak keberadaan istrinya.


__ADS_2