
Gita memilih kembali ke kamarnya, mengurungkan niat untuk mengambil minum. Dia masuk ke kamar mandi dan bersandar di balik pintu. Menumpahkan tangisnya di sana. Inilah yang dia takutkan jika kembali ke kota yang penuh kenangan ini.
"Ternyata aku tidak sekuat yang aku duga. Kenapa sakit sekali? Apa aku salah telah jatuh cinta padamu? Jika aku bisa mengatur hatiku agar tidak jatuh cinta padamu, aku memilih tidak akan pernah mencinta." gumam wanita berparas cantik disela isak tangisnya.
Tidak lama Gita mengurung diri di kamar mandi. Setelah dirasa cukup meluapkan rasa sesak di dada. Dia tidak mau meratapi nasibnya yang mencintai sendiri, cintanya yang tak terbalas.
Gita membasuh wajahnya hingga merasa segar dan sembab di matanya berkurang. Dia bertekad bahwa dia bisa bangkit, bisa berdiri tanpa cinta dari laki-laki yang dipuja. Dia akan membuktikan bahwa dirinya bisa hidup sendiri tanpa pasangan. Selama di Melbourne pun dia juga sendiri tanpa orang yang dicintainya.
"Aku pasti bisa tanpamu! Akan aku tunjukkan padamu, aku akan lebih bahagia dari mu."
Gita keluar dari kamar setelah menyisir rapi rambutnya. Gita berjalan dengan santai menuju dapur. Dia melewati Brandon dan Ary yang sedang membahas kantor cabang dan outlet baru, begitu saja tanpa menoleh ataupun menyapa keduanya.
"Eh, Ta! Kamu bisa bantu Brandon nggak?" tanya Ary begitu melihat Gita melewatinya begitu saja.
Gita yang merasa diajak bicara oleh Ary pun akhirnya menjawab dan menoleh sekilas.
"Maaf, Kak! Aku ke sini untuk bersenang-senang bukan untuk bekerja." tolak Gita terus terang.
Brandon yang mendengar penolakan dari Gita merasa kecewa. Awalnya dia sangat berharap Gita mau membantunya dengan suka rela.
__ADS_1
"Hanya sebentar Gita?" potong Brandon ketika Ary akan membujuk Gita.
"Mau sebentar kek, lama kek. Aku di sini cuma mau refreshing setelah lelah memeras otak!" sahut Gita sambil terus melangkahkan kakinya menuju dapur.
Gita tidak peduli jika sikapnya dinilai buruk oleh Ary nanti. Gita duduk setelah mengisi air dalam gelas yang baru saja diambil. Gita menghabiskan segelas air putih dalan sekali tenggak.
"Aku beneran minta tolong sama kamu. Aku belum begitu tahu seluk-beluk daerah Medan. Aku ingin kamu menjadi guide selama kami berada di Medan," bujuk Brandon pada Gita.
"Gita juga nggak tahu daerah Medan. Gita hanya tahu daerah tempat tinggal Gita. Itupun tidak banyak. Kalau mau nyari guide untuk ke Medan, kamu bisa minta tolong Papa. Bilang aja minta cariin tour guide. Pasti diusahakan!" jawab Gita datar, hatinya masih berdenyut nyeri mengingat perkataan Brandon tadi.
"Kamu 'kan orang sana, masak nggak tahu sih?" sangkal Brandon tak percaya begitu saja.
"Tanya Kak Ary, kami tinggal dimana? Asal kamu tahu saja, orang yang tinggal di suatu propinsi yang luas belum tentu tahu seluk beluk propinsi tersebut. Kecuali memang dia suka traveling atau memiliki bisnis yang mengharuskan keliling kota setiap hari." jelas Gita menekan amarahnya. Dia sedikit tersinggung karena Brandon tidak mempercayai dirinya.
"Kak, Gita mau jalan-jalan sebentar! Sudah lama tidak menginjakkan kaki di kota ini. Kalau Kakak mau pulang, dan aku juga belum di rumah. Kakak bisa langsung pulang. Maaf bukannya mengusir, Gita hanya ingin keluar mumpung masih siang." ucap Gita panjang lebar dan cepat karena tidak ingin dijeda ucapannya.
"Baiklah, kamu hati-hati kalau jalan-jalan sendiri! Banyak copet." sahut Ary seraya mendekati Gita dan memeluknya.
"Besok Kakak ke sini lagi! Kita ada pertemuan dengan pengacara, mengurus kepemilikan saham. Kakak tidak menerima penolakan! Ok?" imbuh Ary sambil memegang kedua lengan Gita.
__ADS_1
*
*
*
Rekomendasi karya yang oke punya!
Judul : Wanita Milik 5 Tuan Muda
Napen : Momoy Dandelion
Bagaimana rasanya dijodohkan dengan 5 laki-laki tampan? Tanyalah kepada Irene Abraham.
Cantik, pintar, dan kayaraya membuat kehidupan Irene serasa sempurna. Apapun yang inginkan selalu bisa didapatkan dengan mudah. Hidupnya sangat bebas sesuka-suka hatinya.
Sampai suatu ketika, sang kakek berencana untuk menjodohkannya dengan salah satu putra keluarga Narendra. Ada lima tuan muda yang bisa Irene pilih menjadi pendampingnya, Alan, Alex, Alfa, Arvy, dan Ares. Kelima tuan muda memiliki sifat dan karakter yang berbeda.
Irene yang belum siap menikah, memutuskan untuk menyamar sebagai wanita jelek dan kampungan. Tujuannya satu, agar tidak ada dari kelima tuan muda yang akan menyukainya.
__ADS_1
Apakah tujuan Irene berhasil? Ataukah Irene akan jatuh cinta pada salah satu dari kelima tuan muda itu?