
"Gita tunggu!" teriak Brandon ketika Gita sudah beberapa langkah meninggalkannya.
Gita yang sudah berjalan meninggalkan Brandon pun menghentikan langkahnya. Menunggu apa yang akan dikatakan oleh Brandon.
"Bisa kita bertemu di luar jam kerja?" tanya Brandon.
"Besok siang, setelah kuliah. Nanti kita bertemu di kafe depan itu." jawab Gita sembari menunjuk kafe yang berada persis di depan rumah sakit, hanya menyeberang jalan saja.
"Baiklah. Sampai jumpa besok!" teriak Brandon dengan senyum mengembang karena tawarannya diterima oleh Gita. Gita hanya mengangguk dan langsung melanjutkan langkah kakinya, setelah mendengar permintaan Brandon.
Brandon meninggalkan rumah sakit dengan senyum yang tidak pernah luntur. Hal itu membuat sopir taksi yang membawanya menjadi heran.
"Are you okay, Sir?" tanya sang sopir.
"Oh, yes! I'm okay." Brandon gelagapan saat ditanya oleh sopir taksi tersebut. Dia yang terus tersenyum tanpa sadar akhirnya mengatupkan bibirnya rapat. Kembali dengan wajah datar nan dingin.
Begitu sampai di hotel, Brandon bergegas masuk ke kamar untuk membersihkan diri kemudian tidur. Dia ingin tidur yang nyenyak karena selama ini dia tidak pernah tidur pulas setiap malam. Dia selalu memimpikan Rendy yang marah dan kecewa padanya, seolah-olah tidak rela atas perlakuan Brandon pada sang adik semata wayang.
Brandon berharap malam ini tidak bermimpi apapun, dia benar-benar lelah. Lelah jiwa dan raga. Dengan sedikit memaksakan diri, akhirnya Brandon pun terlelap. Akan tetapi baru dua jam dia berlayar ke pulau mimpi. Tiba-tiba badannya gemetar hebat dan keringat bercucuran. Rendy kembali menguasai alam mimpinya. Kekecewaan dan kekesalan Rendy tampak jelas di bawah alam sadarnya.
Brandon berusaha lari menghindari almarhum Rendy, sang sahabat dekat. Kemanapun dia berlari untuk sembunyi, Rendy tetap menemukan dirinya.
Brandon terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah, buliran keringat sebesar jagung pun menghiasi pelipis dan keningnya.
"Mimpi yang sama lagi... huftt!" gumam Brandon seraya mengusap keringatnya.
__ADS_1
Brandon pun bangun dan mengambil segelas air putih untuk melegakan tenggorokannya.
Brandon berjalan menuju balkon kamar setelah menenggak segelas air putih. Di balkon dia menghirup angin malam. Saat ini, jam menunjukkan jam satu malam waktu setempat. Brandon tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Pikirannya kalut karena sikap Gita yang seolah tidak memberinya maaf.
*
*
*
Pagi hari yang cerah, membuat Gita semangat untuk menjalani aktivitasnya hari ini. Dimulai dengan kuliah pagi, lanjut bertemu dengan Brandon di kafe depan rumah sakit. Hari ini dia libur magang, jadi lebih santai dari biasanya.
"Hai! Sudah lama menunggu?" sapa Gita pada Brandon yang sudah terlebih dahulu sampai di kafe tempat mereka janjian.
"Baru setengah jam."
"Ekhem... mau pesan apa?" tanya Brandon akhirnya karena Gita hanya diam saja.
"Oh, capuccino dingin sama kentang goreng keknya enak." gumam Gita yang masih bisa terdengar oleh Brandon.
Brandon pun akhirnya memesan apa yang dia dengar tadi.
"Sudah lama kita tidak ngobrol. Dua tahun berlalu begitu saja tanpa ada kesan. Aku minta maaf karena sikap dan perbuatanku dulu, kita menjadi renggang. Kamu mau 'kan maafin aku?" ucap Brandon menahan nafasnya dengan jantung berdebar.
"Harus berapa kali aku jawab, Bang? Gita sudah memaafkan Abang. Jadi Abang tidak usah merasa bersalah. Anggap saja malam itu sebagai hari naasku, semua itu sudah digariskan oleh Allah. Mau dielakkan seperti apapun, kejadian itu tetap akan terjadi. Jika bukan Abang yang mengambil, mungkin orang lain yang merampasnya." jelas Gita dengan senyum mengembang, tidak tampak kesedihan ataupun kekecewaan. Gita ikhlas menjalani semua yang telah dilaluinya.
__ADS_1
"Jangan seperti itu! Aku semakin merasa bersalah. Kalau kamu mau marah, mau hukum aku. Silahkan! Bahkan jika kamu dan keluargamu ingin menuntutku, aku terima karena memang itu semua salahku."
*
*
*
Aku mau promo lagi nih, jangan lupa mampir yaðŸ¤
Judul : Istri Dibalik Layar
Napen : Mega Risma
Ranty Amalia Widodo, yang Menikah dengan seorang superstar Ferrell Nugraha. Harus rela jika dirinya selalu di sembunyikan bahkan hanya di akui sebagai adik. Membuatnya bertekad tidak akan jatuh cinta pada suaminya.
Namun, sikap Ferrell yang menunjukkan cinta dibelakang layar. Membuatnya luluh cinta Ferrell bukanlah kepura-puraan. Cinta Ferrell tulus untuk Ranty. Namun, dalam kisah cinta mereka ada saja penghalang dan rintangan. Namun, mereka bisa Melawati nya hingga kehadiran putri tercinta mereka mampu melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.
Sayangnya lagi-lagi cobaan datang, menerpa rumah tangga mereka. Hingga Ferrell harus terjebak pernikahan siri dengan sahabat sekligus cinta masa kecilnya.
Hingga akhirnya Ferrell dan Ranty harus terpisah
karena tragedi yang sangat memilukan
akankah Ferrell dan Ranty akan kembali bersama?
__ADS_1