
Brandon tersenyum sembari memeluk istrinya. Napasnya masih tersengal usai melakukan olahraga pagi bersama pujaan hati. Peluh membasahi kedua insan pasangan halal itu. Keduanya masih sama-sama naked tanpa sehelai benangpun yang menutupi, kecuali selimut tebal.
"Terima kasih, Sayang," ucap Brandon dengan napas memburu, kemudian mencium puncak kepala istrinya.
Gita hanya terdiam meringkuk dalam pelukan sang suami. Dia merasa malu mengingat bagaimana tadi Brandon menyerangnya dengan begitu ganas. Intinya terasa perih dan seperti ada yang mengganjal.
Walaupun ini yang kedua kalinya mereka melakukannya, akan tetapi rentang waktu yang lama membuat inti Gita kembali tertutup seperti pe Ra wan. Bahkan Brandon harus berusaha keras untuk menaklukkan milik Gita.
"Masih sakit?" tanya Brandon karena istrinya tidak bersuara ataupun bergerak. Akhirnya Brandon pun menunduk untuk melihat kekasih hatinya.
"Pantes, diam aja! Tertidur lagi rupanya. Mungkin dia kelelahan. Sebaiknya aku mandi dulu, selagi dia masih tidur," ucap Brandon sembari bergegas untuk bangun.
Setelah duduk, Brandon mengambil boxer yang tadi dilemparkan ke sembarang arah. Kemudian memakainya. Setelah itu,
Brandon bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sepuluh menit kemudian, Brandon sudah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang menutupi bagian perut ke bawah. Tampak olehnya sang istri masih terlelap dalam buaian mimpi. Brandon pun tersenyum lalu mengambil pakaian dan memakainya.
*
*
__ADS_1
*
"Sudah jam delapan belum juga keluar kamar, ngapain saja mereka?" gerutu mama Hotma sembari menyiapkan sarapan di meja.
"Kek kau tak pernah merasakan muda sajo!" cibir ompung Norma.
"Aku dulu tak sampai sesiang ini baru keluar kamar. Lagian apa nggak capek sehari semalam duduk dipajang di kursi pelaminan. Aku dulu tak langsung digarap, tak mau aku. Sudah ilang rasa capek barulah aku mau digarap. Itu pun aku bangun subuh hari biar bisa bantuin kegiatan di dapur," jawab mama Hotma kesal.
"Biarin aja sih, Bu. Dia itu sehari nggak merepet, kepalanya mau pecah. Jadi biarkan dia ngomong apa. Jangan masukin ke hati ya, Bu!" Pak Chandra menyarankan pada ibu mertuanya untuk tidak menanggapi perkataan istrinya itu.
"Papa ini, do'anya jelek banget! Kalau sudah bosan sama Mama bilang aja. Biar kami keluar dari rumah ini!" Mama Hotma semakin kesal maka terjadilah drama di pagi hari.
Saat kedua mertuanya ribut, Brandon memilih duduk di teras melihat para anggota mertuanya yang sedang membersihkan sisa-sisa pesta semalam. Brandon duduk melamun, memikirkan akan memiliki anak yang banyak dari rahim sang istri.
"Paling-paling dia teringat dengan malam pertamanya tadi malam. Lihat saja wajahnya yang segar pasti kena berkali-kali itu," tebak temannya.
"Hahaha... iya ya, gak kepikiran ke sana. Pasti beronde-ronde mainnya."
"Pastilah! Lihat saja postur tubuhnya, pasti kuat di ranjang bebere si bos itu."
Mereka terus saja bekerja dan mengghibah menantu pak Chandra. Brandon yang merasa terus diawasi oleh para anggota mertuanya akhirnya masuk ke rumah.
__ADS_1
"Lho, Nak Brandon dari mana? Masih pagi kok dari pintu depan," tanya mama Hotma heran.
Kalau Brandon berada di luar, berarti anaknya berada di kamar sendirian.
"Nyari angin, Bu! Ngadem," sahut Brandon penuh hormat.
"Si Gita kok belum bangun juga, bisa minta tolong sebentar, Nak?" tanya mama Hotma.
"Minta tolong apa, Ma?" sahut Brandon.
"Kamu panggil Gita, ajak sarapan dulu! Sudah siang, kasihan lambungnya," jawab mama Hotma.
"Baik, Ma."
Brandon pun bergegas ke kamarnya, dia mendapati istrinya masih dalam keadaan seperti semula saat dia keluar dari kamar.
"Sayang, bangun! Mandi terus sarapan yuk," ajak Brandon sembari sesekali mencuri ci uman di bibir Gita yang tampak sedikit bengkak.
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa mampir ke karya recehku yang lain ya 🤗🤗🤗🙏🙏🙏