Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Menjauh #2


__ADS_3

yang kemungkian besar tidak akan pernah ada pesan dari rendra.


lisya berangkat dengan diantar oleh ibu nya, karena hari yang sudah siang dan dia takut akan menghabiskan waktu di perjalanan hingga membuatnya terlambat.


sesampainya di sekolah dia penuh harap akan mendapati sosok rendra di koridor yang sedang menunggu nya seperti hari lalu.


dan ternyata benar rendra di bersama dengan tian, Lisya tersenyum kearah mereka.


rendra membalas senyumnya dan tian pun sama tapi tidak seperti kemarin, setelah tersenyum rendra justru mengajak tian pergi tanpa mengajak bicara Lisya dan menjelaskan kenapa dia tidak menghubungi lisya.


Lisya terlihat sangan sedih, memasuki kelas dengan wajah masam di pagi Hari.


indah yang mendapati wajah sahabatnya murung laku menghampirinya.


"lo kenapa sya?". tanya indah


"ga papa ndah". jawab lisya singkat


indha yang tidak percaya dengan jawaban lisya masih tetap bertanya.


"lo kenapa haa?". tanya indah sekali lagi


"ndah, menurut lo salah ga sih kalo kita melibatkan perasaan dalam persahabatan? itu dosa ga sih? salah ga sih kalo kita jatuh cinta sama sahabat sendiri?". lisya bertanya meminta pendapat.


indah yang mengerti maksud nya, dia langsung menggenggam erat jemari sahabatnya itu,"lo ga salah sya dan itu ga dosa. wajar kalo lo harus melibatkan perasaan lo didalam persahabatan lo sama rendra,itu suatu hal yang sangat sangat wajar . apalagi dengan adanya perhatian rendra ke lo yang bertubi-tubi kaya kemaren itu, suatu hal yang tidak bisa dipungkiri kalo lo jatuh cinta sama dia". jelas indah meyakinkan lisya.


"tapi ndah, dari kemaren rendra ga ngehubungin gue, dan tadi ketemu dikoridor pun dia malah ninggalin gue bahkan tanpa ngomong apa-apa ndah". keluh lisya


"haa lo serius sya?". sahut indah yang kaget mendengar kata-kata lisya yang di jawab lisya dengan anggukan


"yaudah, nanti biar gue yang cari tau yaa, lo tenang aja lo bakal tau nanti alesan dia apa ga ngehubungin dan seakan ngejauhin lo gini". ucap indah meyakinkan lisya


bel masuk berbunyi, mereka belajar seperti biasa.


setelah jam pelajaran satu dan dua selesai bel istirahat pun berbunyi.


indah yang sudah berjanji akan mencari tau sebab nya rendra menjauhi lisya segera bergegas keluar.


tanpa berpamitan dengan lisya, lisya yang menatap indah bingung hanya diam saja.

__ADS_1


indah berjalan mencari septian,


dan terlihat septian sedang duduk di koridor kelas dia sambil memainkan ponselnya.


indah menghampirinya.


"tian, gue mau ngomong sama lo". ucap indah tiba-tiba


"mau ngomong apa?". jawab tian santai


"jangan disini kayanya deh". kata Indah


"yaudah mau dimana?". tanya tian


"yuk kesana aja". ajak indah sambil menunjuk koridor aula.


mereka berjalan depan belakang. indah diposisi depan dan tian di belakang nya.


sampai di depan aula


"mau ngomong apa?". Tanya tian pada indah


"lo tau ngga alesan rendra ngejauhin lisya". tanya indah tanpa basa basi lagi


"nah tu lo tau, ya udah buru apa alesannya". ketus indah tidak sabar


tian pun menceritakan detailnya.. membuat indah syok, dan benar-benar terkejut .


"jadi semua ini mau nya maya?!!". tanya indah geram yang di jawab tian dengan anggukan kepala..


tanpa basa basi lagi indah kembali kekelas, meninggalkan tian sendirian.


sampai di kelas,


dia melihat lisya yang sedang melamun, menatap wajah lisya lekat-lekat dan mulai merasakan sakit yang akan dirasakan lisya.


"Syaa". ucap lebut indah menyadarkan lamunan lisya


"hey, dari mana?". ucap lisya lemah

__ADS_1


"gue mau ngasih tau lo sesuatu sya". ucap indah ragu


"mau ngasih tau apa ndah?". tanya lisya penasaran


"Rendra udah jadian sama maya". ucap indah ragu


Lisya kaget mendengar itu, rasanya seperti ada peluru yang menembus dada nya.


lisya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.


rasanya sesak mendengar berita itu.


Lisya lalu tersenyum, "ya terus kenapa kalo mereka jadian ndah". ucap Lisya dengan terus berusaha menyembunyikan sakit nya


indah lalu berkata, "Maya juga yang nyuruh rendra jauhin lo Sya". timpal indah.


Lisya sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.. indah langsung memeluknya erat-erat..


lo jahat may, lo udah miliki rendra tapi lo juga minta dia jauhin gue. lo jahat may lo jahat..


Lisya lalu menghapus air matanya. lalu meyakinkan indah dia tidak apa-apa.


"lo ga sakit hati sya? rendra udah direbut sama maya sya". kata Indah


"ngga gue baik-baik aja ndah, maya ga ngerebut siapapun dari gue sekalipun yang menurut lo rendra udah direbut". jelas lisya sambil tersenyum.


"tapi lo yang lebih tau rendra kan sya, lo yang udah di kasih cerita sama dia tentang kehidupanya. apa lo ga merasa cuma di cari pas susah aja sya?". tanya indah.


belum sempat Lisya menjawab, "udah lah sya jangan berharap lagi sama rendra, ga usha temenan lagi sama rendra, gue salah ngenilai rendra". timpal indah penuh penyesalan..


"ngga ndah, gue bakal tetep jadi sahabat rendra". jawab lisya membuat indah terkejut


"tapi sya, lo tuh sama aja cuma dimanfaatin sama rendra". ucap indah tidak percaya.


"lo tau ndah, kalo orang yang hanya ada ketika kita susah aja, orang itu punya peran penting dalam hidup orang yang pernah ia bantu. dan gue mau menjadi sosok penting dalam hidup rendra, dia sahabat gue, gue seneng kalo dia seneng, gue tau kisah dia ndah gue tau dia butuh bahagia, maka gue ga bakal usik bahagia dia. biarin dia jauhin gue asal dia seneng. tapi gue bakal tetep ada buat dia sewaktu-waktu dia butuh gue. lo ngerti maksud gue kan ndah?". kata lisya


yang dijawab dengan anggukan oleh indah.


bell masuk berbunyi, mereka belajar jam pelajaran terakhir. 45menit mereka belajar lalu bel pulang berbunyi.

__ADS_1


Lisya pulang sendiri dan pun pulang sendiri, karena merka sama-sama tidak membawa kendaraan ke sekolah.


dijalan mau pulang tiba-tiba ada yang menghentikan jalan nya..


__ADS_2