
Gita mendatangi kafe Dandy, dia memberanikan diri untuk bertanya pada Noni. Karyawan kepercayaan Dandy yang berasal dari Jakarta.
"Lho, Mbak Gita nggak tahu ya? Mas Dandy pulang ke Jakarta, istrinya melahirkan," jawab Noni ketika Gita menanyakan keberadaan Dandy.
"Apa? Istri? Dandy sudah menikah maksudnya?" tanya Gita tidak percaya dengan pendengarannya.
"Saya pikir Mbak Gita sudah tahu, Mbak Gita 'kan sudah dekat banget ma Mas Dandy," ujar karyawan yang berusia seumuran dengan Gita.
"Dandy nggak pernah cerita kalau dia sudah menikah," cerita Gita lirih, dia sedikit syok mendengar penuturan perempuan di hadapannya itu.
"Mas Dandy sudah lama menikah sama Mbak Rara. Sekitar lima tahun yang lalu, sebelum berangkat ke sini. Mereka menikah muda karena sama-sama sudah tidak bisa menahan itu," Noni keceplosan menceritakan aib bosnya sendiri.
"Menahan itu apa?" tanya Gita penasaran.
"Itu, Mbak! Aduh gimana bilangnya ya? Pokoknya Mbak Rara menikah dengan Mas Dandy dalam keadaan hamil," ucap perempuan berdarah Jawa itu, akhirnya.
Gita yang bisa mengerti maksud ucapan Noni hanya ber O ria tanpa suara, hanya bibirnya saja yang bergerak membentuk huruf O.
__ADS_1
"Untung Gue nggak tergoda dengan bujuk rayunya. Walaupun pernah terbersit dalam benak Gue untuk membalas kebaikan Dandy dengan menerimanya menjadi pacar. Tapi hati kecil Gue selalu mengatakan jangan. Ternyata Tuhan masih sayang ke Gue!" batin Gita.
"Okelah kalau begitu, Mbak. Terima kasih ya udah kasih tahu dimana Dandy sekarang," ucap Gita sembari mendekatkan piringnya hendak memakan pesanannya.
*
*
*
"Bang! Abang tahu nggak kalau Dandy ternyata sudah menikah?" tanya Gita pada malam harinya saat mereka makan malam bersama seperti biasanya.
Setelah selesai makan, Brandon baru bersuara.
"Jangan ngomongin laki-laki lain, bisa?" ucap Brandon dengan nada cemburu yang kentara.
Bibir Gita mencebik mendengar ucapan Brandon yang bernada cemburu.
__ADS_1
"Orang dia sudah ada anak bini juga, kok cemburu. Cemburu itu mbok ya yang logis kenapa?" gerutu Gita dengan logat ayahnya.
"Laki-laki itu biarpun sudah punya anak istri, tetap saja selalu ada cara untuk mendapatkan wanita lain. Dandy ini contohnya, dia gigih mendekati kamu tanpa mau berterus terang jika sudah berkeluarga. Bahkan sekarang anaknya sudah bertambah," jelas Brandon dengan menahan emosinya. Dia sangat marah karena Dandy selalu mendekati, bahkan merayu Gita agar mau menjadi pacarnya.
"Untung kamu bisa menjaga diri! Asal kamu tahu saja, laki-laki seperti Dandy itu bisa berbuat nekat hanya untuk mendapatkan cintamu. Abang tak suka itu. Mulai sekarang kamu jangan terlalu dekat dengannya. Takutnya istrinya tahu, terus ngelabrak kamu!"
"Kok harus jaga jarak sama dia? Selama ini 'kan Gita tidak pernah menanggapinya kalau merembet ke cinta. Gitu aja cemburu! Posesif banget jadi orang, belum jadi suami juga!" gerutu Gita kesal, dia tidak mau dibatasi ruang geraknya oleh Brandon.
"Abang melakukan semua ini untuk kebaikan kamu. Kalau kamu terlalu dekat dengan Dandy atau pun laki-laki lain yang sudah ada yang punya, pasti kamu akan menemui kesulitan nantinya. Karena apa? Karena sang pemilik pasti marah kalau miliknya diganggu dan terancam. Jadi lebih baik jaga jarak!" nasehat Brandon panjang lebar.
"Iya, iyaa! Gita akan menjauh dari Dandy tapi pelan-pelan. Biar dia tidak merasa kalau Gita sengaja menghindarinya," sahut Gita dengan wajah cemberut karena harus menjauhi teman baiknya selama di Melbourne. Dalam hati kecil Gita tidak rela melepas seorang sahabat baik, tetapi dia juga tidak ingin mengambil resiko dilabrak oleh istri Dandy.
*
*
*
__ADS_1
Sambil menunggu GiBrand up, mampir juga ke karya baru othor yang masih anget dan sepi. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya 🤗😘