Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
47. Bapak Mau Minum Kopi?


__ADS_3

Malam hari sesampainya di rumah, Ary langsung meminta ijin pada suaminya, Alex.


"Sayang, besok aku akan ke Yogya lagi nemenin Gita. Boleh ya?" ujar ibu tiga anak itu.


"Kenapa tadi nggak nginep aja? Kalau bolak-balik 'kan kasihan anak-anak capek di jalan." sahut Alex seraya menarik tangan istrinya agar duduk di pangkuannya. Setelah terduduk, Alex memeluk Ary dan meletakkan dagunya di bahu Ary.


"Aku 'kan belum minta ijin sama kamu, mana berani nggak pulang." jawab Ary dengan bibir mengerucut, melihat itu Alex langsung menjepit bibir Ary dengan tangannya.


"Ishh, sakit tahu!" ucap Ary mencebik sembari melepaskan tangan Alex dari bibirnya.


"Habisnya bibir kamu minta dicium!" Alex langsung mendekatkan bibirnya pada bibir Ary, mengecupnya sebentar.


"Besok anak-anak ditinggal aja! Kamu juga jangan lama-lama meninggalkan mereka. Jangan terus merasa bebas tanpa anak-anak! Kalau kamu merasa bebas karena nggak bawa anak, aku buat bunting lagi nanti." pesan Alex disertai ancaman.


"Jangan dong! Shofi masih kecil, baru tiga bulan sudah mau dikasih adik."


"Biarin! Biar kamu di rumah saja urus aku dan anak-anak. Tugasmu hanya itu, terutama mengurusku. Jadi prioritas kamu saat ini dan seterusnya hanya aku dan anak-anak."


"Itu aku juga tahu!" cetus Ary kesal.


"Kalau tahu, kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang 'kan?" ucap Alex menaikturunkan alisnya. Sedang yang di bawah sana yang diduduki Ary, terasa mengembang dan mengganjal.


"Selalu begitu! Dasar omes." gerutu Ary, menggerakkan badannya agar suaminya bergairah.


"Tapi kamu suka 'kan?" Alex mengedipkan sebelah matanya.


"Genit ih!" Ary mencubit perut sixpack suaminya.


"Aw... sakit, Sayang! Nyubitnya jangan pakai tangan dong. Pakai mulut atas sama bawah aja!" goda Alex dengan senyum mengembang.


"Dasar omes!"

__ADS_1


"Yuk, Yank! Sudah nggak tahan lagi nih." bujuk Alex agar istrinya mau memberi jatah.


Belum juga Ary menjawab, Alex sudah menyerang Ary. Sebagai istri yang baik, Ary pun membalas setiap serangan yang Alex berikan. Akhirnya terjadi pergulatan yang panas di malam yang tak terasa dingin lagi oleh mereka.


*


*


*


"Pagi, Pak!" sapa Lala begitu melihat Brandon berjalan mendekati ruangannya yang berada di depan meja Lala.


"Hmm!" sahut Brandon tetap terus melangkah memasuki ruangannya.


"Ck, selalu seperti itu! Tidak ada perkembangan sama sekali usahaku selama ini. Padahal sudah beberapa bulan di sini." keluh Lala dengan gumaman karena kesal melihat Brandon yang lagi-lagi cuek padanya.


Tiba-tiba telepon di meja Lala berbunyi.


"Kamu persiapkan berkas yang harus aku kerjakan hari ini!" ucap Brandon datar dan langsung menutup teleponnya.


"Huh! Kebiasaan main tutup aja, belum juga dijawab." gerutu Lala sambil melihat gagang telepon, kemudian meletakkan gagang telepon tersebut.


Lala kemudian mengambil beberapa map dan berjalan menuju ke ruangan bosnya. Tidak lupa dia membetulkan dandanan dan bajunya.


Sebelum masuk ke ruangan atasannya, Lala mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ini, Pak! Berkas yang Bapak minta." ucap Lala sambil menyerahkan tumpukan map pada atasannya itu.


"Bapak mau minum kopi?" tawar Lala kemudian setelah Brandon menerima map yang diberikannya.


"Tidak usah! Nanti saja kalau tamuku datang." tolak Brandon .

__ADS_1


"Baik, Pak! Ada lagi yang Bapak perlukan?"


"Untuk sementara sudah! Kamu boleh keluar ruangan saya." jawab Brandon dengan usiran.


Lala pun meninggalkan ruangan itu, kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, karena kedatangan orang nomor dua di Rend's Comp tersebut.


*


*


*


Mampir dan baca yuk!


Judul : Gairah Duda Perjaka


Napen : Mphoon


BLURB:


Kejadian tragis yang dialami Brian beberapa tahun lalu yang menyebabkan ia kehilangan istri, membuat pria itu menjadi bersikap lebih dingin pada setiap wanita.


Bagi Brian tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istri dihatinya.


Hingga akhirnya Brian bertemu dengan Hana, gadis desa yang cantik dan mandiri.


Apakah Hana akhirnya dapat meluluhkan hati Brian?


Mari ikuti kisahnya..


__ADS_1


__ADS_2