
Tidak hanya Gita saja yang merasa hancur, Leonard pun demikian. Dia merasa diberi harapan palsu oleh Gita. Akan tetapi, dia juga merasa bersalah karena sejak awal yang secara tidak langsung memaksa Gita untuk menerimanya.
Dulu, Leonard berpikir dengan dia yang mencintai Gita dan Gita selalu bersamanya itu sudah cukup baginya. Akan tetapi dia salah, cinta tak dapat dipaksakan. Walaupun mereka menjalani hubungan itu dengan tawa, tidak menutup kemungkinan hanya sandiwara semata.
Sebenarnya hati Leonard tidak akan begitu hancur jika saja Gita tetap mau bertahan di sisinya. Berjuang bersama untuk mendapatkan restu keluarga. Akan tetapi Gita lebih memilih menyerah dari pada bertahan. Sehingga dia benar-benar merasa kecewa dan hancur.
"Apa Mommy bilang? Dia itu hanya ingin harta, dia tidak tulus mencintaimu. Buktinya, dia sekarang pergi meninggalkanmu, bukan?" ucap nyonya Elisabeth saat melihat keadaan Leonard yang kacau.
Leonard menghabiskan beberapa botol minuman beralk***l, untuk melampiaskan kekecewaannya. Kecewa pada keputusan Gita, juga kecewa dengan apa yang dilakukan ibunya.
__ADS_1
"Semua ini karena Mommy! Seandainya Mommy tidak menemui dan mengancamnya, saat ini pasti kami masih bersama. Sekarang Mommy puas, bukan?" teriak Leonard sambil berjalan sempoyongan, mengitari sang ibu yang berdiri tak jauh darinya.
"Apa yang Mommy lakukan itu semua untukmu! Mommy tidak mau memiliki menantu yang tidak sederajat dengan keluarga kita. Kamu harus tahu itu, Leonard!" Nyonya Elisabeth pun ikut berteriak, tidak mau dibantah anaknya.
"Anggita bukan wanita miskin, Mommy! Orang tuanya memiliki sebuah rumah sakit dan beberapa usaha perkebunan. Dia menjadi dokter karena orang tuanya memiliki rumah sakit. Uang jajannya setiap bulan lebih besar dibandingkan dengan gaji yang dia terima dari rumah sakit kita, Mom," jelas Leonard membela sang pujaan hati, walaupun terlambat.
"Halah! Itu hanya pengakuan dia saja. Kita di sini mana tahu?" sanggah nyonya Elisabeth.
Nyonya Elisabeth mengikuti anaknya yang keluar dari kamar. Dia merasa kesal karena Leonard tidak mau mendengar omongannya.
__ADS_1
"Mommy hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak Mommy. Keluarga Winston sudah lama bekerja sama dengan perusahaan kita. Perjodohan ini juga untuk menjaga agar kerjasama tetap terjalin. Sehingga nantinya diharapkan tidak akan ada kendala pembagian keuntungan perusahaan. Saat ini perusahaan Winston dan Gladston sudah merger (penggabungan perusahaan)."
"Eleanor adalah penerus keluarga Winston satu-satunya. Dengan begitu, hanya dengan menikahkan kalian pembagian keuntungan merger bisa dinikmati bersama sampai anak cucu Gladston dan Winston."
Nyonya Elisabeth menjelaskan tujuan perjodohan bisnis antara keluarga Gladston dan Winston.
"Tapi, Mom! Leonard tidak bisa mencintai wanita selain Anggita. Gadis itu telah mencuri perhatianku sejak pertama kali bertemu. Kecantikan dan kesederhanaannya membuat dia tampak berbeda dengan gadis lainnya. Di saat semua orang menghabiskan uang orang tua untuk bersenang-senang, dia lebih memilih mengabdikan dirinya di sebuah rumah sakit. Percayalah, Mom! Gita tidak hanya kaya harta, dia juga kaya hati. Jadi ijinkan Leonard menikah dengan dia, Mom," mohon Leonard sembari duduk bersimpuh di kaki ibunya.
Saat nyonya Elisabeth duduk di sampingnya, Leonard beringsut turun dari kursi empuk itu. Berpindah posisi duduk demi mengambil hati sang ibu.
__ADS_1
"Mommy tidak bisa membatalkan rencana pernikahan kamu dengan Eleanor. Hanya ayahmu dan Tuan Winston yang bisa membatalkan pernikahan bisnis ini. Sebaiknya kamu bicara dengan Daddy. Mommy tidak bisa bantu!" ucap nyonya Elisabeth membela diri.