Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Mulai Membiasakan Diri


__ADS_3

"ooh, boleh deh. sini hape lo". jawab Lisya sambil mengulurkan tangannya meminta hape Tian.


tian memberikan ponselnya kepada Lisya. dan lisya mengetikan nomor ponselnya di hape tian.


"dah tuh, tinggal lo save sendiri". ucap Lisya sambil mengembalikan ponsel tian.


"ok, thanks ya. oh iya lo di tungguin maya di depan katanya lo mau di anter pulang". ucap Tian.


"oh oke, ya udah gue ssamperin maya dulu ya". Ucap lisya sambil meninggalkan Tian.


sesampainya diluar sekolah, Lisya melihat maya sedang ngobrol dengan rendra. lisya ingin menghampiri Maya namun diurungkan niat nya itu, maya yang sadar akan kehadiran Lisya langsung memanggilnya.


"Sya, sini". maya melambaikan tangan nya membuat rendra menoleh kepada Lisya.


tatapan rendra dan Lisya bertemu.


kemudian rendra justru pamit undur diri dari hadapan maya, pergi meninggalkan maya kembali masuk kelingkungan sekolah dan melewati Lisya tanpa menatapnya sedikit pun.


kalau di perhatikan, mereka bukan terlihat seperti orang asing justru terlihat seprti sepasang kekasih yang sedang saling berdiam diri.


lisya tidak peduli itu, dia langsung menghampiri maya.


dan maya membonceng lisya untuk mengantarkannya pulang.


...........................


sesampainya dirumah lisya, maya tidak mampir dia langsung pamit pulang.


Lisya masuk rumah dengan mengucap salam, keadaan rumah begitu sepi.


Lisya langsung masuk kedalam kamarnya dan membaringkan tubuh nya di ranjang dengan tas, seragam dan sepatu yang masih menempel pada tubuhnya.


tiba-tiba ponsel nya bergetar..


drrrtttt..... ddrrttttt.....


ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal, Lisya sempat berfikir siapa yang mengirimi nya pesan.


kemudia pikirnya terhenti ketika mengingat bahwa tadi tian meminta nomornya.


-isi pesan-


'hai syaa...'


*hai juga sep*


'aku bukan septian'


membaca balasan itu mata lisya membola,dia mengingat siapa yang biasa menggunakan bahasa Aku-Kamu dengan nya. tapi dia tidak berfikir bahwa itu rendra.


*terus ini siapa ya kalo bukan septi?*

__ADS_1


'aku rendra'


DEG.....


'kok dia tau nomer gue, jangan-jangan septi yg ngasih nomer gue ke cowo itu!!' gumam lisya.


*kok lo tau nomor gue? tau dari mana lo? apa septi yg kasih ya!?*


'ngga, kan kamu sendiri yang kasih nomer kamu di hape aku'


*ha? maksudnya?*


-FLASH BACK-


ketika meninggalkan kelas Lisya, rendra dan Tian menuju kelasnya diperjalanan menuju kelas.


"lo mau bantu gue ga ian?" tanya Rendra


"apa yang bisa gue Bantu?" jawab tian


"bantu gue dapetin nomer lisya"jawab rendra


"hah? mana mungkin dapet nomer lisya, lo kan tau sendiri gimana dinginnya Lisya ndra". ucap tian tidak yakin.


"coba dulu aja, lo pake hape gue nanti minta nya. dia kan ga bakal curiga itu hape gue apa lo kan". usul rendra.


"ya udah nanti gue coba". jawab tian tetap tidak yakin "eh tapi emang lo beneran suka sama Lisya ya ndra?". tanya tian penasaran.


"tapi lo bukan mau nyakitin dia kan?". tanya tian meyakinkan.


"gue mau nyakitin gimana? gue bukan mau bikin dia jatuh cinta sama gue terus gue tinggalin. menurut gue dia juga bukan tipe orang yang bersahabat lalu melibatkan perasaan, jadi gue yakin dia ga akan semudah itu jatuh hati sama gue nantinya. jelas rendra.


"ya udah gue percaya sama lo, nanti gue mintain nomernya". jawab tian


-FLASHBACK END-


'iya, jadi tadi itu tian minta nomer kamu pake hape aku dan aku yang nyuruh'


*kenapa lo ga minta sendiri ke gue, kenapa harus nyuruh tian? gue hampir aja menyiapkan kalimat buat nyemprot tian besok!*


'haha, iya iya sorry. abis kamu dingin dan cuek banget orang nya jadi gue ga berani minta sendiri'


*huff, ya udah*


'eh aku mau curhat sama kamu boleh ngga?'


*ga sekarang kan? gue baru nyampe rumah*


'iya udah nanti malem ya'


*yuuu*

__ADS_1


percakapan via pesan selesai, Lisya melepas seragamnya dan berganti baju.


lisya keluar kamar untuk ke kamar mandi membersihkan diri.


malam pun tiba,


tttrriiiinngggg.......trriiiinnngggggg.....


ponsel Lisya berbunyi, telfon dari rendra.


lisya menjawab telfon itu


-Pecakapan Via Telepon-


*ya halo, kenapa ndra*


-'hah, dia nyebut nama gue kayanya dia ga sedingin yang gue bayangin deh'- gumam rendra dalam hati


*haloooooo, ada orang disana??*


'eeh.. iya iya sorry aku ga tau kalo udah di angkat'


*huff, kenapa nelfon?*


'kan aku mau curhat sama kamu, tadi siang kan udah bilang'


*oh iya, emang lo mau curhat apa?*


'ini tentang kehidupan gue sya'


rendra bercerita dan lisya mendengarkan lalu sedikit2 memberi solusi.


sekita satu jam percakapan mereka di telfon, yang isinya curhatan dari sang rendra. akhirnya mereka mengakhiri percakapan mereka.


*ya udah, lo ga perlu mikirin hal-hal yang kira-kira bikin lo down ndra*


'iya sya, thanks udah dengerin cerita ku'


*iya sama-sama ndra*


'selamat malam sya'


*selamat malam kembali ndra*


lisya menutup telepon rendra.


kemudian lisya berfikir,


'kayanya bener kata indah, gue harus bisa nerima dia yang mau berteman sama gue tanpa ada sifat dingin dan cuek gue ke dia, dan gue juga harus bisa membiasakan diri dengan sifat hangat. lagian kayanya si rendra emang juga butuh temen buat berbagi cerita' gumam Lisya.


kemudia lisya bersiap untuk tidur...

__ADS_1


__ADS_2