
Sore hari, selepas 'Ashar acara dilanjutkan dengan tata cara pernikahan adat Jawa yaitu Panggih(nemokke), mempertemukan pengantin pria dan wanita. Acara ini hanya boleh dilakukan setelah pasangan sah menurut agama menjadi suami istri. Dalam acara Panggih, orang tua mempelai pria tidak boleh ikut. Mempelai pria hanya ditemani oleh pengiring dan pendamping saja.
Para pendamping harus lebih tua dari mempelai. Biasanya perwakilan dari kerabat terdekat dan statusnya tidak boleh duda. Iring-iringan pengantin pria membawa kembar mayang dan sanggan. Sanggan dibungkus daun pisang dan diletakkan di atas nampan, nantinya diserahkan pada ibu mempelai wanita. Sedangkan kembar mayang diletakkan di tengah jalan. Agar pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan.
Ary dan Alex juga diundang, mereka datang tepat setelah acara Panggih. Mereka membawa semua anaknya. Kevin yang saat ini sudah menginjak usia remaja pun tampak dingin seperti sang ayah. Sedangkan si kembar Nathan dan Nicholas pembawaannya lebih ceria dan humble. Sama seperti sang ibu, Ary. Si bungsu Shafiyah wajah dan sifatnya merupakan fotokopi Alex.
Mereka menyewa mobil beserta sopirnya dari hotel tempat mereka menginap. Ary begitu terpukau dengan dekorasi tenda dan panggung pelaminan. Sangat mewah dan elegan.
"Jika dulu dia diberi umur panjang, mungkin aku akan dibuatkan pesta seperti ini. Betapa lelahnya berdiri mengikuti acara pernikahan dari pagi hingga malam. Berbeda dengan di Jawa, acara cukup dua jam saja. Paling lama tiga jam. Hhh... mungkin seperti inilah jalan hidupku. Abang... semoga damai di surga. Aamiin."
Ary meneteskan air mata mengingat suami pertamanya yang kini sudah tiada. Laki-laki yang berusia lebih muda dari dia, akan tetapi memiliki cara pemikiran yang lebih dewasa darinya. Rasa itu belum bisa hilang sampai sekarang, karena Rendy menempati ruang tersendiri yang tak terganti. Ary juga mencintai Alex sebagai suami. Cintanya pada Rendy dan Alex sama besar. Dengan posisi masing-masing di hatinya.
"Sayang?" tegur Alex ketika dilihatnya sang pujaan hati meneteskan air mata.
"Kamu kenapa, hmm?" tanya Alex sembari menghapus air mata di pipi sang istri.
"Aku merasa bahagia, akhirnya mereka bisa bersanding setelah melewati banyak ujian. Dua tahun bersama kemudian berpisah selama lima tahun. Keduanya sama-sama tersiksa karena memendam rasa. Perjalanan cinta yang berbeda dengan orang pada umumnya. Ckck!" jawab Ary sedikit berbohong, dia tidak mau melukai perasaan sang suami.
__ADS_1
"Kisah cinta kita juga tidak kalah dengan mereka, Sayang. Berpisah lama dipertemukan dalam keadaan sama-sama sudah pernah menikah. Aku dulu juga pernah berpikir kamu tidak akan mau menerimaku. Hampir sama, bedanya aku bisa mengenali perasaanku dibanding dengan Brandon. Sekian lama berpisah baru tersadar!" ucap Alex menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta.
"Bodoh! Hahaha..." lanjut Alex kemudian tertawa, menertawakan kebodohan Brandon yang tidak menyadari jika dia jatuh cinta.
"Jangan seperti itu! Aku juga bodoh, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebaiknya kamu tutupi kekurangannya, bukan diejek! Jika terdengar oleh orang lain sangat tidak baik dan malu," kata Ary mengingatkan.
Dari tempat mereka duduk, Ary melihat mantan adik iparnya berjalan mendekati dirinya bersama dengan Brandon.
"Anak-anak ayo ucapkan selamat pada kedua mempelai!" ajak Ary pada keempat anaknya.
Keempat anak itu serentak berdiri, kemudian mencium punggung tangan sang mempelai. secara bergiliran.
"Nempel terus! Dulu aja kalau deket diusir," sindir Ary setelah mereka duduk bersama dalam satu meja.
"Pasti dong! Harus ditempeli terus 'kan sudah halal. Kalau dulu 'kan belum halal disentuh," jawab Brandon yakin dengan senyum yang mengembang.
"Dulu belum halal pun maksa nidurin aku, sampai jebol gawang. Pinter banget ngeles!" batin Gita sembari memutar bola matanya.
__ADS_1
"Semangat banget sang pengantin!" sindir Ary lagi.
"Nanti acaranya sampai jam berapa, Bro?" tanya Alex mengalihkan percakapan karena sang istri terus menyindir sang pengantin.
"Sampai jam berapa biasanya, Gi?" tanya Brandon pada Gita.
"Kok manggilnya Gi? Kalau aku sih ogah!" sela Ary mulai julid.
"Gi itu dari kata Anggi, artinya adik. Kenapa salah?" jawab Brandon kesal.
"Betul yang dia bilang, Ta?" tanya Ary pada mantan adik iparnya itu dan dijawab dengan anggukan.
*
*
*
__ADS_1
Maaf belum bisa up double, belum fitπππ
Sambil menunggu GiBrand up silakan mampir juga ke novel Sebatas Rasa milik author π€